Quantcast

Beranda » Menurut Kita » 5 Rekomendasi Judul Novel Asal Jepang Membuat Pikiranmu Menggugah

5 Rekomendasi Judul Novel Asal Jepang Membuat Pikiranmu Menggugah

Punya hobi membaca dan tidak tahu harus baca buku apalagi? Tenang, kami memiliki sejumlah rekomendasi novel Jepang seru untuk kalian baca!

Buku adalah jendela dunia. Anggapan tersebut sudah terbukti kebenarannya dengan banyaknya orang sukses yang memiliki kebiasaan atau hobi membaca buku dan menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Jika kalian memiliki hobi membaca, kami punya rekomendasi buku novel karya penulis asal Jepang yang dapat kalian baca dan resapi maknanya.

Berikut adalah lima judul novel karya pengarang asal Jepang yang dapat menggugah hati dan pikiran kalian.

Dua Belas Pasang Mata (Nijushi no Hitomi), Karya Sakae Tsuboi

Dua Belas Pasang Mata Nijushi no Hitomi

Dua Belas Pasang Mata merupakan sebuah novel yang berlatar pada saat zaman Perang Dunia II karya penulis Sakae Tsuboi dan pertama kali diterbitkan pada 1952. Novel ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama pada beberapa tahun yang lalu.

Buku ini menceritakan Bu Guru Oishi yang ditugaskan mengajar di sebuah sekolah di desa. Bersama guru-guru lainnya, ia mengajar anak-anak didiknya dengan sepenuh hati.

Sayangnya, masa sekolah yang seharusnya penuh impian dan harapan terpaksa harus berubah karena kondisi perang yang melanda Jepang pada waktu itu. Bu Guru Oishi dan anak-anak didiknya pun harus dapat beradaptasi dengan keadaan tersebut.

Gadis Minimarket (Konbini Ningen), Karya Sayaka Murata

Konbini Girl

Konbini Ningen, atau dalam bahasa Inggris juga disebut sebagai Convenience Store Woman, adalah sebuah novel karya Sayaka Murata yang memenangkan penghargaan bergengsi Akutagawa Prize pada 2016 lalu. Meskipun novel ini relatif baru dan ceritanya simpel, namun novel ini sarat akan kritik sosial terhadap tatanan sosial masyarakat, khususnya di Jepang.

Novel ini menjadikan minimarket, salah satu hal yang dikenal di Jepang, sebagai tema utamanya. Adalah Keiko Furukura, seorang wanita berusia 35 tahun yang telah bekerja sebagai pegawai minimarket sedari saat ia masih menjadi mahasiswi.

Keiko tidak percaya bahwa dirinya dapat menjadi “normal” karena pemikirannya berbeda dengan orang kebanyakan. Pada suatu kesempatan, ia bertemu dengan Shiraha, seorang pria yang menantang pandangannya soal tatanan masyarakat di sekitarnya.

I Saw the Same Dream Again (Mata Onaji Yume wo Miteita), Karya Yoru Sumino

I Saw the Same Dream Again Mata Onaji Yume wo Miteita

Buat para penggemar film anime, nama Yoru Sumino mungkin tidak asing di telinga kalian. Karyanya yang berjudul I Want to Eat Your Pancreas telah terkenal dan telah diadaptasi menjadi film anime dan film live action. Tahukah kalian, kalau Sumino-sensei memiliki sebuah karya lainnya yang tak kalah bagusnya, yaitu I Saw the Same Dream Again.

Sebenarnya, cerita dari novel ini amatlah simpel; tentang Nanoka Koyanagi, seorang gadis cilik yang diberi PR berupa sebuah pertanyaan berbunyi, “Apa itu kebahagiaan?”.

Di tengah-tengah pencariannya akan jawaban untuk pertanyaan itu, Nanoka bertemu dengan tiga orang pribadi yang dapat membantunya dan berbagi pandangan mereka soal hidup. Namun, melalui interaksi itu pula, pembaca juga dapat memetik beberapa pelajaran berharga tentang hidup dari novel ini.

The Dead Returns, Karya Akiyoshi Rikako

The Dead Returns

Nama Akiyoshi Rikako mungkin tidak terdengar asing buat kalian yang suka membaca novel-novel bergenre thriller. Karya-karyanya yang seru dan selalu disisipi oleh plot twist di bagian akhirnya telah memikat hati banyak pembaca. Salah satu karyanya yang tidak terlalu “berat” jika dibandingkan dengan karya lainnya, namun tetap penuh arti adalah The Dead Returns.

Novel ini bercerita mengenai Koyama Nobuo, seorang siswa yang didorong sehingga terjatuh dari atas tebing oleh sosok misterius. Ketika Koyama terbangun di rumah sakit, ia mendapati bahwa ia tidak ada dalam tubuhnya lagi. Roh Koyama telah mendiami Takahashi Shinji, seorang siswa populer di sekolahnya.

Meskipun awalnya sempat senewen dan kerepotan karena ia menempati tubuh Shinji yang memiliki kepribadian bertolak belakang dengannya, Koyama bertekad untuk mencari tahu soal siapa sosok misterius yang telah mendorongnya.

Kitchen, Karya Banana Yoshimoto

Kitchen Novel

Buat para penggemar sastra modern, mungkin Kitchen karya penulis Banana Yoshimoto menjadi salah satu contoh novel yang memiliki cerita yang kelam, namun dikemas dengan baik. Karena gaya penceritaannya yang unik, Kitchen juga telah menuai sejumlah pujian dari The Independent, The Times, dan The New Yorker.

Novel ini terdiri atas dua bagian cerita yang berbeda, yaitu Kitchen dan Moonlight Shadow. Dalam bagian Kitchen, diceritakan mengenai kehidupan Mikage Sakurai, seorang wanita yang gemar memasak dan sedang berusaha move on dari kematian neneknya dan berteman dengan teman-teman neneknya, Yuichi dan Eriko, untuk melewati masa-masa berat tersebut.

Bagian Moonlight Shadow berkisah mengenai Satsuki, seorang wanita yang baru kehilangan kekasihnya dalam sebuah kecelakaan. Ia pun bertemu dengan adik kekasihnya, Hiiragi, yang kekasihnya juga meninggal dalam kecelakaan yang sama. Satsuki juga bertemu dengan Urara, seorang wanita yang berkata bahwa ia bisa meredakan luka batin Satsuki akibat kehilangan seseorang.

Itulah lima rekomendasi novel karya penulis asal Jepang dari kami. Kalau kalian memiliki hobi membaca dan bingung harus membaca buku apa lagi, rekomendasi buku-buku novel Jepang ini bisa kalian baca dan kalian akan menemukan bahwa buku fiksi pun juga memiliki sejumlah tema yang relevan dengan kehidupan manusia dan kalian dapat mengambil ilmu dari sana pula.

Oh ya, kalau kalian tertarik dengan karya-karya Haruki Murakami yang dapat dibaca di waktu senggang kalian, bisa klik di sini untuk melihat rekomendasi dari kami.

Kalau kalian memiliki usul yang lain, boleh lho, beritahu kami!

Loading...