Di negara barat, khususnya Amerika Serikat, Gamestop adalah franchise retailer video game yang sudah ada sejak lama. Gamestop beberapa tahun belakangan mengalami penyusutan pasar, disebabkan perubahan kebiasaan gamer yang sekarang cenderung untuk membeli gim secara digital. Gamestop bukan hanya satu-satunya perusahaan yang terkena imbas, Blockbuster, perusahaan rental film, juga mengalami hal serupa.

Ada lonjakan masif dari saham perusahaan ritel gim tersebut

Akan tetapi belakangan saham Gamestop tiba-tiba meroket. Dilansir dari CNET, saham Gamestop yang pada awal tahun kemarin hanya dinilai $18.84 per unit saham, tiba-tiba hari rabu lalu menjadi $347.51 per unit saham.

Pelonjakan nilai yang tiba-tiba ini tidak pernah terpikirkan, karena bahkan dua tahun lalu, saham Gamestop mencetak angka terendahnya sepanjang sejarah. ($3.30 per unit saham)

harga saham stock gamestop amerika reddit
DATA: Google

Bukan cuma Gamestop

Nasip serupa juga dialami oleh AMC Theatre. Perusahaan chain bioskop yang pendapatannya terdampak pandemi selama tahun lalu. Saham AMC Theatre naik sebesar 200% sejak hari rabu, dan tagar #SaveAMC jadi trending di Twitter.

Peningkatan saham secara tiba-tiba, baik dari AMC maupun Gamestop menyebabkan pasar saham menunda pembelian AMC dan Gamestop, untuk menghindari pelanggaran ketentuan.

Siapa yang Dirugikan dalam ‘permasalahan’ saham Gamestop?

Dalam dunia investasi, ada investor yang bertaruh bahwa satu perusahaan akan jatuh nilai sahamnya. Mereka disebut sebagai ‘short-seller’ yang meminjam saham untuk dijual ke pasar, dengan janji untuk membeli kembali saham tersebut. Bila tebakan mereka benar bahwa nilai saham perusahaan tersebut turun, mereka terhitung menjual dengan harga tinggi, dan membeli dengan harga rendah. Dari sanalah mereka mendapat keuntungan.

Apa yang terjadi bila mereka salah? Untuk menutupi kerugian mereka, para short-seller ini akan membeli lebih banyak unit saham yang sebelumnya mereka pertaruhkan. Hal inilah yang terjadi pada para short-seller Gamestop, untuk menutupi kerugian mereka yang semakin meningkat, mereka harus membeli lebih banyak saham.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Mengutip dari CNN, laman subreddit WallStreetBets, tempat berkumpulnya lebih dari dua juta pengikut ini adalah tempat dimulainya gerakan untuk membeli saham Gamestop, Blackberry, dan AMC. Perusahaan-perusahaan yang pamornya sudah meredup dan dengan nilai saham rendah ini, tiba-tiba melejit dan menimbulkan kebingungan di antara investor veteran.

Sepertinya, sedari awal gerakan ini memang ditujukan untuk mengerjai dunia pasar saham itu sendiri. Berbagai ungkapan yang saling menyemangati dan meme terus memenuhi wall subreddit tersebut. Beberapa ungkapan yang seperti ‘menantang’ orang-orang di Wall Street menjadi penggerak dari fenomena ini. Bahkan Elon Musk juga ikut merespon, dengan menulis ‘Gamestonk’ pada akun Twitter-nya.

Fenomena yang kembali muncul berkat media sosial

Sekali lagi, media sosial melakukan ‘sihir’ yang berdampak ke dunia nyata. Ketika para investor melakukan perhitungan matang demi keuntungan, sekelompok orang di internet, membuat sebuah perusahaan yang dilihat kurang bernilai, melesat dalam waktu beberapa hari saja. Internet merupakan alasan utama mengapa hal ini bisa terjadi, tersedianya akses pasar saham untuk orang awam, serta perkumpulan dari orang yang entah bagaimana bisa setuju untuk melakukan hal tersebut. Peristiwa ini belum pernah terjadi pada generasi sebelumnya.

Di sisi lain, saya sebagai penulis melihat peristiwa Gamestop berikut sebagai bentuk kritik untuk sistem ekonomi kapitalis yang berlaku bahkan di Indonesia sendiri. Terkadang, orang tidak perlu latar belakang uang, kuasa, atau hal apapun untuk berbuat.

Some men, just want to watch the world burn.

Contributor
Nawala Karsa NK Kurio