Quantcast

Beranda » Dari Menara Siar » Satu Untuk Semua! Ini 10 Fakta Tentang SCTV yang Kamu Perlu Tahu

Satu Untuk Semua! Ini 10 Fakta Tentang SCTV yang Kamu Perlu Tahu

Dari Surabaya ke Jakarta, dari serial drama hingga tayangan olahraga kelas dunia. Ini dia 10 Fakta tentang SCTV yang sayang untuk dilewatkan.

NawaReaders pasti tak asing dengan stasiun televisi ini. Ya, Surya Citra Televisi memang dikenal dengan tayangan drama dari pagi hingga malam. Namun tahukah NawaReaders tentang fakta lain tentang SCTV?

Kali ini Nawala Karsa akan berbagi 10 fakta tentang SCTV. Beberapa pembahasan di sini mungkin belum pernah NawaReaders ketahui sebelumnya. Penasaran?

Adik RCTI yang Lahir di Surabaya

Gedung SCTV Surabaya

SCTV awalnya berdiri dengan nama Surabaya Centra Televisi, yang merupakan stasiun televisi pertama di Jawa Timur. Pertama kali bersiaran resmi pada 24 Agustus 1990, ia beroperasi sebagai anak jaringan dari RCTI yang mengudara setahun sebelumnya.

Saat itu, SCTV menayangkan sejumlah program dari RCTI dalam waktu sehari sesudah penayangan aslinya. Pengiriman materi siaran pun masih meggunakan jasa penitipan yang memakan waktu.

Mau Tampil di SCTV? Ke Surabaya Dulu Dong!

Padhyangan Project

SCTV kemudian mendapat ijin siaran nasional pada tahun 1992 dan memulai siaran nasionalnya tepat pada ulang tahunnya yang ke-3. Di tahun yang sama, SCTV menggunakan jenama Saluran Hiburan dan Informasi untuk program bersama dengan RCTI.

Walaupun sudah bersiaran nasional, SCTV masih memusatkan produksinya di kota Surabaya. Hal ini diakui oleh sejumlah pengisi acara di stasiun televisi itu, salah satunya adalah Padhyangan Project. Saat dikontrak oleh SCTV untuk sebuah acara hiburan mingguan, grup parodi ini sampai harus bolak-balik Bandung-Surabaya untuk menjalani proses syuting.

Pindah ke Jakarta

SCTV Tower

Beralihnya kepemilikan dan ketatnya persaingan membuat SCTV berpindah kandang ke Jakarta. Sebelum menempati lokasi saat ini di Senayan City, stasiun televisi ini pernah berkantor di Wisma AKR, Wisma Indovision dan Grha SCTV (sekarang gedung Mitra).

Namun bukan berarti rumah aslinya diabaikan begitu saja. Hingga saat ini, gedung SCTV di Surabaya masih difungsikan sebagai stasiun jaringan.

Evolusi Logo SCTV

Tak seperti stasiun televisi seangkatannya, SCTV termasuk stasiun televisi yang tidak rajin berganti wajah. Tercatat hanya pada tahun 2005, SCTV mengganti logonya menjadi seperti yang kita kenal saat ini.

Walaupun sebenarnya, SCTV sempat memoles ulang logonya pada awal tahun 2003. Bayangan hitam yang melapisi logo tersebut dihilangkan, menjadikan logo SCTV saat itu lebih berkesan metalik.

Tinggalkan RCTI, SCTV Kini Bersaudara dengan Indosiar

Fakta SCTV dari RCTI ke Indosiar

Status saudara antara RCTI dan SCTV berakhir di tahun 2000, seiring dengan lepasnya kepemilikan Bimantara Citra, yang juga memiliki RCTI, di tahun itu. Walau demikian, kedua stasiun televisi ini masih berbagi hak siar saat gelaran Euro 2000.

Sebelas tahun berselang, SCTV pun mendapat saudara baru. Indosiar berhasil direngkuh dari Grup Salim dan menjadi saudaranya melalui Surya Citra Media.

Dari Laga Hingga Cinta, Drama Adalah SCTV

Para Pencari Tuhan Jilid 12 SCTV
Serial religi tahunan Para Pencari Tuhan yang tayang di stasiun televisi SCTV

SCTV dikenal dengan program drama. Tak terkecuali saat ini dimana acara drama dapat disaksikan dari bangun pagi hingga tidur malam. Sejumlah sinetron populer seperti Inikah Rasanya, Cinta Fitri, Islam KTP, Para Pencari Tuhan dan Anak Langit pernah mengangkat popularitas stasiun televisi ini.

Namun tahukah NawaReaders bahwa sebelum dikenal dengan drama percintaan, SCTV sempat meraih kesuksesan berkat serial laga. Sejumlah judul seperti Deru Debu, Jacklyn, Misteri Nini Pelet hingga serial semi-tokusatsu Srikandi pernah membawa stasiun televisi ini ke puncak kesuksesan.

FTV itu SCTV, SCTV itu FTV

ftv sctv

Istilah FTV (film televisi) pertama kali dipopulerkan oleh SCTV pada tahun 1998. Ketika itu FTV digarap oleh Prima Entertainment dan mengudara setiap Selasa malam.

Siapa sangka popularitas program ini mampu bertahan hingga sekarang. Walaupun sudah berganti rumah produksi, namun program FTV masih menjadi andalan stasiun televisi ini di berbagai slot tayangan.

Liputan 6, Program Berita SCTV Lintas Media

Liputan 6

Berawal dari kurangnya penayangan paket berita dari SCTV di program berita besutan RCTI, stasiun televisi ini pun memberanikan diri menayangkan program beritanya sendiri pada tahun 1996. Bertajuk Liputan 6 Sore, program berita ini mendadak populer di masyarakat dan eksis hingga sekarang dalam bendera Liputan 6.

Sukses di layar kaca, Liputan 6 pun melebarkan sayap ke dunia maya. Situs liputan6.com didirikan pada tahun 2000 dan hingga saat ini masih menjadi salah satu situs berita terpopuler di tanah air.

Musik dan Kuis yang Pernah Menghiasi Layar SCTV

Program musik Inbox pernah menjadi alternatif hiburan di pagi hari, sementara di sore hari SCTV pernah menayangkan Hip HIp Hura, Playlist hingga METAL (Meriah Total).

Tak hanya itu, program kuis dan variety show ikonik juga pernah tayang di SCTV. Beberapa judul populer yang pernah ditayangkan antara lain Indosat Galileo, Roda Impian, Kocok-kocok hingga Eat Bulaga! Indonesia.

Dari Sepak Bola hingga Olimpiade, Olahraga Juga Jadi Andalan

UEFA Champions League musim 2019-2020 akan ditayangkan di SCTV

Sejarah eksistensi SCTV tak lepas dari sejumlah acara olahraga. Saat masih berstatus sebagai afiliasi RCTI, SCTV menayangkan sejumlah ajang seperti Piala Dunia 1994 dan 1998, SEA Games (1995, 1997, 1999), Liga Inggris dan EURO 2000.

Lepas afiliasi tak membuat program olahraga benar-benar menghilang. Bahkan SCTV masih menayangkan sejumlah ajang seperti UEFA Champions League, Asian Games 2018, Olimpiade Brasil 2016 hingga Piala Dunia 2006.

Itu dia beberapa fakta menarik mengenai SCTV. NawaReaders punya fakta menarik lainnya tentang stasiun televisi ini? Jangan lupa untuk menambahkannya di kolom komentar.

Loading...