Beranda » Berita Jepang » NHK: Pandemi Virus Corona Pengaruhi Produksi Anime

NHK: Pandemi Virus Corona Pengaruhi Produksi Anime

Televisi NHK menyebut bahwa industri Anime tengah mencoba untuk menyesuaikan diri dengan kondisi wabah saat ini.

Pandemi Virus Corona (COVID-19) yang sedang melanda di berbagai belahan dunia telah memengaruhi banyak sektor industri. Tak terkecuali pada industri yang berhubungan dengan produksi anime di Jepang dan negara-negara lainnya.

Dilansir dari Crunchyroll, stasiun TV NHK World menayangkan laporan khusus tentang pengaruh pandemi virus Corona terhadap produksi anime akhir-akhir ini. Segmen yang berjudul “Anime VS Virus” dilaporkan oleh Rie Fumimuro dan Kateryna Novystka.

 

Berita tersebut telah ditayangkan lewat program berita NHK World, Newsline In Depth pada akhir Maret 2020 lalu. Video tentang laporan selengkapnya dapat disaksikan di sini.

Produksi dan Penyiaran Anime Terbaru Menjadi Terkendala

Kebanyakan studio anime di Jepang mengandalkan sebanyak 30% produksi anime dilakukan oleh studio outsourcing yang berada di China. Dikarenakan pada Januari hingga Februari lalu China sedang memberlakukan karantina wilayah, banyak animator di sana yang terpaksa bekerja di rumah. 

Yara Lo, direktur studio anime Akatsuki Co. Ltd mengungkapkan kondisi produksi anime saat ini yang mengalami kendala karena terkena dampak pandemi virus Corona.

Ia mengatakan “Ini sangat kacau, itu yang bisa kugambarkan untuk saat ini. Banyak hari yang tak bisa diperbuat apa-apa pada saat ini. Bahkan pada hari tertentu kami hanya bisa menyelesaikan 10% volume (kerja) dari biasanya.”.  

Di Twitter, ia sempat membuat sebuah manga pendek yang menceritakan kondisi studio outsourcing di China miliknya yang sedang terkendala karena terkena dampak virus Corona.

potongan panel manga

Pada saat masa karantina wilayah berlangsung di beberapa wilayah China, para animator tidak bisa pergi bekerja di studio dan menyelesaikan frame animasi. Mereka juga berpacu dengan tenggat waktu yang semakin mencekik dan terkendala dalam mengirimkan dokumen tersebut ke Jepang.

Hal tersebut semakin dipersulit dengan kebijakan dari Japan Post yang menghentikan seluruh pengiriman dan penerimaan paket pos di Jepang dari dan ke China sejak 13 Maret.

Kemudian beberapa hari yang lalu (1/4), Japan Post memutuskan untuk menambahkan banyak negara (termasuk Indonesia) yang masuk ke dalam daftar penolakan sementara pengiriman dan penerimaan paket pos dari dan ke Jepang. 

Tugas untuk mengambil dokumen berisi frame animasi yang dilakukan oleh agen dari Jepang pun tidak memungkinkan. Karena hampir 70% proses pembuatan anime masih dilakukan secara tradisional, pada saat ini pihak studio anime masih memikir untuk pengalihan proses produksi ke dalam bentuk digital secara keseluruhan.

Akibatnya penayangan episode-episode terbaru dari beberapa judul serial anime yang  tayang saat ini mengalami penundaan, seperti Toaru Kagaku No Railgun T dan Infinite Dendogram. Bahkan penayangan perdana untuk film anime Detective Conan dan Crayon Shinchan terpaksa diundur.

Pertemuan Lewat Teleconference Menjadi Solusi Setelah Pembatalan Acara Besar

Merebaknya Virus Corona telah menyebabkan pembatalan berbagai perhelatan akbar yang terkait dengan anime, gim, dsb di Jepang sejak Februari 2020.

Karena acara AnimeJapan 2020 yang merupakan salah satu jembatan bagi produsen dan distributor anime untuk memasarkan produknya ke luar negeri telah dibatalkan, mereka mengalami kendala.

Sebuah organisasi menemukan solusi untuk tetap menjalankan hubungan dengan para klien dari luar negeri setelah acara-acara besar dibatalkan melalui pemanfaatan teleconference.

Bushiroad: “Momen Seperti ini Bisa Menjadi Titik Terang Bagi Industri”

event bushiroad

Acara promosi anime pendek produksi Bushiroad Rebirth For You yang dibawakan oleh dua orang seiyuu, Narumi Yuna dan Nishio Yuka tetap diadakan di lokasi tanpa kehadiran pengunjung secara langsung.

Narumi mengungkapkan bahwa meskipun ada atau tidaknya penonton, ia tetap menikmati acaranya untuk memuaskan para penggemar karena kesempatan seperti ini sangat langka. Sementara itu Nishio berpendapat dengan diadakannya siaran langsung (live streaming) dapat menarik perhatian penggemar dari luar Jepang sehingga lebih dikenal luas.

Kepala Bushiroad, Kiidani Takaaki mengungkapkan meskipun keadaan saat ini sedang sulit, hal tersebut dapat meningkatkan permintaan untuk layanan streaming anime karena banyaknya orang yang menginginkan hiburan berkualitas. Pihaknya menambahkan pada akhirnya dapat menjadi kemajuan bagi industri (anime) di masa mendatang.

Loading...