Quantcast

Beranda » 77 Tower 5G di Inggris Terbakar Akibat Teori Konspirasi Coronavirus

77 Tower 5G di Inggris Terbakar Akibat Teori Konspirasi Coronavirus

Sebelumnya, warga Inggris sempat bakar 3 tower 5G di negaranya. Namun hingga kini, ada sekitar 77 Tower 5G terbakar di Inggris akibat hoax seputar Coronavirus.

Serangan tower 5G di Inggris masih berlanjut hingga saat ini. Hampir 80 tower 5G terbakar oleh warga Inggris lantaran adanya konspirasi terkait Coronavirus mampu menyebar melalui jaringan 5G. Selain tower 5G, karyawan jaringan 5G itu juga banyak mendapatkan serangan baik secara verbal maupun fisik.

77 Tower 5G di Inggris Dibakar Warganya Sendiri

Dikutip dari cnet, warga Inggris telah membakar 77 tower 5G di negaranya sendiri. Aksi pembakaran ini bukanlah tanpa sebab, melainkan adanya konspirasi jika virus Corona mampu menular melalui jaringan 5G. Diprediksi jumlah kerusakan ini akan terus bertambah hingga pandemi COVID-19 berakhir.

Sebelumnya, pada bulan April, tiga kasus pembakaran tower 5G di Inggris oleh warganya sendiri akibat termakan hoax Coronavirus. Selain itu, para pegawai jaringan 5G juga mendapatkan perlakuan keras dari warga Inggris. Bahkan, ada juga yang sampai berakhir dengan kekerasan fisik hingga melukai karyawan-karyawan tersebut.

COVID-19 Tidak Menular Melalui Jaringan 5G

Cnet menjelaskan bahwa teori konspirasi soal Coronavirus itu sangatlah salah. Gelombang radio tidak dapat menyalurkan virus Corona, bagaimana pun caranya. Padahal WHO juga telah menegaskan jika COVID-19 tidak menular melalui jaringan Internet atau bahkan sinyal 5G. Jadi jika melihat ada berita hoax terkait Coronavirus yang mampu menular melalui jaringan 5G, abaikan saja.

Twitter Bekerjasama dengan Pemerintah Inggris Untuk Memberantas Konspirasi COVID-19

Dengan bertambahnya kasus tower 5G terbakar di Inggris, pemerintah Inggris kini bekerjasama dengan Twitter. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir adanya konspirasi terkait dengan Coronavirus tersebar di Internet. Mengingat sudah banyak orang di Inggris telah termakan hoax COVID-19 melalui media sosial, salah satunya adalah Twitter.

Misinformasi 5G ini berawal ada bulan Januari lalu di Russia yang mendapatkan misinformasi jika Coronavirus bisa menular melalui sinyal 5G. Kini Twitter akan lebih ketat dalam mengawasi postingan semua penggunanya dan tidak segan-segan memberi peringatan pada penggunanya yang nakal.

Adanya kerjasama oleh pemerintah Inggris dan Twitter ini diharapkan mampu mengurangi kasus pembakaran tower 5G di negaranya. Serta mengurangi dampak warga termakan hoax palsu seputar Coronavirus.

Semua Media Sosial Turut Ikut Membantu

Selain Twitter, medsos seperti Facebook, YouTube dan lain-lain juga ikut membantu memberantas hoax seputar virus Corona. Tujuannya untuk meminimalisir penggunanya termakan hoax dan melakukan aksi yang membuang waktu mereka. Carrier 5G Inggris juga memohon warganya untuk berhenti membakar tower 5G di negaranya.

Loading...