Quantcast

Beranda » Tencent Menggelontorkan Dana Untuk Platinum Games, Untuk Apa?

Tencent Menggelontorkan Dana Untuk Platinum Games, Untuk Apa?

Melalui situs resmi Platinum Games, Kenichi Sato, CEO dari Platinum Games, mengumumkan telah mendapatkan dana investasi dari industri teknologi raksasa China, Tencent Holdings.

Melalui pernyataan tertanggal 7 Januari, CEO Sato menyatakan investasi dari Tencent Holdings ini merupakan lambang dari kemitraan antara Platinum Games dan Tencent. Ia juga menambahkan status dari perusahaan developernya tetap berdiri secara independen dan tetap beroperasi seperti biasa sesuai struktur organisasi sekarang.

CEO Platinum Games: Kita masih independen, kok!

platinum games mendapat duit dari tencent

Tidak ada keterangan lain lagi bagaimana dana yang didapatkan tersebut akan dipakai, bahkan tidak diungkapkan berapa yang disalurkan dari Tencent.

Developer Game yang Didanai Tencent

Bukan sekali ini saja Tencent gencar menggelontorkan dananya kepada pengembang video game untuk membantu percepat proyek gamenya.

Riot Games

Developer sekaligus publisher dari League of Legends menerima dana dari perusahaan yang dikepalai Ma Hua-Teng sebesar 400 juta USD. Pendanaan ini sekaligus mengakuisisi Riot Games menjadi milik Tencent sejak 2011, yang menguasai sepenuhnya pengawasan dari konten game tersebut.

Epic Games

Setahun setelah Riot ditilep oleh Tencent, salah satu developer tersenior di Amerika, Epic Games, menerima kucuran uang 330 juta USD dari investor China tersebut. Investasi ini memantapkan developer tersebut untuk pengembangan sistem Unreal Engine 4 dari langganan menjadi gratis untuk para pengembang game. Fornite, game FPS unggulan dari Epic Games ini, merupakan buah hasil investasi dari Tencent tersebut.

Bluehole Studios

Tencent menaruh investasi 1.5 saham dari Bluehole Studios untuk mendukung pengembangan konten dari game PUBG. Tidak diketahui berapa USD yang diterima oleh developer tersebut, namun disinyalir akan diakuisisi secara penuh oleh perusahaan tirai bamboo tersebut.

Supercell Games

Developer dari Finlandia ini mendapat uang kaget dari Tencent yaitu sebesar 8.6 milyar USD, yang dinyatakan sebagai pembelian terbesar di kancah industri video game. Pengembang dari game Clash of Clans ini memiliki saham kepada Tencent sebesar 84.3 persen, namun masih dikabarkan berdiri secara independen.

Dan masih banyak lagi?

Selain empat perusahaan diatas, masih banyak lagi “kebaikan” Tencent kepada para developer di seluruh dunia. Entah apakah niat sebenarnya dari investor China ini, semoga akan berkembang baik bagi industri video game kedepannya.

Masa depan untuk Tencent: Ngegame bareng TiMi!

Tencent Holdings Limited adalah sebuah perusahaan IT terbesar di Republik Rakyat Tiongkok, berdiri pada 11 November 1998. Diprakarsai oleh lima orang, diantaranya adalah Ma Huateng, perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini membidangi berbagai platform usaha dalam jaringan seperti online gaming. Selain gaming, mereka juga menggeluti usaha dalam bidang periklanan dan menawarkan layanan e-commerce bagi rakyat China.

Prospek kedepan dari perusahaan tersebut berfokus kepada komoditi video games, terutama mobile games. Tencent membentuk studionya sendiri bernama TiMi Studios yang dikepalai oleh Colin Yao. Studio ini adalah developer dari game moba ternama, Arena of Valor, atau di negara asalnya disebut Honor of Kings, yang dirilis tahun 2015. Game AoV mereka telah mencapai pemain aktif sekitar 200 juta selama tahun 2017, dan telah menarik 2 milyar USD pada tahun 2018.

Sumber: Situs resmi Platinum games, 4Gamer via AnimeNewsNetworkPCGamer, Fortune

Loading...