Broadcasted by Galau Jikan FM

Seiyu Ternama Jepang Hadir Dalam Young Wizards Onmyoji, Apa Itu?

Memasuki pementasan kelima, proyek sandiwara skrip musikal Reading High menghadirkan para seiyu beken dalam Young Wizards Onmyoji.

Seno Triadi
young wizards onmyoji
Sejumlah seiyu yang hadir dalam pementasan drama Young Wizards Onmyoji, termasuk Miyano Mamoru, Nakamura Yuichi, Tsuda Kenjiro, Kito Akari, dan lain sebagainya. | FOTO: dok. Reading High. | EDIT: Seno Triadi

Awal Oktober nanti, sebuah pementasan sandiwara teatrikal di Yokohama, Jepang akan segera hadir, diprakarsai oleh Reading High.

Pertunjukan teater yang  mengambil judul Young Wizards Onmyoji ini akan dipentaskan secara luring, bahkan akan ditayangkan di seluruh dunia secara daring.

Belum lagi, turut menghadirkan pula beberapa seiyu ternama seperti Miyano Mamoru, Tsuda Kenjiro, Nakamura Yuichi, dan lain sebagainya.

Soal pertunjukkan secara luring dan daringnya akan digelar secara langsung pada 1 Oktober 2022 pukul 18:00 waktu Jepang.

NawaReaders juga dapat menyaksikan ulangannya mulai 4 hingga 10 Oktober pukul 23:59 waktu Jepang.

Hadirkan Sejumlah Seiyu Kelas Atas Jepang

young wizards logo
Logo resmi Young Wizards Onmyoji. | FOTO: dok. Reading High

Young Wizards Onmyoji (Young Wizards -Story From Ashiya Douman Ouchi Kagami-) adalah sebuah sandiwara panggung berlatar Jepang abad pertengahan, menghadirkan para seiyu ternama Jepang untuk mengisi sejumlah karakter dalam teater berformat pembacaan cerita.

Maksud dari drama pembacaan ini adalah menceritakan sebuah kisah dari sejumlah karya populer, baik dari cerita rakyat maupun kontemporer.

Untuk pementasan kali ini akan mengangkat hikayat dari Abe no Seimei, tokoh Jepang yang hidup di zaman Heian abad ke-8 masehi.

Sejumlah seiyu yang akan mengisi perannya nanti antara lain Miyano Mamoru sebagai Abe no Seimei, Nakamura Yuichi sebagai Ashiya Douman, Suwabe Junichi sebagai Minamoto no Raiko, Namikawa Daisuke sebagai Sakata no Kintoki, Kito Akari sebagai Enju/Doujimaru, Tsuda Kenjiro sebagai Fujiwara no Michinaga, dan Park Romi sebagai Tamamo no Mae.

Hadir pula musisi Muranaka Toshiyuki sebagai penggubah musik pertunjukkan bersama sejumlah musisi Jepang lainnya.

Muranaka sendiri pernah terlibat sebagai pemain cello di lagu-lagu Sound Horizon dan Linked Horizon, termasuk lagu opening Shingeki no Kyojin.

Pentas Young Wizard Onmyoji bisa disaksikan secara daring dengan membeli tiketnya secara online sampai 10 Oktober, lewat pranala ini.

Young Wizards Onmyoji, Kisah Masa Muda Abe no Seimei

abe no seimei
Ilustrasi adegan kabuki Ashiya Douman Ouchi Kagami, menampilkan tokoh Abe no Seimei muda. | FOTO: Kunisada Utagawa/Wikimedia Commons

Premis dari drama tersebut diungkapkan sebagai berikut, melansir situs resminya:

Periode Heian, pada saat Jepang masih dipenuhi sejumlah monster dan dedemit.

Iri hati, kebencian, dan kecemburuan yang berasal dari kegelapan hati manusia, menyebabkan monster-monster tersebut bangkit dan memangsa mereka.

Menganggapi situasi ini, Kaisar mengutus seorang dukun onmyoji ternama, Kamo no Tadayuki, untuk memusnahkan monster di ibukota.

Mula-mula, Kamo no Tadayuki mengumpulkan anak-anak berbakat dari seluruh Jepang dan melatih mereka sebagai dukun onmyoji untuk membasmi monster.

Tak lama kemudian, dari sekian banyak muridnya muncul dua pemuda bibit unggul generasi penerus Kamo. Nama mereka adalah Abe no Seimei dan Ashiya Douman.

Namun, para pengkritik Abe no Seimei membisikkan bahwa kekuatannya adalah hasil titisan dari roh rubah.

Sedangkan Ashiya Douman diasingkan karena kemampuannya menggunakan teknik biksu, karena pada saat itu, biksu dan onmyoji adalah saingan berat.

Semakin banyak monster yang mereka bunuh, semakin banyak orang yang menghindari mereka.

Hanya Minamoto no Raiko, jenderal termahsyur yang telah menaklukkan Shuten-doji di Gunung Oe, yang bersedia membela mereka di depan umum dan pribadi.

Hingga suatu hari, banyak arwah rubah gentayangan mulai muncul di Kyoto.

Roh rubah adalah binatang suci yang memakan monster, tetapi mereka juga mampu menelan hati manusia.

Manusia tidak bisa mengalahkan rubah. Itu karena ketika manusia bertarung, mereka menciptakan monster di dalam hati mereka.

Sama halnya dengan ilmu onmyoji. Ilmu tersebut menggunakan monster untuk memperkuat mantra mereka. Dalam hal ini, cara mereka adalah melawan api dengan api.

Bahkan seorang onmyoji biasa tidak mampu mengatasi roh rubah pemakan monster. Sebab monster akan lahir di dalam hatinya, dan rubah itu akan menelannya bulat-bulat.

Namun, suatu hari, Abe no Seimei mampu membunuh roh rubah. Hal ini membuat bayangan yang bahkan lebih gelap di atasnya.

Yang akhirnya membuat orang-orang bertanya: “Apakah orang itu bukan anak dari seekor rubah?”

Menawarkan Sandiwara Non-Mainstream

reading high
Muranaka Toshiyuki (kiri atas) menggubah proyek teatrikal Young Wizards, bersama musisi Jepang lainnya. | FOTO: dok. Reading High

Menyambut proyek terbarunya, pemrakarsa sandiwara Young Wizards Onmyoji Fujisawa Bun-O mengaku bahwa pertunjukan drama musikal ini menggunakan berbagai musik, teknologi, dan efek visual khusus.

Soal musik yang digubah oleh Muranaka Toshiyuki sendiri, Fujisawa yakin akan langkah lebih berani dalam pertunjukan Reading High kelima tersebut.

“Saya yakin bahwa pekerjaan dan suasana di lokasi seperti ini merupakan penghargaan paling berharga yang saya terima selama lima tahun terakhir,” terang Fujisawa.

Meskipun ia mengatakan bahwa naskahnya belum rampung, ia mengaku pula bahwa pemeran telah menerima tawaran melakoni tokoh-tokohnya, begitu juga dengan tanggapan positif dari sejumlah mitra sponsornya.

Tentang pementasan tahun kelima Reading High kali ini, Fujisawa Bun-O mengambil tema Jepang, mempresentasikan dunia Onmyoji dalam pandangannya sendiri.

“’Dunia Onmyoji’ yang kami ciptakan berbeda dari yang lain. Ini adalah karya yang sepenuhnya orisinil yang terinspirasi oleh drama Kabuki, Ashiya Douman Ouchi Kagami,” jelas Fujisawa.

“Tidak penting ilmu magis siapa yang lebih kuat,” kata Fujisawa, “namun kekuatan hati manusia yang menentukan.”

Tentang Reading High

Reading High merupakan sebuah proyek sandiwara musikal canggih berformat pembacaan cerita, hasil kolaborasi seniman Fujisawa Bun-O dengan Sony Music Entertainment Jepang.

Pentas ini bertujuan untuk menciptakan hiburan “3,5 dimensi” dengan lebih jauh mengejar musikalitas dan memadukannya dengan teknologi.

Tentang 3,5 dimensi yang dimaksud adalah pengaplikasian teknologi dengan pembawaan cerita, yang paduannya membawa suasana lebih imersif kepada para penontonnya.

Siapakah Fujisawa Bun-O?

fujisawa bun-o
Fujisawa Bun-O menggeluti karirnya sebagai seniman teater, dan menjadi penulis di sejumlah media. | FOTO: dok. Sony Music/Cocotame

Fujisawa Bun-O adalah seniman, penulis dan sutradara asal Asakusa, Tokyo, Jepang, yang merupakan lulusan Goldsmiths School of Drama, University of London, Inggris.

Memiliki passion di dunia panggung sandiwara, ia membuat debut penulisan dramanya pada tanggal 4 Desember 2005 dengan HYPNAGOGIA di Kings Head Theatre, London, Inggris.

Fujisawa sendiri adalah seniman dwibahasa yang terus berkarya baik secara nasional maupun internasional.

Semasa di Jepang, ia berkecimpung di bidang teater, berperan dalam penyusunan naskah sebuah pertunjukan, dan aktif dalam sebuah acara yang ia prakarsai, Fujisawa Roudoku Geki (teater pembacaan Fujisawa).

Ia juga terlibat dalam beberapa karya lainnya, termasuk manga dan adaptasi anime Mars Red, Valkyrie Anatomia: The Origin, dan Deemo.

Fujisawa Bun-O bisa ditemui melalui media sosialnya, yang bisa kamu follow melalui pranala ini.


Terima kasih telah membaca artikel Nawala Karsa. Artikel ini kami buat sepenuh hati untuk para pembaca, termasuk kamu!

Dukung Nawala Karsa sebagai media berita independen dan terpercaya kamu dengan memberikan tip melalui Sociabuzz Tribe milik Ayukawa Media. Untuk mengirimkan tip, kamu dapat membuka pranala berikut pranala berikut.