Quantcast

Beranda » Game dan Tekno » Google Maps Rilis Fitur Terbaru Menghadapi Pandemi Virus Corona

Google Maps Rilis Fitur Terbaru Menghadapi Pandemi Virus Corona

Untuk menekan laju kasus virus corona COVID-19, Google merilis fitur terbaru pada aplikasi Google Maps agar aman dalam pandemi.

Pertengahan tahun 2020 ini, Google Maps merilis fitur terbaru untuk menghadapi pandemi virus corona atau COVID-19. Sebagai respons secara langsung menyusul meningkatnya kasus pandemi tersebut di seluruh dunia, beberapa fitur tersebut sudah dapat dipakai di beberapa negara dan akan dibuka di negara lainnya.

Fitur Google Maps Permudah Pengguna Selamat Tengah Pandemi Virus Corona

Mengutip artikel CNN Sabtu lalu yang mengambil info dari blog Google tertanggal 8 Juni, Google Maps luncurkan fitur terbaru untuk membantu para user berkelana dengan selamat dari pandemi COVID-19.

Pihak resmi dari Maps memahami pandemi tersebut mempengaruhi banyak gaya hidup masyarakat di seluruh dunia.

“Kami berkomitmen untuk membawakan informasi terkini ke dalam ponsel Anda. Jika Anda sudah siap keluar rumah, Anda dapat pergi dengan aman”, ujar direktur manajemen produk Google Maps, Ramesh Nagarajan.

Beberapa Fitur Google Maps Hadapi Pandemi Siap Pakai

Maps telah kumpulkan data secara terkini dari badan kesehatan masyarakat dan pemerintah yang dapat memberitahukan penggunannya langsung. Beberapa fitur terkait yang memanfaatkan data tersebut antara lain:

Pemberitahuan Pembatasan Sosial dan Pos Pemeriksaan

google maps pandemi meksiko

Fitur ini khusus untuk pengguna yang berada di negara-negara benua Amerika, seperti Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat.

Maps akan beritahukan penggunanya jika mendekati pos pemeriksaan COVID-19 kala akan menyeberang ke negara lain via jalur darat. Data dari rute yang dilewati pengguna akan selalu di-update dari data di pemerintah pusat seiring dengan laju pandemi COVID-19 di ketiga negara tersebut.

Pemberitahuan Lokasi Tes Virus

Lokasi drive-thru tes COVID-19 juga disediakan oleh Maps, berdasarkan data yang diperoleh dari pemerintah. Fitur ini memberi notifikasi kepada pengguna jika Ia berkendara menuju lokasi tempat test virus corona maupun rumah sakit.

Fitur ini dinyalakan agar dapat peringatkan pengguna apabila mereka dapat menjalani tes virus tersebut dan beberapa ketentuan dari institusi kesehatan tersebut. Begitu juga untuk mencegah agar mencegah penggunanya ditolak ikut tes maupun menyebabkan ketegangan pada sistem kesehatan masyarakat.

Sistem peringatan untuk fasilitas rumah sakit tersedia di negara-negara seperti Indonesia, Israel, Filipina, Korea Selatan dan Amerika Serikat. Pemberitahuan lokasi tes saat ini baru dicanangkan di negara-negara bagian Amerika Serikat.

Transportasi Umum

Transportasi Umum Masker Jakarta

Fitur ketiga ini peringati pengguna Maps jika berada di angkutan umum agar selalu menggunakan masker atau pemberitahuan kewenangan pemerintah berlakukan pembatasan sosial. Maps juga akan mempublikasikan tentang peraturan dari agensi pengangkutan umum terkait soal penyesuaian kehidupan normal di tengah pandemi COVID-19.

Khusus informasi mengenai transportasi umum, pemberitahuan transit diimplentasikan di beberapa negara terlebih dahulu. Seperti Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Kolombia, Perancis, India, Meksiko, Belanda, Spanyol, Thailand, Inggris dan Amerika Serikat.

Tidak Semua Fitur dari Google Disukai Banyak Orang

Google memiliki banyak aplikasi seperti salah satunya adalah Google Maps. Mereka membantu para pengguna dan semua orang dengan fitur khusus dalam pandemi Virus Corona atau COVID-19. Namun, tidak semua orang menyukai fitur dari aplikasi milik Google.

Aplikasi Google Family Link sempat menjadi bahan perbincangan setelah tidak sedikit anak-anak yang mencaci aplikasi tersebut karena merasa tidak bebas menggunakan ponselnya.

Seperti pada unggahan akun Facebook Taufik Hidayat dimana pada screenshot yang diunggah menunjukkan berbagai review keluh kesah anak-anak yang orangtuanya memasang aplikasi tersebut.

Keluh kesah anak-anak yang hapenya dikontrol orang tuanya dengan sebuah aplikasi buatan google

Dikirim oleh Taufik Hidayat pada Minggu, 31 Mei 2020

Bahkan aplikasi tersebut mendapat rating anjlok hingga 1,6 bukan karena aplikasi tersebut tidak bagus, melainkan karena cacian dan makian anak-anak yang merasa sudah tidak bebas lagi memakai ponselnya.

Loading...