Review Film Thor: Love and Thunder, Cinta dan Rock Menurut Taika Waititi

Dalam ulasan untuk film terbaru Marvel Cinematic Universe fase keempat ini, Taika Waititi gambarkan kembali perjuangan Thor lepas peristiwa di Avengers: Endgame.

Seno Triadi
thor love and thunder
©2022 Disney/MARVEL, Edit: Nawala Karsa

“Aksi, cinta, dan komedi!” Begitulah janji dari sutradara kenamaan Taika Waititi ketika Ia mendeskripsikan film arahannya, Thor: Love and Thunder (TLAT).

Film ini sudah terputar di mayoritas bioskop Indonesia sejak Rabu (6/7/2022) lalu, dengan antusias beragam dari khalayak umum dan penggemar, melalui media sosial.

Hingga ulasan ini terpublikasi, sejumlah kritikus dari berbagai media menganggap positif film ini sejak world premiere di Hollywood, California, Kamis (23/6/2022) lalu.

Kini, publik ingin menyaksikan lagi aksi Chris Hemsworth menjadi dewa guntur eks-anggota Avengers dalam film keempatnya ini.

Bagaimana sebenarnya penggambaran dari film yang disutradarai sineas kelahiran Selandia Baru tersebut?

Dan yang terpenting, bisakah masyarakat Indonesia termasuk NawaReaders untuk menonton film TLAT ini?

Tentang Thor: Love and Thunder

Thor: Love and Thunder merupakan salah satu film produksi Marvel Studios dengan Disney, yang termasuk dalam deretan waralaba seri film Marvel Cinematic Universe.

Film TLAT ini adalah sekian dari deretan film MCU yang termasuk dalam fase keempat, pasca film Avengers: Endgame.

Kembali, Chris Hemsworth memerankan tokoh Thor, karakter ikonik yang menghias sejumlah komik Marvel, setelah sebelumya muncul di Endgame.

Hemsworth tidak sendiri, karena ia dapat bantuan dari beberapa aktor seperti Tessa Thompson sebagai Raja Valkyrie, sutradara Taika Waititi sebagai Korg, Christian Bale sebagai Gorr dan Natalie Portman sebagai Jane Foster, atau Mighty Thor.

Thor: Love and Thunder sudah tayang di Indonesia dalam format 2D dan IMAX, yang tersedia di bioskop-bioskop XXI, CGV dan Cinepolis.

Film ini, mengutip jadwal IMDB, juga segera di Disney Plus Hotstar Indonesia, namun belum resmi jadwal ketersediannya.

Keterlibatan Taika Waititi dalam Marvel Cinematic Universe

taika waititi
Sutradara Taika Waititi kembali beraksi dalam membawakan suasana ringan di film Love and Thunder ini. | FOTO: Featureflash Photo Agency/Shutterstock via Looper

Kecerdikan sutradara asal Selandia Baru, Taika Waititi memang tak ada tandingannya ketika melirik kembali prestasinya dalam film Jojo Rabbit.

Waititi memiliki gaya pengarahan yang unik. Debutnya sebagai sutradara dalam film Eagle vs. Shark yang rilis 2007, memberikan jalan terang baginya untuk menggeluti karir sebagai posisi tersebut hingga sekarang.

Kurang satu dekade meniti karirnya, ia menyita perhatian pihak Marvel Studios untuk menggarap film ketiga Thor yang rilis 2014.

Lepas perilisan filmnya yaitu Thor:Ragnarok pada 2017, ia memulai konsepsi pengembangan produksi untuk film Thor berikutnya bersama petinggi Marvel.

Dalam penulisan skrip Love and Thunder kali ini, Taika ditemani oleh seorang penulis sekaligus sutradara satu profesi, Jennifer Kaytin Robinson.

Jennifer Kaytin Robinson punya riwayat menggarap sejumlah karya bernuansa komedi romansa. | FOTO: Allison Zaucha / The Times via Los Angeles Times

Jennifer Kaytin Robinson juga adalah orang baru, seperti Taika, dalam tim produksi waralaba film MCU ini.

Ia lebih berkecimpung di industri perfilman Amerika, berkonsenterasi pada sejumlah film berjenis romantic comedy.

Robinson memiliki beberapa portfolio sepanjang karirnya yang bermula sejak 2016, dengan seri drama ciptaannya, Sweet/Vicious.

Keterlibatannya dalam waralaba Marvel Cinematic Universe terjadi pada Februari 2020 saat ia dapatkan undangan oleh Taika Watiti dalam penggarapan TLAT.

Sempat pada 2021 lalu, Robinson membantu produksi serial televisi, Hawkeye, untuk konsultasi penulisan naskah seri tersebut.

Produksi film Love and Thunder sendiri terpengaruh dengan gaya penulisan Robinson, yang kemungkinan menginginkan jam tayang lebih untuk Natalie Portman dan Chris Hemsworth.

Film ini setidaknya lebih punya banyak dialog ketimbang pada Thor:Ragnarok, menekankan banyak interaksi antar karakter tetapi tidak meninggalkan ciri khas filmnya sendiri.

Maka dari itu, tak mengherankan apabila film tersebut setidaknya memiliki cukup porsi drama yang mungkin bagi para pecinta MCU merasakan sensasi berbeda nantinya.

Dedikasi Sejumlah Aktor untuk Perannya

thor love and thunder
Russell Crowe (kiri) dan Christian Bale (kanan) punya peran penting dalam film terbaru Thor kali ini. | Edit: Nawala Karsa

Tentu saja pengarahan cerita film TLAT tidak kalah penting apabila mendiskusikan sejumlah aktor penting di dalamnya.

Penampilan Chris Hemsworth sebagai Thor Odinson terlihat berbeda dengan film-film sebelumnya. Ia lebih terbuka dan humoris semenjak berbaur di Bumi di beberapa film MCU sebelumnya.

Christian Bale pun sama, dengan debutnya sebagai tokoh Gorr si Penjagal Dewa yang ia perankan. Penampilan secara luar hampir mengingatkan penulis kepada perannya sebagai pelakon utama di film The Machinist tahun 2004.

Bale memang memiliki bakat untuk mengubah bentuk tubuhnya sesuai peran secara fleksibel dalam waktu yang sangat singkat, seperti terefleksi dalam perannya di The Dark Knight Trilogy.

Sejumlah aktor pendukung kembali ramaikan film ini seperti Tessa Thompson sebagai Raja Valkyrie, yang kini mengelola New Asgard di Bumi.

Para Guardians of The Galaxy, termasuk aktor Chris Pratt, Pom Klementieff, Karen Gillian, Dave Bautista, Vin Diesel, dan Bradley Cooper tampil juga dalam film ini.

Ada juga Russell Crowe, pemenang Aktor Terbaik versi Oscar, sebagai Zeus yang di jagat Marvel merupakan karakter dewa guntur paling bijaksana.

Tak ketinggalan, sutradara Taika Waititi kembali menyuarakan Korg sang Ksatria Kronan, yang punya gaya bicara humoris.

Kesemuanya punya lini dialog secara spefisik dan tentu saja dapat menghibur para fansnya.

Performa Natalie Portman Sebagai Mighty Thor

thor love and thunder
Gosipnya, Natalie Portman meninggikan badannya hingga 183cm untuk perannya sebagai Mighty Thor. | ©2022 MARVEL. Gambar: CBR

Mungkin bagi penulis, aktris Natalie Portman kembali bermain dalam TLAT menjadi titik penting dalam sejarah seri film Thor. 

Setelah terlewatkan dalam film Ragnarok, kini Portman kembali menjadi Jane Foster, yang kini adalah mantan pacar Thor.

Kembalinya Portman terjadi berkat sutradara Taika Waititi mengajaknya kembali untuk syuting bareng Chris Hemsworth, pada 2017 lalu.

Terakhir, Portman bintangi Jane Foster secara fisik lewat The Dark World pada 2013 lalu.

Untuk mendedikasikan perannya Portman juga kabarnya mengubah bentuk badan untuk sejumlah adegan film TLAT. Hal yang sebenarnya pernah ia lakukan untuk sejumlah filmografi dirinya di film seperti V For Vendetta, The Black Swan, dan lain sebagainya.

Guns ‘n Roses Sebagai Surat Cinta Taika Waititi?

Beberapa lagu Guns ‘n Roses punya makna simbolisme sepanjang cerita film TLAT. | FOTO: Pete Still/Redferns via The Edge Magazine Southampton

Bagi yang menonton filmnya, ada beberapa dari NawaReaders merasa tak asing dengan lagu-lagu terdendangkan mulai dari trailer yang beredar.

Benar, film ini menghadirkan kembali lagu-lagu dari Guns ‘n Roses (GnR) yang sangat booming di era 90an.

Walaupun demikian, lagu-lagu band tersebut mungkin menjadi sebuah plot point kepada beberapa elemen cerita yang setidaknya mendukung.

Apabila berbanding dengan sejumlah lagu lawas termainkan dalam Guardians of The Galaxy, diskografi GnR di film ini makin tersorot. Perbedaan sangat drastis berbanding ketika Taika Waititi memasang Immigrant Song dalam Thor: Ragnarok.

Waititi sendiri mengaku, seperti melansir CBR, bahwa film terkininya tersebut adalah, “sebuah surat cinta kepada musik rock jaman 80an”.

Sementara, komposisi musik karya Michael Giacchino dalam film tak kalah epik. Ia bergabung ke dalam waralaba Marvel Cinematic Universe sejak Doctor Strange pada 2016.

Tema dari setiap karakter terasa jelas dan berkarismatik, kesampingkan tema dari tokoh Thor sendiri.

Sejumlah Aspek yang Patut Diperhatikan

Film Thor: Love and Thunder memang akan banyak tersuka baik para penggemar berat MCU maupun khalayak umum. Semua berkat alur cerita dan penokohannya yang unik.

Pastinya, film ini tak jauh dari beberapa faktor yang mungkin bagi penontonnya terasa kurang puas.

Misalkan, bagaimana Waititi membawa keseluruhan film yang berdurasi dua jam tersebut, dapat penonton terima dengan senang hati.

Karakter Bale dalam film sebenarnya sangat perlu tergali karakternya, yang mana tokoh Gorr dalam seri komik Marvel lebih tersorot.

Tokoh Gorr sebenarnya belum lama terkreasikan di komik Marvel resminya, yang mana apabila tereksplor lebih mungkin penonton dapat mengerti motif sebenarnya dari antagonis tersebut.

Begitu juga dengan porsi screentime kepada Raja Valkyrie, yang perlu lebih menyorot perannya mengembangkan kawasan New Asgard.

Namun, mengingat film ini berfokus kepada Thor menghibur dirinya selepas berjuang bersama Avengers dalam Endgame, mungkin hal tersebut dapat termaklumi.

Hal yang juga penting penonton maklumi, film Thor ini bercampur antara drama berpadu rock, yang mungkin membuat NawaReaders kurang berkenan.

Musik dari GnR barangkali akan kurang menyenangkan bagi generasi muda yang baru mendengarnya. Tetapi seleksi lagu mereka dari sutradara Waititi membuat penontonnya akan lebih penasaran dengan sejumlah lagu ternama mereka lepas menonton.

Film ini juga dapatkan rating 13 tahun keatas, yang mana ada beberapa scene kurang pantas kepada penonton di bawah umur pastinya.

Jadi, Perlukah Nonton Thor: Love and Thunder?

thor love and thunder
Tessa Thompson dalam TLAT perlu perhatian lebih, meski Natalie Portman punya screentime lebih banyak. | ©2022 Disney/MARVEL, Gambar: GamesRadar

Pada akhirnya, film Thor: Love and Thunder ini merupakan karya dari Taika Waititi yang menunjukkan usahanya menggarap film ini.

Dari segi filmnya saja sebenarnya cerita dapat dikembangkan lebih jauh untuk tokoh, selain dari sisi aktor Chris Hemsworth serta Natalie Portman, supaya punya sorotan.

Apakah film ini merupakan pemanasan kepada film-film Marvel Cinematic Universe fase keempat yang akan datang, atau sebaliknya, balik lagi ke pendapat mereka sendiri.

Tapi yang terpenting, film TLAT sangat perlu untuk ditonton khalayak penggemar dan masyarakat hobi nonton film di bioskop.

Alangkah lebih elok untuk masyarakat Indonesia saksikan sendiri aksi Thor dalam film Thor: Love and Thunder ini.

Karena, penulis beranggapan bahwa film ini setidaknya sangat memuaskan secara keseluruhan filmnya. Mulai dari segi alur cerita, musik, akting dari pelakon, dan lain sebagainya.

Akhir kata, penulis memberikan skor 7.8/10 untuk keseluruhan film ini. Film yang sangat menghibur bagi kalangan pop kultur, tetapi bisa lebih baik lagi untuk penggalian karakternya.