Quantcast

Beranda » Menyebarnya Virus Corona, Tempat Wisata Di Kyoto Jadi Sepi Pengunjung

Menyebarnya Virus Corona, Tempat Wisata Di Kyoto Jadi Sepi Pengunjung

Beberapa tempat wisata turis di Kyoto menjadi sepi sejak mulai menyebarnya virus Corona.

Awal tahun 2020 menjadi momen tak terduga bagi pariwisata Jepang. Dilansir dari Soranews, sejumlah tempat wisata di Kyoto yang biasanya selalu dipadati oleh turis menjadi sangat sepi dikarenakan menyebarnya Virus Corona (nCOV – novell Coronavirus) akhir-akhir ini.

Berkurangnya Turis Wisata Di Kyoto Karena Virus Corona

Turis asal China biasa dikenal dengan bepergian ke luar negeri dalam bentuk rombongan besar, terutama kunjungan ke Jepang. Akan tetapi setelah menyebarnya virus Corona, sementara ini Pemerintah China telah memutuskan melarang adanya rombongan besar seperti biasanya untuk bepergian ke luar negeri.

Adanya larangan tersebut membuat jumlah kunjungan turis China di Jepang, khususnya di Kyoto menurun drastis.

Surat kabar Kyoto Shimbun telah merilis berita tentang penurunan drastis pengunjung berbagai tempat wisata di Kyoto. Seorang pemilik toko suvenir di dekat Kuil Kinkakuji, salah satu tempat wisata andalan di Kyoto berpendapat tempat tersebut yang biasanya sangat ramai pada tahun sebelumnya, untuk kali ini hanya sekitar setengahnya.

Kemudian seorang pedangang suvenir di tempat lain, Kuil Kiyomizudera mengatakan penurunan jumlah turis tersebut adalah yang terparah selama 30 tahun terakhir.

Terakhir, seorang pemilik toko di dekat Kuil Shinto Fushimi Inari Taisha resah dengan sepinya jumlah pengunjung. Sebelumnya ia telah menambah stok dagangannya untuk menyambut datangnya turis China dalam kunjungan liburan tahun baru (Imlek), yang biasanya dapat mencapai jumlah 200 bis tur. Ia berharap semoga situasi di tempat wisata Kyoto bisa segera pulih.

Tidak hanya turis internasional, rupanya kunjungan turis domestik ke Kyoto juga menurun. Seorang pemilik toko di sekitar kuil Kinkakuji berpendapat hal tersebut berlaku juga untuk turis domestik dan turis Barat.

Dilaporkan seorang turis domestik terlihat ragu-ragu untuk membatalkan kunjungannya ke Kyoto karena ia khawatir terkena virus tersebut, padahal Ia sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegahnya.

Nara Juga Mengalami Hal Yang Sama

Penurunan jumlah kunjungan oleh turis tidak hanya terjadi di Kyoto. Nara yang letaknya sekitar satu jam dari Kyoto mengalami hal yang sama. Biasanya turis China yang telah mengunjungi Kyoto akan mengunjungi Nara dalam satu paket kunjungan.

Seorang pengguna Twitter telah melaporkan salah satu tempat wisata andalan di Nara, Kuil Todaiji menjadi sepi dari pengunjung.

Di lain cerita, kemarin (2/9) di Kyoto telah terjadi hujan salju lebat. Seorang pengguna Twitter lainnya telah merekam keindahan kuil Kinkakuji yang diselimuti salju. Kita berharap semoga situasi pariwisata di Jepang segera pulih.

Virus Corona Di Jepang

Menurut Kyodonews, virus Corona dikonfirmasi sudah memasuki wilayah Jepang sejak 28 Januari 2020. Laporan terkini yang dilansir dari ABC News Australia, jumlah penderita virus Corona di Jepang hingga tanggal 10 Februari 2020 telah mencapai 165 orang.

Angka tersebut melonjak setelah sebanyak 65 penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang sedang berlabuh di Yokohama ditemukan terkena virus Corona.

Menyebarnya Virus Corona juga berdampak pada sektor pariwisata, ekonomi, dan sosial setempat, sehingga Pemerintah Jepang telah melakukan berbagai upaya dalam menghadapi masalah tersebut.


Hai, NawaReaders dan OtaCool! Jangan lupa untuk akses terus Nawala Karsa untuk informasi pop kultur dan teknologi terkini, serta Indonesian Otaku untuk dosis harian wibu kalian!

Loading...