Beranda » Bus & Kereta » Berita Shinkansen Terlambat Karena Turis Indonesia “Bukan Hoax”

Berita Shinkansen Terlambat Karena Turis Indonesia “Bukan Hoax”

Hei, NawaReaders! Masih ingat dengan berita Shinkansen terlambat karena turis asal Indonesia? Beberapa hari setelah berita tersebut muncul, salah satu penulis yang berasal dari Kompasiana beranggapan bahwa berita tersebut diragukan kebenarannya.

Kami pun mendapat kesempatan melakukan wawancara kepada pemilik video dan saksi mata Shinkansen terlambat karena turis Indonesia, yaitu pemilik akun Facebook bernama Kucing Putih. Yuk, cari tahu kebenarannya!

Kompasiana Itu Blog

Kompasiana Hoax

Dari wawancara kami dengan Kucing Putih, kami mendapatkan banyak informasi dan fakta sebenarnya terkait berita Shinkansen terlambat karena turis Indonesia yang dianggap Hoax.

Tidak hanya itu saja, beliau juga memberikan sedikit informasi mengenai cara kerja dan aturan kereta cepat atau Shinkansen. Berikut adalah hasil wawancara kami dengan Kucing Putih.

Nawala Karsa (NK): Salah satu penulis dari Kompasiana menganggap bahwa berita dan video kereta Shinkansen anda diragukan kebenarannya. Menurut anda gimana?

Kucing Putih (KP): Kompasiana itu kayak blog. Orang bisa bikin berkata apapun dan sebenarnya sama kayak FB. Bisa dibilang saya pergi ke tempat lokasi buat ngecek, tapi aslinya saya hanya di rumah. So tanggapannya ya menurut kompasiana begitu, ya sudah biarin aja wkwkw. Kan saya yang naik kereta dan yang ngerasain. Emang pas itu kereta saya telat. Masa harus bilang ga telat? Hahaha.

Kompasiana Salah Mencari Informasi

NK: Anda pernah menyebutkan kompasiana melihat rute kereta yang salah. Salahnya dimana dan apakah ada bukti?

KP: Rute kereta salah? Bukan rute mas. Dia ngecek kan dI JR East Shinjuku, tapi kan lokasi aslinya di JR West Shin-Osaka? Gmana ya, contoh kasusnya seperti kejadian di Stasiun Gambir, tapi mas-nya ngecek di Stasiun Jember.

NK: Oh, iya. TKP di stasiun mana?

KP: Shin-Osaka, Tokaido Line, sekitar jam 7-an.

Nasib Turis Indonesia Setelah Kejadian Video Viral Shinkansen

NK: Apa yang terjadi kepada turis itu setelah video yang anda rekam selesai? Apakah mereka diberi sanksi, dibawa ke Post Security, atau lainnya?

KP: Turisnya santuy naik kereta Nozomi aman damai gak apa apa. Petugas juga marah pas kejadian, itu aja sih. Kereta jalan, ya sudah gak ada apa-apa lagi. Tapi ada yang menarik dari video saya ya. Ada satu bapak-bapak orang jepang yang mau ngingetin juga. Cuma sudah keduluan klakson, jadi bapaknya gak jadi. (bisa liat video saya)

KP: Pas abis rekam, KLB bapaknya kayak ngomong ke saya “saki abunai na (tadi itu berbahaya sekali)”. Aye angguk-angguk aja trus pergi. Karena kereta saya selanjutnya mau datang. Eh, ternyata molor wkwkwk. Jadi yang telat itu kereta saya 10 menit. Karena harus menunggu Hikari dan KLB Nozomi tadi aman sinyal. Seandainya ga ada gangguan foto-foto, mungkin KLB tadi berangkat tepat waktu. Dan kereta saya juga ga telat.

KP: Tambahan, mungkin KLB Nozomi cuma telat 1-2 menit aja. Cuma pengaruh kebelakangnya jadi banyak. Ya cuma yang mengatur gapeka yang tau. Tapi sejujurnya keretaku memang telat.

NK: Oh, ya. Bapaknya mengingatkan turisnya pakai Bahasa Indonesia, gak?

KP: Gak. Bapaknya ngomong pakai bahasa Jepang ke para turis. Di video, dia juga ngomong dengan saya pakai bahasa Jepang. Jadi, dia gak bisa bahasa Indonesia.

Turis Indonesia Tetap Sibuk Berfoto Meski Sudah Diperingati

KP: Oh, iya bapak itu datengin ke turis yang saat itu petugas bilang segera menjauhlah dari garis kuning sebanyak 2 kali. Aku juga bilang ke salah satu ibu-ibu sama mbak-mbak gitu, “bu keretanya mau berangkat jangan berdiri disini”. Dijawab “bentar mas saya masih foto-foto”. Mereka melanjutkan sesi foto. Terus ada peringatan ketiga. Alarm kereta siap brangkat bunyi. Nah darisini kan niatku rekam cuma buat rekam kereta doank, tapi KLB ga jalan karena blom clear. Mereka masih ada yang selfie. Disitu ada bapak-bapak datang mau ngingetin seperti yang saya bilang sebelumnya.

KP: Selama ini prosedur memang Shinkansen gak ngelakson saat brangkat, kecuali ada penghalang di depannya. Sebagai tanda sayang buat kasih tahu, awas mbak hati-hati kereta mau jalan. Sadar gak ketika selfie kita kadang gak sadar sudah aman apa ga kita berdiri? Kita gak pernah tahu kan dr belakang bakal keserempet atau gmana?

Fakta Terlambat 10 Menit

NK: Hoooh, jadi yang telat 10 menit itu kereta yang mas tumpangi.

KP: Ya lahhh. Orang dan media ga konfirmasi ke aku tau-tau bikin judul aja. Wkwkw….

KP: Wong itu aku lagi dinas dan liburan. Jadi di media kontra atau yang media online banyak yang nyajiin berfokus pada foto-foto lalu di tungguin 10 menit.

Cek Keterlambatan Shinkansen Di Jepang

NK: Di kereta Jepang, ada “Shinkansen access-nya” ga sih? Buat ngecek keterlambatannya.

KP: Harusnya sih ada. Cuma ga pernah pake. Wkwkwk, jadi ga tau. Dan satu hal yg aku inget kenapa aku berani bilang keretaku terlambat adalah Announcer pas masuk Nagoya itu meminta maaf lewat pengeras suara karena terlambat masuk Nagoya. Dari situ sih sudah ketahuan terlambat. Seandainya gw miss, jadi terlambat 5 menit pun tetep akan terlambat karena antri kereta depannya.

NK: Kalo boleh tau, isi pengumumannya gimana ya?

KP: Ya biasa, meminta maaf atas keterlambatan. Aslinya biasa ini ada sering di ucapkan di semua kereta kalau terlambat sedikit.

Konfirmasi Lanjutan Di Akun Facebook Kucing Putih

Kucing Putih pun membuat konfirmasi lanjutan terkait berita Shinkansen terlambat dianggap tidak benar oleh Kompasiana sehingga banyak pembaca menganggapnya sebagai Hoax.

Kesimpulan: Shinkansen Terlambat Karena Turis Indonesia Bukan Hoax

Jadi dari wawancara kami, sudah dijelaskan secara detil pernyataan resmi dari Kucing Putih terkait berita Shinkansen yang disebut oleh penulis Kompasiana diragukan kebenarannya. Semoga dengan wawancara kami bisa membantu Kucing Putih.

Untuk NawaReaders dan netizen Indonesia, agar memberitahu kepada teman-temannya yang lain mengenai informasi lanjutan mengenai shikansen terlambat yang dianggap Hoax.

Agar tidak ada lagi keraguan, kebingungan dan tindakan menyudutkan Kucing Putih karena pernyataan mengenai Shinkansen dari penulis media Kompasiana.

Loading...