Gojek, sebagai platform anak bangsa yang baru saja masuk Decacorn karena layanan “ride-hailing”nya kini akan mulai merambah pasar Jejepangan, yaitu Anime.

Hal ini dibenarkan ketika NIKKEI memberitakan bahwa Cool Japan Fund, badan pemberi dana untuk kebudayaan di bawah Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang menyuntikkan dana sekitar USD $50 Juta (Rp700 Miliar) kepada Gojek.

Cool Japan Fund akan mengincar platform baru Gojek untuk video streaming GoPlay agar menayangkan konten-konten khas Jepang terutama Anime, di samping mengenalkan kuliner Jepang melalui GoFood Festival.

Ponimu Mendukung Langkah Gojek

Ketika Anime mulai menjadi perhatian Gojek, pendiri Ponimu Marco Armando, menyebut bahwa ia mendukung langkah Gojek untuk bermain di pasar distribusi Anime.

“Semua tahu kalau Anime di Indonesia sedikit (jumlahnya) karena jarang ada pihak yang mau bermain di sana,” ujar Marco saat dihubungi Nawala Karsa.

Marco juga berharap dengan langkah dan momentum ini akan membuat masa gemilang Anime di Indonesia pada dekade 80-90’an bisa terulang. Hal ini juga akan memperkuat nilai pasar Anime yang kerap kali dipandang rendah karena maraknya pembajakan. “Sekarang akan tumbuh dengan munculnya pemain baru,” ujar Marco.

Mitsubishi Lebih Dulu Berinvestasi

Selain Cool Japan Fund, Mitsubishi Motors Corporations juga melakukan investasi pada Gojek Juli lalu. Osamu Masuko selaku Chairman Mitsubishi Motors menyebut bahwa mereka bersemangat untuk melakukan kerjasama tersebut.

“Tantangan ke depan pasti akan semakin sulit. Kami membutuhkan mitra untuk bekerja sama untuk berkembang, termasuk dengan perusahaan seperti Gojek,” ujarnya, dikutip dari VIVA. Ia juga menyebut bahwa menjalankan bisnis pada 100 tahun berikutnya akan sangat berbeda dengan kini.

Bersama Gojek, Mitsubishi akan belajar apapun termasuk peluang bisnis yang akan dikembangkan seperti layanan mobilitas terbaru. Sayangnya, Mitsubishi tidak menyebutkan angka berapapun untuk investasi ini.

PT Ponimu Indonesia Utama sendiri merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang sublisensi anime untuk membawakan anime-anime legal kepada para penonton di Indonesia. Selain memiliki situs sendiri, Ponimu juga menawarkan jasa bagi para perusahaan yang ingin membuka pintu kepada IP dari Jepang, baik untuk lisensi film, karakter, movie, dan masih banyak lagi.

Situs milik Ponimu menampilkan banyak anime legal yang bisa ditonton secara gratis tanpa biaya. Namun Ponimu juga menawarkan layanan berbayar yang memiliki kualitas HD dan tanpa batasan iklan ataupun episode sehingga penonton dapat menonton semua acara favorit mereka.

Ponimu bekerja sama dengan penerjemah profesional yang akan mengerjakan subtitel anime yang tayang di Ponimu berdasarkan teks bahasa Jepang yang didapat dari komite produksi. Hal ini memastikan kualitas dari terjemahan yang baik serta ketepatan dari terjemahan itu sendiri.

Ponimu juga sudah memiliki hubungan yang baik dengan beberapa lisensor, diantaranya adalah Hakuhodo DY Music & Pictures, Fuji Creative Corporation, TMS Entertainment, dan juga mixi Japan.

 


Artikel ini telah Redaktur revisi pada Jumat (18/10/2019) pada bagian penjelasan pendiri Ponimu Marco Armando, dan pengenalan mengenai Ponimu Indonesia.

Nawala Karsa NK Kurio