Masih Dibuka! Kompetisi Debat Sastra Tingkat SMA Perebutkan Puluhan Juta Rupiah!

Dalam rangka Satu Abad Chairil Anwar, Komunitas Salihara mengundang para siswa jenjang SMA untuk berpartisipasi dalam lomba debat sastra dengan topik penyair tersebut.

Seno Triadi
Gambar: Komunitas Salihara

Dalam rangka mendukung dan menumbuhkan minat membaca sastra sejak dini, Komunitas Salihara kembali mengadakan Kompetisi Debat Sastra Tingkat SMA yang akan dilakukan secara daring dan luring.

Kompetisi ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan siswa/i tentang perkembangan sastra Indonesia sekaligus menumbuhkan rasa bangga menjadi wakil sekolah masing-masing.

Apresiasi untuk Syair Chairil Anwar dan Sastra Amerika

debat sastra salihara 2022
Poster resmi untuk Kompetisi Debat Sastra Tingkat SMA Salihara 2022. | Gambar: Komunitas Salihara

Tahun ini, Komunitas Salihara akan mengangkat tema tentang Membandingkan Sajak Chairil Anwar dengan Penyair Amerika Serikat.

Tema tersebut diangkat sebagai bentuk peringatan akan 100 tahun sang penyair yang jatuh tepat di 2022 ini.

Sebagai seorang penyair dan penulis penting di awal era kemerdekaan Indonesia, karya-karya Chairil Anwar kerap terpengaruh oleh penyair-penyair dunia seperti Belanda, Tiongkok, dan Jerman.

Kompetisi ini akan terfokus terhadap hubungan karya-karya Chairil Anwar yang terpengaruh oleh karya para penyair Amerika Serikat sebagai pembandingnya.

Prosedur Partisipasi Kompetisi

Untuk bisa berpartisipasi, peserta merupakan siswa yang masih duduk di bangku SMA atau setara ketika final debat berlangsung hingga Minggu (30/10/2022).

Kompetisi ini tertutup untuk kelompok dari sekolah yang telah menjadi finalis dan juara pada tahun sebelumnya.

Siswa/i diminta untuk membentuk satu kelompok yang terdiri dari tiga anggota. Setiap sekolah setingkat SMA dipersilakan untuk mengirimkan lebih dari satu kelompok sebagai perwakilan.

Peserta juga diizinkan untuk memberi nama kelompoknya secara bebas.

Setiap kelompok akan diminta untuk membuat telaah berupa tulisan atau makalah terkait dengan karya yang dibandingkan (didapat setelah mengisi formulir pendaftaran).

Peserta yang memenuhi kualifikasi akan masuk menuju babak final yang akan diadakan Oktober 2022, lokasi mengikuti perkembangan kondisi protokol kesehatan.

Bila aman untuk diadakan di Komunitas Salihara, peserta yang berada di luar Jabodetabek akan ditanggung biaya akomodasi dan transportasinya.

Pendaftaran kompetisi ini telah terbuka secara resmi pada Sabtu (7/5) hingga Jumat (9/9). Pengumpulan makalah paling lambat Sabtu (10/9).

Juara 1 akan mendapatkan hadiah sejumlah Rp20.000.000; Juara 2 sejumlah Rp10.000.000; dan tiga makalah favorit masing-masing Rp3.000.000.

Info lebih lanjut tentang pendaftaran kompetisi debat sastra ini bisa dikunjungi melalui pranala ini!

Tentang Chairil Anwar dan Penyair Amerika Serikat

Demi memperbaharui perpuisian Indonesia modern pada dasawarsa 1940-an, Chairil Anwar tidak hanya membaca sajak-sajak penyair Belanda dan Jerman, tetapi juga penyair Amerika Serikat, seperti Archibald MacLeish, John Cornford, Conrad Aiken, T.S. Eliot, Ezra Pound, dan W.H. Auden.

Dia bukan hanya membaca dan menerjemahkan karya-karya itu, tetapi menyadurnya atau menjadikan semua itu sebagai inspirasi dari puisi-puisinya.

Menurut H.B. Jassin, kritikus dan dokumentator sastra, ketika Chairil Anwar meninggal pada 28 April 1949, ia meninggalkan tidak kurang dari 70 sajak asli, 4 sajak saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli dan 4 prosa terjemahan—semua jadi 94 tulisan.

Membicarakan atau membahas bagaimana pengaruh sajak-sajak penyair Amerika Serikat terhadap kompleks persajakan Chairil Anwar, akan memberi kita kesempatan untuk memahami pentingnya karya sastra di masa lalu dalam perspektif yang lebih luas dan kaya.