Quantcast

Beranda » Telkomsel » India Surati Google dan Apple Untuk Hapus TikTok dari App Store!

India Surati Google dan Apple Untuk Hapus TikTok dari App Store!

INDIA – Baru saja Nawala Karsa melaporkan bahwa India merupakan pengguna TikTok terbesar di dunia dengan total pengguna 90 juta pengguna, kali ini pemerintah India benar-benar sudah kehabisan waktu dan mulai meminta perushaan Google dan Apple untuk menghapus aplikasi tersebut dari masing-masing App Store.

Aplikasi TikTok dimiliki oleh sebuah perusahaan yang bernama ByteDance. Aplikasi ini menjadi Ilegal di beberapa negara contohnya Amerika Serikat karena konten nya yang tidak mendidik.

Data ini berhasil didapatkan melalui perusahaan Sensor Tower, sebuah perusahaan pengamat Aplikasi Android dan Iphone.

Sebuah pengadilan di India yang bernama “Madras High Court“, pada awal bulan ini meminta pusat untuk segera mem-“Banned” aplikasi ini. Aplikasi ini dianggap “Mendukung Pornography” dan menghancurkan pikiran pikiran para anak muda.

“Angka 90 Juta sangatlah Besar. Ini menandakan ada kenaikan sebesar 70%, dimana diperkirakan bahwa hampir 88.6 Pengguna menggunakan aplikasi ini di akhir tahun 2018 kemarin” Ucap Oliver Yeh, Founder Sensor Tower di Blog nya.

TikTok
Logo aplikasi TikTok

Surat permintaan blokir tersebut datang dari Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India, dilansir dari Economic Times, menyebut bahwa kedua perusahaan tersebut ‘piawai’ dalam urusan blokir tersebut.

“Pengadilan Tinggi India meminta pemerintah untuk melarang pengunduhan aplikasi TikTok. Kementerian juga tengah meminta Google dan Apple untuk menghapus aplikasi tersebut dari App Store mereka masing-masing. Kini, tinggal tunggu perusahaan (ByteDance) yang menghapusnya, atau melakukan banding atas permintaan tersebut,” ujar salah satu sumber.

Dan karena sistem Android yang bersifat open source, aplikasi TikTok dapat dengan mudah diunduh secara bebas melalui situs pihak ketiga selain Google Play Store. Ini semakin mempermudah akses pengguna internet India untuk mengunduh aplikasi tersebut disaat pemerintah melarangnya.

Pemblokiran TikTok (Nyaris) Terjadi di Indonesia

Pemblokiran TikTok sendiri pernah terjadi di Indonesia. Saat itu Kemenkominfo menyatakan bahwa aplikasi tersebut juga mengandung unsur Pornografi-Pornoaksi. Netizen Indonesia saat itu juga menganggap bahwa aplikasi tersebut tidak memberikan manfaat atau faedah apapun, yang pada akhirnya meyakinkan Kemenkominfo saat itu untuk memblokir aplikasi tersebut.

https://nawalakarsa.id/inidia-cara-mudah-mengakses-tiktok-saat-diblokir/

Namun tak lama, perwakilan ByteDance datang ke Indonesia dan menyelesaikan masalah dengan cepat. Bahkan, perwakilan ByteDance juga bertemu dengan Menkominfo Rudiantara untuk menyelesaikan kasus tersebut. Dan kasus selesai ketika ByteDance berhasil membuat anak perusahaan di Indonesia dan merekrut staf lokal guna menangkal konten pornografi di aplikasi tersebut.

Jepang Sih Aman. Buktinya, Anak SMA Juga Pakai, lho!

Dikutip dari artikel kami sebelumnya berjudul “Ternyata Anak Jepang Juga Suka Tiktok“, presentase pengunduhan, 30 persen dari pengunduhan aplikasi ini berasal dari Jepang. Tak ayal, aplikasi ini menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh di App Store dalam waktu sebulan. Ini sama saja seperti Vine yang pernah dirilis ditahun 2012, namun tak lama, aplikasi tersebut ditutup pada tahun 2016 dan akhirnya kejayaan Vine digeser oleh platform lain yaitu MixChannel.

Nah bagaimana sebenarnya TikTok bisa menjadi aplikasi yang cukup populer di Jepang? Penelusuran dari Livedoor News sendiri membuktikan bahwa TikTok melakukan adaptasi pada pangsa pasar Jepang.

TikTok
Sejumlah Remaja Jepang dalam video Kompilasi TikTok

Gak lebih dari setahun, aplikasi TikTok ini telah menjadi ‘rumah’ bagi sejumlah video yang dianggap unik oleh para pemuda. Video yang hampir serupa dengan khas Vine masih populer disana, namun, ada juga video-video komedi khas Jepang yang gampang tersebar luas sana. Video tarian kadang mendominasi linimasa aplikasi tersebut.

Apa sih yang membuat aplikasi ini bisa menggaet para penggunanya terutama anak muda? Menurut prespektif sejumlah pengguna kasualnya, aplikasi tersebut ‘melepaskan’ diri dari waktu. Ya, hal ini sangat sekali tampak, apalagi dibagian Musik yang aplikasi ini sediakan. Soalnya, tahun ini saja, aplikasi populer tersebut baru saja menambahkan lagu-lagu tahun 2010-2015an kedalam playlist mereka.

Aneh sih, tetapi sejumlah lagu tersebut ternyata ada juga lho yang menyukainya. Seperti lagu dari Koda Kumi yang dibuat pada tahun 2010, lagu yang ia buat tersebut viral dan menjadi trend besar! Sejumlah media di Jepang pun bahkan mengangkat viralnya lagu Koda Kumi kedalam berita.

Loading...