Beranda » Singgung Bom Nuklir, Iklan Xiaomi Redmi Note 9 Diprotes Netizen Jepang

Singgung Bom Nuklir, Iklan Xiaomi Redmi Note 9 Diprotes Netizen Jepang

Menjelang rilisnya di Jepang, iklan Xiaomi Redmi Note 9 menuai kontroversi di media sosial disebabkan oleh salah satu adegan iklan tersebut.

Xiaomi berencana merilis ponsel terbaru, Redmi Note 9, di seluruh dunia, termasuk di Jepang. Namun, saat upaya promosi mereka di negara matahari terbit sedang dilaksanakan, muncul kontroversi dan diprotes oleh netizen disana lantaran materi iklan Xiaomi yang menyinggung Bom Hiroshima dan Nagasaki.

Kontroversi Iklan Xiaomi Redmi Note 9!

Secara garis besar, Xiaomi merilis sebuah komersial untuk mempromosikan smartphone barunya, yaitu Redmi Note 9. Beberapa fitur dalam ponsel tersebut direpresentasikan dengan banyaknya adegan yang mewakilkan keunggulan dari ponsel pintar tersebut.

Dalam iklan tersebut, yang diunggah kembali oleh netizen, salah satu elemen fitur yang ditekankan yaitu fitur fast-charging diwakili oleh seorang salaryman memakan sushi. Ketika Ia memakan sushinya, diwakili dengan 30 watt fast-charge, tubuhnya membengkak dan mengembang seperti balon melayang ke udara. Ia melayang hingga langit-langit restoran runtuh dan terlihat pemandangan di belakangnya adalah kota Tokyo dengan Tokyo Sky Tree.

Kemudian disusul oleh animasi ketika orang tersebut berubah menjadi seekor cheetah, dan berlari sekencang tenaga. Saking kuatnya Ia berlari sampai seluruh kota tersebut seakan-akan meledak mengeluarkan asap berjamur yang bertuliskan fast-charge.

Video tersebut meraup rasio negatif dari like/dislike YouTube-nya.

Netizen Jepang: “Sangat disayangkan, Xiaomi.”

Melansir dari blog Hachima Kiko pada 5 Mei kemarin, seorang pengguna Twitter atas nama @Gal4xy_S1O_bot di Jepang mendapatkan video iklan Xiaomi tersebut. Mengungkapkan kekecewaannya, Ia mencuit sebuah respons dari iklan tersebut yang sempat Ia tonton di suatu situs.

“Sepertinya Xiaomi menaruh sebuah video yang kesannya mengolok-olok pengemboman di Jepang pada iklan terbarunya.

Xiaomi, Saya sepenuhnya awas terhadap bom nuklir yang dijatuhkan di Nagasaki lalu. Setelah orang tersebut memakan makanan sushi tersebut, kemudian Ia membengkak (seperti bom Fatman?). Kemudian Ia melayang di udara setelah menerobos atap restoran tersebut dan terlihat Tokyo Sky Tree di sudut pemandangan kota. Setelahnya langsung meledak dan mengeluarkan asap tinggi berbentuk jamur di langit.

Sangat disayangkan sekali.”

Namun, hingga artikel ini diangkat, cuitan yang memuat pernyataan diatas telah dihapus dan dikunci untuk membatasi viewer yang masuk lantaran cuitannya terlanjur viral.

Bagaimana tanggapan netizen soal kontroversi iklan tersebut?

Tentu saja, menanggapi promosi komersial tersebut, tidak sedikit netizen Jepang yang merasa terganggu akan sekuensi dari iklan tersebut.

“Gue enggak bisa melakukan apa-apa untuk merekayasa video promosi tersebut di zaman ini..”
“Bentuk sushi-nya kok aneh, ya?”
“Kalian pada terlalu dalam berpikir soal bom atom, seolah-olah iklan dari mereka benar adanya? Enggak ada niatan untuk menyakiti Tiongkok, kan?”
“Sebagai pengguna Xiaomi, Saya pikir mengangkat tema ledakan di iklan tersebut terbilang tabu di Jepang. Fitur-fiturnya sih tidak masalah, jadi tetap Saya akan beli.”

Semoga insiden iklan yang diprotes ini ditanggapi dengan baik oleh pihak Xiaomi, ya!

Loading...