Tahun 2020 menjadi tahun yang sangat berbeda. Banyak kondisi sulit harus kita hadapi dan salah satunya adalah pandemi COVID-19 atau Virus Corona. Dan tiba-tiba saja, kita tidak lagi pergi ke sekolah, kampus, ataupun kantor. Penggunaan perangkat gadget dengan fitur software video untuk pertemuan daring menjadi makin relevan dibanding sebelumnya. Bahkan berbagai tempat hiburan terpaksa tutup untuk mencegah kerumunan.

Pada situasi seperti ini membuat kita sangat terbatas untuk melakukan hal secara fisik, ketergantungan kepada teknologi menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan pada kondisi tahun ini.

Perangkat Gadget Handalan Beraksi!

Perangkat Gadget

Pada awal tahun 2020, saya sedang melanjutkan pengerjaan skripsi yang menentukan kelulusan program sarjana saya. Saya yang biasanya mencari berbagai referensi di perpustakaan kampus ternyata harus mengembalikan buku-buku pinjaman lebih awal, dan berganti menggunakan situs-situs jurnal penelitian online. Begitu juga dengan bimbingan yang dialihkan menjadi pertemuan melalui Microsoft Team.

Saya kerap kali mencari hiburan dalam bentuk tontonan dan permainan. Bioskop yang biasanya menjadi tujuan utama saya untuk melepas penat kali ini tidak dapat dikunjungi karena program PSBB. Akhirnya, seperti orang-orang lain, saya memanfaatkan internet untuk memenuhi keinginan tontonan dan permainan saya.

Tidak memiliki konsol atau laptop yang mencukupi untuk game-game AAA, berbagai judul game mobile menjadi tujuan saya. Awal tahun lalu, Arknights masih terasa segar setelah peluncuran server globalnya pada akhir 2019. Beberapa bulan kemudian, barulah Genshin Impact, salah satu game viral 2020 rilis dan naik daun dengan cepat.

Kebiasaan saya setiap hari jadi semakin rebahan. Dengan ponsel pintar di tangan, saya menghabiskan berbagai episode Fire Force dan menonton film di Google Movies, jika sudah bosan, saya berpaling ke Arknights dan Genshin Impact untuk sesi grinding. Begitu terus hingga waktu tidur tiba.

Pertumbuhan Gamer Mobile Meningkat Pada 2020

Perangkat Gadget

Perangkat ponsel pintar menjadi sarana pertumbuhan gamer baru tiap tahunnya, tidak terkecuali pada tahun 2020 ketika banyak sektor mengalami penyusutan. Tercatat oleh App Annie bahwa pada tahun 2020, pengguna Google Play maupun App Store sudah menghabiskan hingga 112 miliar USD (satu setengah triliun rupiah). Pemain game di ponsel pintar juga mengalami peningkatan sekitar 25 persen, terutama di Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.

Bermain game menjadi hal yang mainstream karena mudahnya berbagi informasi di internet, khususnya media sosial. Berbagai content creator muncul, dan menjadi terkenal dengan membicarakan game-game favorit mereka. Arena olahraga elektronik juga semakin menguatkan citra orang-orang yang bermain game untuk urusan serius.

Ponsel pintar menjadi juara untuk menyebarkan paradigma ini. Grafis game tiga dimensi yang selama ini hanya bisa didapatkan melalui sistem konsol atau komputer kini tersedia ke perangkat mobile, terlebih karena budaya gaming semakin relevan dibanding sebelumnya.

Pengembang-pengembang video game yang sebelumnya merilis judul franchise mereka untuk konsol juga tidak ingin melewatkan peluang tersebut. Contohnya seperti Call of Duty Mobile, PUBG Mobile, serta yang paling baru, League of Legends: Wild Rift.

Fakta bahwa hampir semua orang memiliki ponsel pintar juga mendukung peran mobile gaming untuk bersosialisasi. game viral seperti Among Us yang dapat diakses oleh semua orang, baik menggunakan komputer atau ponsel pintar, sangat membantu dalam situasi pandemi yang menghalangi orang-orang untuk berpergian.

Perangkat Gadget Menjadi Alat Multifungsi Sejuta Umat

Tidak hanya jadi perangkat untuk mengirim pesan teks atau suara. Ponsel yang kini tidak ubahnya sebuah komputer yang dapat kita kantongi, telah menjadi andalan, terutama ketika menghadapi tahun 2020 yang serba tidak menentu dan diliputi oleh kerisauan.

Ketika masa depan terasa meragukan dan bertemu orang lain adalah hal yang tidak dianjurkan. Sebuah kotak kecil dapat menjadi alternatif kita untuk menikmati dunia.

Penulis: Leo Agung S.P

Nawala Karsa NK Kurio