Quantcast

Beranda » personal data » Pemerintah Cina Melarang Peredaran Boku no Hero Academia

Pemerintah Cina Melarang Peredaran Boku no Hero Academia

Berawal dari nama karakter, pemerintah Cina mulai melarang peredaran Boku no Hero Academia.

Ditengah kontroversi atas nama asli salah satu karakter villain di manga populer Boku no Hero Academia atau My Hero Academia. Pemerintah Cina memutuskan untuk menghapus manga Boku no Hero Academia dari peredaran.

Sebagai salah satu negara dengan jumlah penggemar pop kultur Jepang yang sangat banyak dengan adanya platform seperti Tencent dan Bilibili. Tentu saja banyak penggemar dari Cina yang menjadi fans dari serial manga dan anime Boku no Hero Academia.

Namun, serial tersebut sedang ditengah kontroversi atas nama asli dari salah satu villain pada serial tersebut yang membuatnya terombang-ambing. Pada serial terbaru dari manga Boku no Hero Academia, Horikoshi Kohei telah mengumumkan nama asli dari karakter tersebut, yaitu Maruta Shiga.

Arti Nama Maruta Shiga Di Boku no Hero Academia

Boku no Hero Academia Daruma Ujiko

Yang menjadi faktor utama adalah arti dari nama Maruta Shiga. Maruta sendiri merupakan kode nama yang digunakan oleh pemerintah Jepang pada masa Perang Dunia Kedua.

Nama tersebut merupakan para korban percobaan biologis Jepang yang mayoritasnya adalah warga
kewarganegaraan Cina dan Korea.
Hal ini membuat para fans semakin yakin, ditambah lagi Maruta Shiga merupakan seorang ilmuwan gila yang senang berexperimen pada manusia.

Sedangkan, nama keluarga karakter tersebut diasumsikan oleh fans diambil dari Shigella. Shigella adalah bakteri yang memiliki karakteristik seperti bakteri E-Coli. Bakteri ini ditemukan oleh seorang bakteriologis Jepang, Kiyoshi Shiga.

Boku no Hero Academia Mulai Dihapus

Boku no Hero Academia Manga Maruta Shiga

Sejak itu, platform yang menjadi rumah bagi para penggemar pop kultur Jepang di Cina, Tencent dan Bilibili telah menghapus komik tersebut dari platform mereka.

Bilibili telah memberi konfirmasi bahwa komik tersebut dihapus dari platform mereka. Hal ini dilakukan karena kebijakan yang dikeluarkan dari pemerintah Cina. Namun mereka tidak memberikan informasi lebih lanjut terkait masalah ini.

Tencent sendiri tidak memberikan respon atas pernyataan dari Bilibili tersebut. Dan mereka masih enggan memberikan komentar atas penghapusan manga ini dari platform tersebut.

Episode-episode anime tersebut masih beredar pada ranah internet Cina. Namun menjadi semakin terkenal atas review negatifnya.

Para Fans Boku no Hero Academia Marah

Pada media sosial seperti Weibo, kiriman terkait insiden tersebut telah memiliki lebih dari 15 juta pembaca. Dari banyak pembaca, lebih dari 6.000 kiriman dan komentar yang dikirim selama lebih dari 12 jam.

Tidak hanya fans dari Cina yang menyesalkan hal ini, namun tentu saja banyak fans dari Korea yang sangat marah akan hal ini. Tidak berbeda jauh dengan para fans dari Cina yang menulis kekesalan mereka atas serial manga terbaru dari Boku no Hero Academia.

Fans yang berasal dari Korea Selatan telah membanjiri akun Twitter milik Horikoshi Kohei dengan luapan kekesalan mereka. Mereka marah karena nama asli dari Daruma Ujiko karena penggunaan nama tersebut dianggap tidak manusiawi.

Sejarah Kelam Nama Maruta

Maruta(Jepang: 丸太) dalam bahasa Jepang berarti kayu gelondongan. Dalam masa peperangan tersebut, unit militer 731 dari Imperial Jepang. Penggunaan nama tersebut dilakukan untuk menutupi laboratorium percobaan manusia. Tempat ini merupakan tempat pemrosesan gelondongan kayu di tenggara kota Harbin, di Cina.

Unit 731 bertanggung jawab atas lebih dari 3.000 nyawa tahanan yang telah hilang. Karena percobaan-percobaan biologis seperti menginfeksi mereka dengan penyakit lethal. Dan juga ada pula yang mengambil organ dalam secara paksa tanpa anestesi dan membiarkannya bertahan hidup.

Penerbit Shonen Jump secara sigap menanggapi atas kejadian tersebut. Mereka mengatakan bahwa baik Shonen Jump maupun Horikoshi Kohei tidak ada niatan memberi nama karakter tersebut. Berdasarkan atas kejadian historis yang menjadi salah satu dari aib perang yang besar bagi Jepang sendiri.

Bahkan Sang kreator dari manga tersebut, Horikoshi Kohei telah meminta maaf atas kejadian tersebut dan berjanji akan mengganti nama asli dari Daruma Ujiko.


Hai, NawaReaders dan OtaCool! Jangan lupa untuk akses terus Nawala Karsa untuk informasi pop kultur dan teknologi terkini, serta Indonesian Otaku untuk dosis harian wibu kalian!

Loading...