Beranda » Pop Kultur » Novel Goodbye Fairy Siap Diterbitkan Penerbit Haru April 2020 Ini

Novel Goodbye Fairy Siap Diterbitkan Penerbit Haru April 2020 Ini

Melalui akun Instagramnya, Penerbit Haru umumkan akan menerbitkan bagian seri Hyouka, yaitu novel Goodbye Fairy pada bulan April mendatang.

Melalui postingan pada akun Instagram, Penerbit Haru pada Jumat (20/3) lalu mengonfirmasi bahwa penerbit tersebut akan menerbitkan novel Goodbye Fairy pada bulan April 2020 mendatang.

Sudah Dikonfirmasi Melalui YouTube

Penerbit tersebut telah mengonfirmasi akan menerbitkan Goodbye Fairy melalui salah satu video yang telah mereka unggah di kanal YouTube resminya. Video tersebut turut membahas mengenai seri kelima dari Hyouka yang belum terbit di Indonesia.

Novel karya Yonezawa Honobu, yang telah diterbitkan di Jepang pada tahun 2004, merupakan naskah terakhir dari serial Hyouka sebelum label penerbit yang pernah menerbitkan buku Hyouka pertama beserta sekuelnya tersebut tutup. Naskah tersebut kemudian diangkan kembali, namun dirubah sedemikian rupa dimulai dari nama karakternya, serta feeling dalam novel tersebut.

Tentang Novel Goodbye Fairy

Cover Goodbye fairy novel penerbit haru indonesia
Cover buku Goodbye Fairy edisi Indonesia yang akan diterbitkan oleh Penerbit Haru

Novel dengan genre misteri tersebut berlatarbelakang tahun 1991, dimana seorang pelajar menengah bernama Michiyuki Moriya bertemu seorang gadis bernama Maja, yang merupakan gadis dari luar negeri disaat berteduh dari derasnya hujan.

Keduanya, Michiyuki dan Maja, menghabiskan waktu bersama hingga pada akhirnya Maja kembali ke negeri asalnya. Namun, Moriya terlibat dalam suatu misteri besar pasca perginya Maja, dimana semua jawaban atas misteri tersebut ada dalam memori Michiyuki beserta teman-temannya.

Netizen Tertarik dan Nantikan Penerbitan Buku Goodbye Fairy

Setelah diumumkan di sosial media Instagram milik Penerbit Haru, warganet yang telah menantikan seri Hyouka tersebut turut berkomentar:

“Sedikit tertarik. Penasaran soalnya. Semoga habis ini, Hyoka seri 5 dan 6 akan ikut dicetak juga.”

“Mau ketemu Maya :3”

“YESHHHH! PECAH TANGISKU KARENA KANGEN HYOUKAAA”

“Yugoslavia? Setting waktunya kapan ya kira-kira? Mengingat sekarang Yugoslavia adalah sejarah dari peta dunia yang telah terpecah menjadi negara-negara baru”

“Lagiiiiii… fix gw kena harusyndrome”

Bagaimana Seri Hyouka dapat Berlanjut?

cover buku novel Goodbye Fairy
Cover Goodbye Fairy bahasa Jepang

Dalam artikel sebelumnya, setelah Goodbye Fairy terbit, penerbit yang menerbitkan novel Hyouka pertama dan kedua kembali beroperasi. “Label ini bangkit dari kematian,” ujar Andry Setiawan, manajer Penerbit Haru melalui video sebelumnya.

Seri novel tersebut akhirnya berlanjut dengan mulai diterbitkannya novel Hyouka ketiga di tahun 2005, novel keempat pada tahun 2007, novel Hyouka kelima di tahun 2010, dan buku keenam pada tahun 2012 disaat adaptasi anime Hyouka diproduksi oleh studio animasi Kyoto Animation.

Kendati buku seri tersebut diterbitkan hingga seri keenam, anime Hyouka yang diadaptasi oleh KyoAni hanya mencakup cerita atas 4 dari 6 buku tersebut.

Kutipan dari Penerbit Haru Terkait Goodbye Fairy

Goodbye Fairy adalah novel yang seharusnya menjadi bagian dari serial Hyouka, sebuah seri misteri remaja yang berasal dari Jepang. Seri Hyouka sendiri telah diadaptasi ke dalam anime oleh studio Kyoto Animation dan film layar lebar dalam versi live action. Goodbye Fairy terbit pada 2004 di Jepang, dan akan segera diterbitkan oleh Penerbit Haru pada April 2020 mendatang.

Yonezawa Honobu sebenarnya menuliskan Goodbye Fairy untuk melanjutkan seri Hyouka yang diterbitkan sebelumnya. Karena label dalam penerbit Hyouka sebelumnya ditangguhkan, Yonezawa pun tidak bisa menerbitkan Goodbye Fairy sebagai bagian dari Hyouka. Sampai akhirnya sebuah penerbit lain meminang buku ini dan memutuskan menerbitkannya dengan perubahan-perubahan sedemikian rupa, sehingga menjadi terpisah dari serial Hyouka tersebut.

Novel ini Memiliki Filosofi dalam Kebiasaan Kecil

Novel yang ditulis oleh Yonezawa Honobu ini mengingatkan pembaca terhadap kebiasaan-kebiasaan kecil yang ternyata memiliki filosofi tersendiri di baliknya. Terutama di Indonesia, banyak kebiasaan yang seringkali membuat orang luar negeri terheran-heran. Bahkan terkadang, sesama masyarakat Indonesia sendiri tidak paham kenapa orang melakukan itu. Seperti saat kita sedang makan gorengan, atau mi, beberapa orang terbiasa menyediakan cabe sebagai pelengkap.

Sementara di luar negeri, biasanya cabe diolah terlebih dahulu sebelum dimakan. Selain itu, ada juga kebiasaan orang Indonesia, terutama suku Jawa, yang menunjuk arah jalan menggunakan jari jempol, bukan telunjuk. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan sikap sopan kepada lawan bicara. Orang luar negeri kebanyakan kesulitan untuk berjongkok, tetapi bagi masyarakat Indonesia, jongkok adalah suatu hal yang mudah dan bisa dilakukan di mana saja. Untuk itu, banyak orang luar negeri yang heran mengenai hal ini. Kebiasaan-kebiasaan inilah yang membuat budaya di Indonesia bisa dikatakan cukup unik.

Mengangkat Sedikit Kisah Dibalik Pecahnya Yugoslavia

Maya, tokoh utama dalam buku Goodbye Fairy, datang ke Jepang dari Yugoslavia karena ingin mempelajari budaya Jepang yang nantinya bisa dia adaptasi ke negaranya sendiri. Kedatangannya itu yang mempertemukannya dengan Moriya dan teman-temannya. Akan tetapi, karena Maya memiliki sifat ingin tahu yang demikian besar (yang mengingatkan kita kepada Chitanda Eru dalam serial Hyouka), hal-hal sekecil apa pun menjadi sebuah misteri yang unik yang bisa mengungkapkan apa yang ada di balik sebuah kebiasaan di Jepang.

Buku ini juga mengangkat sedikit kisah di balik pecahnya negara Yugoslavia pada 1992, yang tentu saja akan menarik bagi peminat sejarah dunia.

Loading...