Gelar Jepang UI 27, Menjaring Khalayak Lewat Daring

Seno Triadi

Gelar Jepang Universitas Indonesia, atau Gelar Jepang UI ke 27, merupakan event pertama yang dihelat secara daring.

Meski sempat tertunda setahun lepas imbas dari wabah COVID-19, akhirnya acara tahunan kesayangan penggemar pop kultur ibu kota terlaksana dengan baik.

Berikut beberapa liputan yang telah tercakup penulis selaku pengunjung acara tersebut.

Mengenal Gelar Jepang UI

Pagelaran acara Gelar Jepang UI (GJUI) adalah sebuah acara kebudayaan yang mengangkat beragam konten menarik yang terkait dengan budaya Jejepangan, baik itu tradisional maupun modern.

Acara ini merupakan acara tahunan para mahasiswa dari Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, yang merupakan event terbuka untuk publik.

Untuk GJUI ke-27 ini, keseluruhan acara berlangsung selama tiga hari dan dilakukan secara daring. Pengunjung dapat menonton acara tersebut setelah membeli tiketnya lewat platform GoTix di setiap acara tertentu.

Acara ini telah terlaksana antara hari Jumat (20/8) hingga Minggu (22/8), menghadirkan narasumber dan seminar terpadu berkualitas terkait budaya Jepang. Sebut saja, Teater Enjuku, Muse Indonesia, Gakushodo, dan lain sebagainya.

Dalam event tersebut, panitia GJUI mengangkat tema umum untuk pagelaran tahun ini, yaitu “Mugenchi: Journey into the World of Dreams”. Slogan tersebut terdiri dari tiga kanji Jepang dengan kalimat bahasa Inggris, berarti “Berkelana dalam dunia mimpi.”

Tidak main-main, GJUI juga hadirkan tiga maskot ala talenta virtual, berdasarkan slogan tadi. Mereka terdiri dari Mutsuki, Genta dan Chiaki, yang memandu segala rangkaian acara secara online yang juga menyapa para “pengunjung” event tersebut.

Kelas Jepang bersama Gakushodo

Workshop Gakushodo

Salah satu acara yang penulis ikuti adalah kelas Bahasa Jepang bersama Gakushodo. Dalam kelas daring lewat platform Zoom tersebut dengan sekitar 100 lebih siswa, kelas tersebut mengajarkan beberapa percakapan dasar bahasa Jepang yang digunakan sehari-hari.

Gakushodo sendiri adalah sebuah yayasan yang bergerak dalam pelatihan Bahasa Jepang serta pengembangan karir kepada para calon pekerja yang ingin berangkat ke Jepang.

Selama musim pandemi ini, seluruh kelas dari pusat bimbingan bahasa tersebut tergelar secara online. NawaReaders yang ingin siap-siap mau tes JLPT bisa kunjungi situsnya lewat pranala ini.

Apa anime kesukaan Andi dan Kanna?

gjui vtuber

Di hari ketiga, GJUI hadirkan dua talenta virtual tanah air yang sedang naik daun, yaitu Andi Adinata mewakili agensi Maha5, dan Kanna Tamachi.

Dalam sesi bincang-bincang bareng talenta virtual, mereka mendiskusikan suka duka menjadi VTuber, apa gim dan kegemaran sehari-hari menurut masing-masing tamu talenta, dan lain sebagainya.

Contohnya, judul-judul anime favorit menurut Andi adalah serial Naruto dan berharap ingin menguasai jurus Rasengan; dan Bakuman, tentang produksi komik dan dramanya. Sedangkan dari Kanna menyukai segala judul dengan tema unik seperti Cardcaptor Sakura, No Game No Life dan Toriko.

Nonton adu bakat antar band Jejepangan

Dalam hari terakhir GJUI 2021 ini, tetap juga hadirkan cupikan dari pertunjukan  band hasil dari lomba band sebelum acara utama. Kompetisi tersebut berlangsung selama bulan Juli dan menetapkan tiga pemenang utama.

Tiga band pemenang kompetisi, melansir dari media sosialnya, terdiri dari Gacha, NAP Project, dan N B S. Masing-masing dari mereka mendapatkan sejumlah uang sebagai hadiah berikut sertifikat partisipasi kompetisi dari panitia GJUI.

Ngidol daring tapi dekat

Di samping itu, hari ketiga dimeriahkan oleh sejumlah grup idol tanah air, yaitu LuSca dan Kohi Sekai. LuSca merupakan grup idol yang beranggotakan tujuh orang yang kesemuanya berasal dari Bandung, Jawa Barat. Grup tersebut tercatat berkarir pertama kali pada Januari 2012 lalu.

Sedangkan Kohi Sekai merupakan trio yang berasal dari Kota Yogyakarta, yang pernah debut perdana pada 2015 silam. Memiliki slogan, mengutip dari biodata sosial medianya, yang tertulis, Seperti kopi, kami hadir beri tambahan energi~”. Mereka telah merilis sejumlah diskografinya yang dapat NawaReaders dengarkan di platform kesukaanmu.

Ajeb-ajeb AniSong bareng OTAGROOVE!

Save the best for the last! Di penghujung event, para penonton terbuai dengan aksi dari grup DJ Anisong  kawakan, OTAGROOVE. Untuk sesi kali ini akan hadir tiga DJ, yaitu Kazusa, YurumiNation dan Lazurite.

OTAGROOVE adalah Anisong DJ Crew yang berasal dari Indonesia. Penampilannya di Gelar Jepang Universitas Indonesia pun bukan yang pertama kalinya. Pada GJUI 27 kali ini, OTAGROOVE bawakan sebuah pesta anisong yang tidak akan NawaReaders terlupa walau hanya dari rumah.

Harapan bagi Gelar Jepang UI selanjutnya

Meskipun terpaksa harus hadir secara daring lewat gawai masing-masing, antusias para pengunjung setia GJUI masih terus terjaga, bahkan meningkat sekalipun. Terlebih, fasilitas ticketing lewat platform cabang dari GoJek tersebut sangat membantu para penggemar popkultur untuk menikmati rangkaian dari acara tahunan tersebut.

Kedepannya, penulis berharap bahwa untuk acara GJUI selanjutnya, tergantung situasi dari pandemi yang negara alami, dapat lebih terstruktur, sistematis dan menarik. Meskipun memang persiapannya terkesan kurang dari sempurna karena beberapa halangan, GJUI tahun ini menggaet beberapa penonton yang antusias belajar dalam budaya tradisional maupun pop Jepang sedari kala.

Bagi NawaReaders yang telah hadir rangkaian dari acara tersebut, bagaimana kesan dan pesanmu terhadap acara Gelar Jepang UI ke 27 daring ini? Adakah opini atau sanggahan yang ingin Kamu sampaikan kepada panitia? Jangan lupa untuk sampaikan pendapatmu di Facebook kita!