Broadcasted by Galau Jikan FM

Benarkah Kesepian Itu Berbahaya dan Bisa Membunuhmu?

Beberapa penelitian mengungkapkan kesepian bisa membunuh, benarkah kesepian memang seberbahaya itu?

bahaya kesepian
Di dalam maupun di luar, rasa kesepian dalam masing-masing diri itu nyata. | FOTO: Pixiv/@catzz

Sering kali, kita sebagai manusia mengalami yang namanya kesepian di setiap kehidupan kita.

Selama ini, mungkin kita beranggapan bahwa penyebab kematian adalah penyakit-penyakit berbahaya atau mungkin kecelakaan.

Namun, tidak banyak orang yang menyadari bahwa ada penyebab kematian lainnya yang tak kalah mengerikan dan berbahaya dari aneka ragam penyakit fisik.

Nah, kesepian inilah yang belakangan jadi satu di antaranya yang kita tak duga, begitu berbahaya sampai sebanding dengan penyakit komorbid lainnya.

Apakah perasaan kesepian memang sebegitu berbahaya? Apakah dampak yang ditimbulkan memang mengerikan?

Artikel ini akan membahas mengenai kesepian dan dampaknya yang berbahaya bagi manusia.

Memahami Apa Itu Kesepian

Kesepian beda dengan kesendirian
Pada dasarnya, rasa kesepian tampak berbeda secara konteks dengan kesendirian. | FOTO: dok. Titiknol/Victory News

Sebelum kita membahas mengenai kesepian, mungkin perlu kita pahami lebih dulu bahwa kesepian dan kesendirian merupakan dua hal yang berbeda.

Jadi, ada beberapa orang yang merasa lebih nyaman saat sedang sendiri, karena bisa merasa lebih nyaman, tanpa kehadiran orang lain.

Nah, hal ini berbeda dengan kesepian, yang merupakan kondisi saat seseorang merasa tidak nyaman saat sendiri.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan timbulnya kondisi kesepian ini, salah satunya adalah saat tidak ada interaksi dan sosialisasi dengan lingkungannya.

Selain itu, alasan lain  seperti kesedihan, penolakan, isolasi, atau pun pemutusan hubungan sesama manusia.

Namun, perlu diingat, kesepian bukanlah tidak memiliki teman, namun lebih pada perasaan bahwa lingkungan sosialnya belum bisa memenuhi standar interaksi sosial yang diinginkan.

Inilah yang menjadi pembeda utama antara dua hal ini. Dalam kesendirian, seseorang merasa nyaman saat melakukan aktivitasnya seorang diri.

Tapi, dalam kesepian, orang tersebut membutuhkan adanya interaksi dengan lingkungan sosialnya, yang sayangnya tidak memenuhi standar yang diinginkan.

Bahaya dan Dampak yang Terjadi

ilustrasi
Kesepian berdampak besar bagi perubahan emosi dan perangai seseorang dalam jangka panjang. | FOTO: Pexels/Marina Shatskikh

Kesepian merupakan salah satu kondisi mental yang tidak sehat. Seperti yang kita semua tahu, kondisi mental yang tidak sehat tentu akan berpengaruh buruk bagi seseorang, termasuk juga mempengaruhi fisiknya.

Bahkan, dalam banyak kasus, gangguan kesehatan mental yang tidak ditangani dengan baik, bisa menimbulkan depresi dan ujungnya adalah bunuh diri. Tentunya, ini bukanlah hal yang baik.

Pada tahun 2021 lalu, Yayasan Counseling Personal Development Center sempat mengadakan seminar mengenai kesepian.

Dalam seminar tersebut, disebutkan bahwa kesepian bukanlah hal yang bisa dianggap enteng, bahkan bisa menimbulkan dampak kesehatan fisik.

Ada beberapa dampak berbahaya yang bisa terjadi akibat perasaan kesepian, seperti meningkatkan kemungkinan risiko kematian hingga 26 persen.

Meningkatkan kemungkinan terjadinya depresi. Bahkan, dampak yang ditimbulkan bisa setara dengan merokok 15 batang per hari.

Menurut Psychology Today, kesepian juga bisa menimbulkan infeksi, timbulnya penyakit kardiovaskular, hingga terjadinya gangguan psikosomatik.

Selain itu, kesepian juga bisa menyebabkan timbulnya ketergantungan, pada alkohol misalnya.

Bahkan ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa kemungkinan orang kesepian untuk meninggal lebih tinggi 50 persen dibandingkan orang yang memiliki hubungan sosial yang sehat.

Dengan beberapa penjelasan tersebut, tentunya terlihat jelas bagaimana mengerikannya dampak dari kesepian yang dirasakan oleh seseorang.

Gejala yang Ditimbulkan

Gejala kesepian
Kesepian berkelanjutan menimbulkan dampak negatif dan berbahaya bagi kondisi psikis. | FOTO: Wallpaper Better/Wakuu

Sebagai suatu kondisi yang memiliki pelbagai dampak buruk, kesepian tentu memiliki beberapa gejala yang mungkin bisa terlihat atau pun bisa dirasakan.

Beberapa gejala yang mungkin timbul terbagi menjadi beberapa kategori.

Untuk kategori pertama, merupakan gejala fisik. Dalam gejala fisik, kondisi yang terjadi adalah tubuh menjadi lebih rentan sakit dan kekebalan menurun.

Selanjutnya, tubuh merasa kurang tidur, karena ada banyak hal yang dipikirkan.

Selain itu, orang yang merasa kesepian juga sering kali mengalami gangguan pola makan, bisa menjadi lebih banyak atau lebih sedikit.

Bahkan, dalam beberapa kasus, bisa tidak memiliki nafsu makan sama sekali.

Selanjutnya, untuk gejala emosi. Biasanya yang dirasakan adalah perasaan tidak nyaman saat sedang sendirian, memiliki harga diri yang rendah, dan sering kali merasa sedih serta lebih mudah mengasihani diri.

Selain dua gejala tersebut, ada juga gejala lain, yaitu gejala sosial.

Dalam gejala sosial ini, seseorang yang merasa kesepian cenderung menjadi tidak ramah dan tidak peduli pada sekitar.

Mereka juga lebih suka berhubungan melalui media sosial dibandingkan harus bertemu secara langsung, dan ini menjadi suatu penanda kalau mereka sedikit menarik diri dari lingkungannya.

Ada juga gejala lain yang bisa terlihat dari perilaku aditif yang ditimbulkan.

Gejala tersebut seperti sering kali berbelanja secara berlebihan, ketergantungan pada game, judi, dan sejenisnya. Selain itu, mereka juga cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial.

Beberapa gejala tersebut merupakan kondisi normal yang terjadi saat seseorang merasa sepi.

Namun, apabila sudah tergolong kronis, ada beberapa gejala lain yang mungkin akan timbul, seperti cenderung merasa minder dan sering kali merasa sepi meskipun berada di tempat yang ramai.

Mereka biasanya juga tidak mampu menjalin hubungan dengan orang lain secara mendalam.

Dengan pelbagai gejala dari kesepian yang timbul, lantas bagaimana cara mengatasinya?

Cara Mengatasi Perasaan Kesepian

Solusi mengatasi kesepian
Konseling dengan pakar adalah solusi terbaik mencegah gejala berbahaya dari kesepian. | FOTO: Freepik/@Pikisuperstar

Ada beberapa hal yang bisa NawaReaders lakukan jika merasa kesepian. Kamu bisa mencoba untuk menghubungi teman-teman lama dan mengajak mereka bertemu.

Namun, kamu perlu mengingat bahwa mungkin tidak semua orang bersedia meluangkan waktunya, karena memiliki kesibukan masing-masing.

Untuk itu, kamu perlu untuk siap untuk menerima penolakan.

Selain itu, kamu juga bisa mencoba untuk bersosialisasi dengan orang-orang baru, mencoba pelbagai aktivitas baru, di lingkungan sosial yang baru.

Hal ini bisa membantu NawaReaders mengatasi perasaan sepi yang muncul.

Namun, perlu diingat bahwa semua ini tergantung pada diri kamu sendiri. Tentunya kamu harus memiliki keyakinan dari dalam diri untuk mengubah diri.

Bagaimana mungkin kamu bisa mencoba hal-hal baru kalau kamu sendiri tidak ingin melakukannya, kan?

Satu hal yang perlu kamu ingat, NawaReaders juga bisa meminta bantuan pada profesional untuk membantu kamu mengatasi perasaan sepi yang timbul.

Hal ini tentu lebih bagus untuk dilakukan, karena mereka bisa membantu kamu melewati kondisi yang sedang kamu hadapi.

Artikel ini ditulis untuk menambah informasi mengenai kesepian dan dampak negatif yang ditimbulkannya. Jadi, jangan jadikan artikel ini sebagai bahan untuk self-diagnose.

Sebisa mungkin, minta bantuan dari professional, karena mereka lebih tahu apa yang harus dilakukan.

Semoga saja, NawaReaders yang sedang mengalami kesepian bisa menjauh dari dampak negatifnya yang berbahaya bagi kamu, ya!


Terima kasih telah membaca artikel Nawala Karsa. Artikel ini kami buat sepenuh hati untuk para pembaca, termasuk kamu!

Dukung Nawala Karsa sebagai media berita independen dan terpercaya kamu dengan memberikan tip melalui Sociabuzz Tribe milik Ayukawa Media. Untuk mengirimkan tip, kamu dapat membuka pranala berikut pranala berikut.