Quantcast

Beranda » Menurut Kita » Review Boku no Hero Academia di RTV: Kamu Bisa Menjadi Pahlawan

Review Boku no Hero Academia di RTV: Kamu Bisa Menjadi Pahlawan

RTV, atau Rajawali Televisi mulai menayangkan serial Boku no Hero Academia pada Sabtu (18/07) lalu yang cukup menarik banyak minat para penonton.

Setelah ditunggu-tunggu sekian lamanya, akhirnya Rajawali Televisi atau biasa dikenal sebagai RTV menayangkan anime Boku no Hero Academia dilayar kaca, dan kali ini kami akan melakukan review terkait penayangan seri berikut.

Tayang perdana di stasiun televisi lokal

Penayangan Boku no Hero Academia di Indonesia cukup mengejutkan banyak orang baik para penggemar serial tersebut maupun penggemar anime secara umum karena tidak menyangka bahwa acara tersebut ditayangkan pada televisi lokal!

Pada akhir Juni (27/06) lalu, RTV mengumumkan penayangan serial anime Boku no Hero Academia pada layar kaca yang menuai banyak antusiasme dari para penggemar serial tersebut. Serial anime yang diadaptasi dari manga buatan Kohei Horikoshi dengan judul yang sama tersebut akhirnya ditayangkan pada layar kaca pada hari Sabtu (18/07) lalu.

Sinopsis Boku no Hero Academia

Serial ini mengisahkan tentang perjuangan Midoriya Izuku atau yang biasa dikenal sebagai Deku, yang sangat mengagumi para pahlawan super, khususnya All Might. Namun, harapannya untuk menjadi seorang pahlawan harus pupus. Dia harus menerima kenyataan bahwa dirinya merupakan seorang quirkless, atau tidak memiliki quirk sama sekali. Padahal, setiap pahlawan super memiliki kekuatan super dari quirk yang mereka miliki masing-masing. Hal tersebut tetap tidak memadamkan cita-citanya menjadi seorang pahlawan super. Dan benar saja, pertemuannya dengan pahlawan super idolanya, All Might mengubah hidupnya.

Pendapat penulis terkait penayangan perdana Boku no Hero Academia di Indonesia

Tayangan perdana serial anime yang bertema pahlawan super tersebut menuai banyak antusiasme dan memicu banyak perdebatan. Dan benar saja, sebagai acara televisi yang ditayangkan pada segmen acara anak-anak, banyak adegan yang harus disensor. Contohnya pada adegan ketika All Might menunjukkan bekas lukanya kepada Deku dan kostum superhero yang dikenakan Momo pada ending credit acara tersebut. Keduanya disensor sebagian oleh pihak televisi.

Dan tentu saja karena ditayangkan pada televisi lokal, tayangan tersebut dialih suarakan dari Bahasa Jepang menjadi Bahasa Indonesia. Hal tersebut juga memicu banyak perdebatan, seperti kesesuaian suara karakter yang dialih suarakan oleh para pengisi suara dari Indonesia atau kesesuaian dialog antar tokoh pada tayangan anime tersebut.

Ada sedikit kesalahan seperti penulisan nama salah satu karakter pada anime Boku no Hero Academia. Nama Tenya Iida yang ditulis menjadi Lida Tenya. Ada juga yang beranggapan bahwa kesalahan penamaan tersebut dikarenakan keisengan para warganet pada akun Instagram resmi milik RTV.

Penayangan Boku no Hero Academia sudah tepat?

boku No hero academia RTV

Sebagai seorang yang semasa kecilnya banyak sekali tayangan televisi yang bertema serial animasi, saya merasa hal ini sebuah angin segar. Mengingat akhir-akhir ini minim sekali acara televisi yang menampilkan tayangan serial animasi.

Terlebih, meskipun segalanya bisa diakses dengan mudah melalui internet, namun tetap saja masih ada yang belum dapat mengakses internet. Masih banyak yang mengandalkan televisi sebagai satu-satunya hiburan di rumah.

Salah satu hal yang ingin saya tunjukkan dalam review kali ini adalah, Boku no Hero Academia ditayangkan pada segmen anak-anak di RTV, penambahan sensor pada adegan tertentu sangatlah lumrah.

Akting yang diperankan oleh para penyulih suara juga cukup bagus, seperti suara All Might pada adegan melawan monster yang terdengar menggaung, atau Bakugo yang selalu berteriak kepada Deku.

Loading...