Beranda » Bus & Kereta » Penghalau Banjir, Inilah Proses Pemasangan Flood Barrier MRT Jakarta

Penghalau Banjir, Inilah Proses Pemasangan Flood Barrier MRT Jakarta

Jakarta. Di musim penghujan seperti saat ini, beberapa tempat wilayah di Jakarta tentu dibayang-bayangi oleh bencana banjir yang dapat melanda.

Lokasi Pemasangan Flood Barrier

Salah satu diantara beberapa tempat tersebut ialah stasiun bawah tanah MRT Jakarta. Dua stasiun bawah tanah telah dilengkapi dengan tanggul penahan banjir (flood barrier) saat pembangunannya. Kedua stasiun tersebut adalah Stasiun Bundaran HI dan Stasiun Dukuh Atas BNI.

Tanggul penahan banjir merupakan pertahanan terakhir dari rangkaian pertahanan stasiun MRT Jakarta dalam menghadapi Banjir.

Jika genangan air sudah setinggi anak tangga pertama stasiun, maka petugas akan langsung memasang tanggul penahan ini. Sebelumnya, sebagai langkah pencegahan, MRT Jakarta selalu menjaga dan membersihkan saluran air di sekitar stasiun.

Tanggul Diharapkan Bisa Menahan Air

Tanggul ini berfungsi menahan air banjir agar tidak masuk ke area councorse stasiun bawah tanah. Tanggul ini memiliki tinggi 100 cm dari lantai pintu stasiun. Papan-papan tanggul terbuat dari bahan stainless steel sehingga tahan karat. Papan-papan ini juga dilengkapi dengan sekat karet, agar tidak terjadi kebocoran pada tanggul.

Proses Pemasangan Flood Barrier

Untuk proses pemasangan flood barrier, dapat dilihat pada video berikut:

Peralatan dan perlengkapan pemasangan flood barrier ini terdiri atas:

  • 5 unit papan yang masing-masing 20 cm,
  • 2 unit klep untuk menahan papan di sisi kanan dan kiri
  • Kawat penahan untuk menahan dari depan, dan
  • beberapa kunci untuk membuka/mengunci bagian tanggul.

Proses pemasangan flood barrier dilakukan sangat cepat dan tidak sampai 5 menit. Rekor tercepat dalam pemasangan ini selama 4 menit 24 detik, padahal dari pabriknya mengestimasi waktu pemasangannya selama 15 menit. Pemasangan tanggul ini dilakukan oleh 3 orang petugas dan 1 orang supervisor.

Kalau kebanyakan justru tidak bisa bekerja (karena terlalu ramai), kalau terlalu sedikit juga jadi lama, jadi yang efektif itu 3 orang” ujar Effendi, Direktur Operasi dan Pemeliharaan MRT Jakarta.

 


Hai, NawaReaders dan OtaCool! Jangan lupa untuk akses terus Nawala Karsa untuk informasi pop kultur dan teknologi terkini, serta Indonesian Otaku untuk dosis harian wibu kalian!

Loading...