mamoru hosoda film anime

Sutradara Mamoru Hosoda Akan Kembali dengan Film Anime “BELLE”

Pada Selasa (15/12), studio animasi Studio Chizu milik Mamoru Hosoda mengumumkan sebuah kabar gembira bagi para penggemar film-film anime karyanya. Dalam pengumuman tersebut, dinyatakan bahwa Hosoda saat ini tengah mengerjakan sebuah proyek film terbaru berjudul BELLE atau Ryuu to Sobakasu no Hime.

Latar belakang dan ide pembuatan

Studio Chizu juga memberikan beberapa informasi terkait setting dan juga latar belakang ide dari pembuatan film Ryuu to Sobakasu no Hime. Film anime BELLE akan menampilkan visual dari dunia online yang terus berkembang dalam aplikasi gim yang akan ada dalam film ini, yaitu “U”, yang memiliki 5 miliar pengguna.

Di sisi lain, Studio Chizu menyebutkan beberapa film anime karya Hosoda lainnya, seperti Digimon Adventure: Children’s War Game dan Summer Wars, yang sama-sama mengambil tempat di dunia online dan mengangkat isu seputar masyarakat modern. Namun, yang akan membuat film anime BELLE berbeda adalah tema dari film ini datang dari pandangan terbaru Hosoda, terutama mengenai perjalanan seseorang untuk menjadi dewasa, ikatan keluarga, hubungan orang tua dan anak, pertemanan yang melampaui spesies, dan keterikatan dalam hidup manusia.

Film anime BELLE atau Ryuu to Sobakasu no Hime (The Princess of Dragons and Freckles) ini akan digarap oleh Hosoda sendiri dan Hosoda juga dikreditkan sebagai kreator karya original untuk film ini. Rencananya, BELLE akan ditayangkan di bioskop-bioskop Jepang pada musim panas tahun 2021 mendatang.

Tentang Mamoru Hosoda

mamoru hosoda Ryuu to Sobakasu no Hime
FOTO: ScreenAnarchy

Mamoru Hosoda adalah seorang sutradara film anime kenamaan asal Jepang yang telah menghasilkan berbagai karya terkenal seperti The Girl Who Leapt Through Time dan Ookami Kodomo no Ame to Yuki. Hingga saat ini, film-film karyanya sangat populer dan menjadi favorit para penggemar anime.

Hosoda memulai kariernya dalam dunia animasi ketika bergabung dengan Toei Animation setelah mengumpulkan salah satu film pendek karyanya. Namanya mulai melejit ketika ia menyutradarai dua film pertama dari serial film Digimon Adventure. Hosoda juga sempat menarik perhatian Studio Ghibli untuk menjadi sutradara dari film Howl’s Moving Castle, namun kerja sama mereka tidak terwujud karena adanya perbedaan ide kreatif.

Saat bergabung dengan Studio Madhouse pada 2005, nama Mamoru Hosoda semakin populer setelah merilis The Girl Who Leapt Through Time pada 2006 yang memenangkan penghargaan Japan Academy Prize for Animation of the Year pada 2007. Film karya Hosoda selanjutnya yang dirilis pada 2009, Summer Wars, juga menjadi favorit banyak orang.

Pada tahun 2011, Hosoda meninggalkan Studio Madhouse dan membangun Studio Chizu bersama Yuichiro Saito, yang menjadi kolaborator Hosoda dalam film The Girl Who Leapt Through Time dan Summer Wars sebagai produser. Studio Chizu telah merilis tiga film karya Hosoda yang juga sangat terkenal dan meraih banyak penghargaan, yaitu Ookami Kodomo no Ame to Yuki, The Boy and the Beast, dan Mirai.

Related Posts