Quantcast

Beranda » Setelah Nelayan Vietnam, Kini Nelayan China Terlihat di Laut Natuna

Setelah Nelayan Vietnam, Kini Nelayan China Terlihat di Laut Natuna

Tidak lama setelah nelayan asing asal Vietnam kedapatan memasuki laut Natuna, kini giliran nelayan asal China melakukan hal serupa. Bedanya kali ini mereka dikawal oleh kapal Coast Guard China yang membuat nelayan tersebut semakin leluasa mengambil ikan di laut Natuna.

Dikutip dari Kumparan. Peristiwa ini berawal dari video yang menampilkan kemunculan kapal-kapal asing yang diduga berasal dari China. Lebih parahnya lagi kapal nelayan tersebut dikawal oleh kapal Coast Guard asal negeri Tirai Bambu tersebut.

Berdasarkan data dari AIS (Automatic Identification System) menunjukkan pada tanggal 28 Desember 2019 menemukan kapal Coast Guard asal China yang mengawal kapal nelayan asing berada di sekitar 3.8 Nautical Miles dari Garis Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia-Malaysia.

Malah beberapa bulan sebelumnya, Ketua Nelayan Lubuk Lumbang, Kabupaten Natuna menjelaskan bahwa salah satu anggota kelompoknya yang sedang mencari ikan pada tanggal 26 Oktober 2019 sempat diusir oleh kapal Coast Guard asal negeri Tirai Bambu tersebut. Padahal mereka masih berada di laut Indonesia.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) langsung memanggil Dubes Republik Rakyat China (RRC) di Jakarta untuk melayangkan protes keras atas peristiwa tersebut.

“Pada Senin (30/12), hasil rapat antar kementerian di Kemenlu mengonfirmasi terjadinya pelanggaran Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Termasuk kegiatan IUU fishing, dan pelanggaran kedaulatan oleh Coast Guard RRC di perairan Natuna,” pernyataan resmi dari Kemenlu RI.

Kemenlu juga menegaskan bahwa ZEE Indonesia sudah ditetapkan berdasarkan UNCLOS, sehingga RRC sebagai anggota UNCLOS harus menghormati garis ZEE tersebut.

“Menegaskan kembali bahwa Indonesia tidak memiliki overlapping jurisdiction dengan RRC. Indonesia tidak akan pernah mengakui 9 dash-line RRC. karena penarikan garis tersebut bertentangan dengan UNCLOS sebagaimana diputuskan melalui Ruling Tribunal UNCLOS tahun 2016,”tegas Kemenlu.

“Kemenlu akan terus lakukan koordinasi erat dengan TNI, KKP dan Bakamla guna memastikan tegaknya hukum di ZEEI,” tutup Kemenlu.

Sebelum China, Nelayan Vietnam Sudah Menyerbu Lebih Dulu

nelayan vietnam serbu laut natuna

Tentu kita masih ingat dengan peristiwa serupa beberapa bulan lalu saat nelayan asing asal Vietnam mulai menyerbu laut Natuna.

Hal ini dapat dibuktikan saat nelayan asal Kepulauan Riau melalui akun Facebook-nya Dedek Ardiansyah Terisno. Dia mengunggah video-video detik-detik nelayan asing yang diduga berasal dari Vietnam mengambil ikan di sekitar laut Natuna.

Selamat untuk KIA VETNAM Semoga pemerintah siapkan anggaran untuk kapal melakukan pengawasan di akhir tahun…

Posted by Dedek Ardiansyah Terisno on Tuesday, 24 December 2019

Diketahui bahwa peristiwa tersebut direkam pada tanggal 23 Desember 2019. Kapal-kapal tersebut telah beroperasi sejak tanggal 17 Desember silam dengan perkiraan sebanyak 20 buah kapal.

Dalam video tersebut juga, Dedek memberikan titik koordinasi lokasi pengambilan ikan tersebut. Lokasinya berada di antara koordinat 04.10.000 – 109.10.000 atau masih di sekitar laut Natuna. Sayangnya saat itu Dedek tidak bisa menangkap lebih banyak gambar dan video karena kalah jumlah dan tidak bisa mengejar kapal-kapal tersebut.

Loading...