Rencana Ekspansi, Tencent Sasar Ubisoft Jadi Target Berikutnya?

Raksasa teknologi asal China satu ini nampaknya tertarik untuk membeli pengembang seri Assassin's Creed tersebut.

Adi Styadi
rencana ekspansi tencent

Perusahaan game asal Tiongkok, Tencent, dirumorkan bakal menyasar Ubisoft sebagai targetnya dalam rencana ekspansi berikutnya. Padahal, tak ada yang menyangka akan ada langkah ini.

Dengan pengaruh besarnya, nampak mustahil bagi orang untuk tak mengenal Tencent. Dan nampaknya, rencana ekspansi Tencent belum selesai dalam waktu dekat.

Journey to The West ala Perusahaan Game Tiongkok

industri game mobile dikuasai china, kok bisa ya
Source: Supchina

Bertahun-tahun lalu, tidak ada yang menyangka bahwa iklim game video dan kultur populer negara China menjadi sangat relevan untuk seluruh dunia.

Tencent, terkenal atas persensi saham mereka ke perusahaan-perusahaan game besar di barat.

Salah satu yang paling terkenal, adalah kepemilikan Tencent terhadap Riot Games, pembuat League of Legends.

Kepemilikan Tencent terhadap Riot Games, membuat Tencent berhak untuk membuat ‘tiruan’ bernama Honor of Kings.

Hingga saat ini, Honor of Kings masih seri andalan Tencent di negara China.

Tencent memang banyak berinvestasi pada studio barat dengan produk permainan populer, dan kali ini nampaknya mereka menargetkan untuk membeli saham Ubisoft.

Tencent Ingin ‘Cengkram’ Ubisoft Lebih Jauh Lagi

rencana ekspansi tencent
Rabbids, karakter maskot Ubisoft (Sumber: Playstation Universe)

Mengutip dari Reuters, Tencent berencana untuk membeli lebih banyak saham Ubisoft dari Guillemot family, firma Prancis dan salah satu pemilik dari Ubisoft.

Dari tahun 2018 hingga saat ini, Tencent memiliki 8 persen kepemilikan saham di Ubisoft (berdasarkan informasi Polygon).

Kali ini, mereka berencana untuk membeli lebih banyak, dan menjadi pemegang saham tertinggi studio tersebut.

Berdasarkan Reuters, Tencent mungkin akan menawarkan 100 euro (sekitar satu juta lima ratus ribu Rupiah) untuk setiap saham yang bisa mereka beli dari keluarga Guillemot.

Keluarga Guillemot sendirim merupakan pemilik 15% saham dari studio Ubisoft yang berpusat di Montreuil itu.

Selain ekspansi, Tencent juga berencana untuk membeli saham Ubisoft dari pemegang publik, yang memiliki sekitar 80% kepemilikan studio tersebut.

Jika berhasil, Tencent akan menjadi pemegang saham terbesar, dan memegang judul-judul populer seperti Assassin’s Creed, Prince of Persia, serta Rainbow Six.

Berdasarkan narasumber Reuters, Tencent berupaya untuk berhasil dalam pembelian ini, karena “Ubisoft adalah aset strategis penting bagi Tencent”.

Tencent Bakal Perbanyak Franchise Game Mobile?

rencana ekspansi tencent
Avatar: Frontiers of Pandora, salah satu judul gim Ubisoft yang akan datang (Sumber: Ubisoft.com)

Salah satu hal yang jelas dari praktik bisnis Tencent, adalah mengadopsi atau membuat ulang suatu judul gim dalam bentuk permainan free-to-play mobile.

Terbukti dari dua judul paling populer mereka: Honor of Kings dan PUBG Mobile.

Melalui transaksi mikro dan akses bermain gratis, Tencent berhasil meraup untung banyak dari ranah mobile.

Berdasarkan laporan Sensor Tower, PUBG Mobile yang populer di Asia pada tahun ini menghasilkan pendapatan kotor 200 juta Dollar, atau setara dengan 2 trilliun Rupiah.

Ubisoft sendiri, masih berfokus pada pengembangan gim AAA untuk konsol dan PC, dan belum memiliki judul hits dalam pasar gim mobile.

Permainan multiplayer mereka, Tom Clancy’s Rainbow Six Siege masih jadi salah satu gim shooter populer, dan punya komunitas yang solid.

Pada tahun ini, Steam mencatat sekitar 50 ribu pemain yang masih aktif, angka yang wajar untuk gim multiplayer berumur lebih dari lima tahun.

Mungkinkah kehadiran Tencent akan membawa angin segar bagi brand Rainbow Six? Atau mungkin Tencent justru punya rencana lain yang belum kita ketahui? Semuanya baru terjawab ketika Tencent membuka suara tentang rencana ekspansi ini.