Menggunakan “Baju Couple” itu Hal yang Norak, Benarkah?

Baju couple bagi pasangan itu norak

Bagi pasangan muda yang sedang dalam hubungan berpacaran, apalagi yang baru memulai hubungan, tentu masih sedang dalam fase menggebu-gebu. Saat fase itu, kebanyakan pasangan ingin menunjukkan kepada lingkungan sekitarnya, bahwa mereka merupakan suatu kesatuan.

Untuk menunjukkannya, ada beberapa cara yang mereka lakukan untuk menunjukkan identitas sebagai pasangan. Beberapa hal tersebut seperti memposting foto bersama pasangan pada media sosial, melakukan pelbagai hal bersama dan beberapa lainnya.

Namun, ada juga hal lain yang sering terlihat pada pasangan. Salah satunya adalah menggunakan pakaian yang sama atau pun serupa. Bagi masyarakat Indonesia, hal ini biasa disebut sebagai “baju couple”.

Fenomena Busana Pasangan di Indonesia

Menggunakan pakaian yang berpasangan tentu terlihat sangat romantis, apalagi bagi pasangan muda. Hal ini merupakan upaya untuk menunjukkan identitas mereka sebagai pasangan kepada masyarakat. Mengenai busana yang mereka gunakan, bisa beraneka ragam, asalkan senada dan menunjukkan identitas sebagai pasangan.

Terkadang, ada yang menggunakan busana dengan warna yang senada, mulai kaus, jaket, celana, atau bahkan sepatu. Namun, tidak jarang juga terlihat pasangan yang menggunakan pakaian dengan tulisan yang menyambung. Jadi, terdapat gabungan tulisan atau pun gambar dalam dua busana.

Untuk wilayah Indonesia, hal ini memang sering terlihat pada pasangan muda. Namun, seiring bertambahnya usia, mereka akhirnya merasa hal ini merupakan suatu yang memalukan. Beberapa rekan pernah mengungkapkan kepada penulis, bahwa makin dewasa, mereka merasa busana pasangan bukanlah hal yang penting. Bahkan, beberapa orang mengatakan hal itu cukup memalukan. Hal itu bukanlah sesuatu yang sesuai bagi orang dewasa.

Baju couple pada pasangan
Sumber Foto: Hipwee

Selain itu, ada beberapa alasan lain mengapa seseorang sering kali tidak ingin menggunakan “baju couple”. Beberapa alasan tersebut seperti seseorang menjadi kehilangan jati diri karena menggunakan “baju couple”, terlihat memiliki pasangan yang posesif, dan tentunya yang paling utama adalah terlihat norak.

Tapi, tentunya hal tersebut tidak berlaku untuk semua orang, karena faktanya terkadang banyak juga orang dewasa yang menggunakan “baju couple” dengan pasangannya.

Baju Couple Sebagai Identitas Pasangan

Terkait alasan mengapa pasangan sering kali menggunakan baju couple, menurut pendapat penulis, hal ini berdasarkan identitas.

Kenapa identitas?

Jadi, dalam menjalani sebuah hubungan, tentunya seseorang atau pun pasangan ingin terlihat sebagai sebuah kesatuan. Lalu, salah satu cara untuk terlihat sebagai sebuah kesatuan tentu menunjukkan hal yang sama, dalam hal ini melalui “baju couple”.

Selain itu, dengan menggunakan pakaian yang berpasangan tersebut, hal ini juga menyebabkan pasangan terlihat unik. Keunikan ini karena mereka terlihat berbeda dari pasangan yang lain.

Bukan hanya itu, memiliki identitas sebagai pasangan dan keunikan juga menimbulkan hal lain bagi pasangan, kebahagiaan. Mungkin, kebahagiaan itu hanya bersifat sementara, namun tentu saja hal itu tetap penting bagi pasangan.

Dengan pelbagai alasan tersebut, lalu bagaimana dengan fenomena ini pada negara lain?

Tanggapan Masyarakat Jepang pada Busana Pasangan

Untuk yang terjadi pada wilayah Jepang, hal ini memang terjadi, namun tidak banyak orang yang melakukannya. Menurut survei pada 800 orang, 400 pria dan 400 wanita, hanya 18,1 persen orang yang pernah menggunakan “baju couple” saat sedang berkencan. Jumlah tersebut tentunya sangat rendah.

Namun, meskipun hanya sedikit yang pernah menggunakannya, sebenarnya ide menggunakan “baju couple” tidak benar-benar mendapat tentangan. Hal ini terlihat dari lebih dari setengah responden yang mengungkapkan bahwa mereka merasa senang saat pasangannya menyarankan menggunakan “baju couple”. Sebaliknya, hanya 14,3 persen saja yang beranggapan ide tersebut merupakan hal buruk.

Mengenai alasannya, ada beberapa hal yang muncul dalam survei ini. Beberapa alasan tersebut seperti, sesekali bertingkah konyol merupakan hal yang menyenangkan, seperti berbagi sesuatu, atau pun membuat hari lebih indah.

Lalu, bagi pasangan yang menolak hal ini, alasannya tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada masyarakat Indonesia. Alasan tersebut adalah dengan usia yang sudah tidak lagi muda, menggunakan “baju couple” merupakan hal yang memalukan.

Walau pun begitu, menggunakan “baju couple” tetap memiliki dampak positif. Salah satunya adalah membuat pasangan menjadi lebih Bahagia. Terlebih jika pasangan merupakan seorang yang aktif bermedia sosial. Menggunggah foto bersama pasangan menggunakan baju pasangan tentu menjadi suatu hal yang menarik.

Couple Look, Upaya Memuliakan Cinta

Apabila kondisi pada wilayah Jepang dan Indonesia tidak jauh berbeda, kondisi sebaliknya justru terjadi pada masyarakat Korea Selatan.

Bagi masyarakat Korea Selatan, menggunakan “baju couple” bukanlah hal yang aneh. Bahkan fenomena tersebut merupakan kewajaran. Fenomena ini bahkan memiliki sebutannya sendiri, yaitu Couple Look.

Couple Look pada pasangan Korea Selatan
Sumber Foto: Kumparan

Dengan adanya fenomena Couple Look pada masyarakat Korea Selatan, hal ini menyebabkan pasangan sering mengumbar hubungan yang mereka jalani melalui media sosial. Penggunaan “baju couple” bahkan menjadi sebuah gaya busana populer pada milenial Korea Selatan.

Melansir Kumparan, kondisi ini merupakan hasil dari obsesi tinggi masyarakat Korea Selatan pada penampilan. Mungkin, bagi masyarakat Indonesia atau pun Jepang, menggunakan “baju couple” adalah hal yang memalukan. Namun bagi masyarakat Korea Selatan, hal itu justru merupakan upaya untuk memuliakan cinta. Hal ini juga sebagai harapan bahwa hubungan yang terjalin, dapat tetap awet dan bertahan selama mungkin.