Beranda » Jadi Alasan Helmy Yahya Dipecat, Semahal Apa Premier League di TVRI?

Jadi Alasan Helmy Yahya Dipecat, Semahal Apa Premier League di TVRI?

Salah satu penyebab diberhentikannya Helmy Yahya dari kursi Direktur Utama TVRI adalah mengenai siaran Premier League.

Dalam keterangannya, Dewan Pengawas menganggap Helmy tidak memberikan penjelasan mengenai besarnya biaya pembelian hak siar liga sepak bola Inggris tersebut dari pelaksanaan tertib administrasi anggaran TVRI.

Helmy: Dewas Ada Saat Pembahasan Premier League

Helmy Yahya Diberhentikan Dari Dirut TVRIDalam jumpa pers pada Jumat (17/1) siang, Helmy Yahya menguraikan kronologi hadirnya siaran Premier League di stasiun televisi milik negara itu. Ia menceritakan kejadian tersebut sebagai “rejeki anak saleh”.

Tawaran dari Mola TV datang ke TVRI pada pertengahan 2019. Karena muncul pada pertengahan tahun, praktis Premier League tidak tercatat dalam anggaran TVRI 2019. Untuk mendanai acara tersebut, Helmy menggunakan PNBP yang diterima TVRI.

“Tapi kan kami mendapatkan, kami kan setiap tahun punya PNPB itu dari sewa pemancar, iklan dan lain-lain. Yang kami hitung bisa ini, bisa masuk, ya bisa dong. Tidak dilaporkan? Sudah pak,” katanya.

Direktur Program dan Berita TVRI, Apni Jaya Putra, turut mengungkap keikutsertaan Dewas dalam pengambilan keputusan mengenai Premier League.

“Selanjutnya, secara administratif Liga Inggris dilaporkan kepada Dewas tanggal 15 Juli 2019. Rapat dipimpin ketua Dewas Arief Thamrin minus Pak Moko lalu direksi semua lengkap,” ujar Apni.

Apni mengatakan direksi telah melaporkan semua hal teknis terkait penayangan Liga Inggris. Dewas pun sudah memberikan arahan akan hal itu.

“Kepada Dewas dilaporkan mengenai jenis kerjasama. Kemudian harga, pendapatan iklan dan sistem enkripsi. Dewas melalui surat 127/Dewas/TVRI/2019 tanggal 18 Juli memberikan surat arahan mengenai Liga Inggris,” tutur Apni.

Apni mengatakan Dewas juga memberikan tantangan bahwa Liga Inggris berpotensi meningkatkan PNBP TVRI. Pada saat launching penayangan Liga Inggris ketua Dewas pun turut menyaksikan.

“Penayangan liga Inggris ini akan menjadi challenge bagi pengembangan usaha, Dewan Pengawas meminta memaksimalkan peluang untuk meningkatkan PNBP TVRI. Ketua Dewas hadir pada saat launching pada saat liga Inggris,” ungkapnya.

Semahal Apa Premier League?

Manchester City, Juara FA Cup musim 2018-2019.

Premier League sampai saat ini merupakan liga sepak bola termahal di dunia. Menjangkau hingga 4,2 miliar pemirsa, liga sepakbola Inggris ini masih menjadi primadona di 212 negara dan kumpulannya.

Wajar bila Premier League menjadi laga sepak bola termahal. Mengutip data dari AP, Premier League mampu meraup 9,2 miliar poundsterling (setara Rp164 triliun) untuk musim 2019-2022. Dari angka tersebut, sebesar 4,2 miliar poundsterling (setara Rp75 triliun) merupakan hak siar internasional.

Lantas, berapa biaya yang dikeluarkan pemegang hak siar di Indonesia? Sampai saat ini pihak Mola TV – serta pemegang hak siar sebelumnya – tidak mengungkap total biaya tersebut.

Namun, jika kita menggunakan hitungan kasar dengan perhitungan jumlah populasi masyarakat Indonesia saat ini (berkisar 268 juta jiwa), maka akan didapat nominal berkisar Rp4,78 triliun untuk 3 musim. Tentu angka ini bisa lebih besar maupun lebih kecil, tergantung kesepakatan jual beli.

Bagaimana TVRI Membeli Hak Siar Premier League?

Lalu, bagaimana dengan biaya yang dikeluarkan TVRI musim ini? Dengan asumsi hanya 76 dari 380 pertandingan yang disiarkan – karena TVRI hanya menayangkan 2 pertandingan sepekan, maka dengan asumsi nominal di atas didapat nominal Rp 319 miliar.

Karena hak siarnya terbatas di terestrial dan pertandingan yang ditayangkan umumnya bukan big match, maka angka di atas dapat ditekan lebih rendah lagi. Sebagai informasi, pemegang hak siar utama umumnya menjual pertandingan big match lebih mahal ketimbang pertandingan biasa.

Dengan potensi pemasukan iklan yang terbatas dan anggaran per jam yang diklaim lebih murah dari gaji Soimah, lantas bagaimana TVRI dapat membeli hak siar tersebut? TVRI, dibawah kepemimpinan Helmy Yahya, mengaku melakukan sejumlah pemanfaatan PNBP untuk membeli hak siar tersebut – selain kemungkinan negosiasi khusus dengan Mola TV.


Hai, NawaReaders dan OtaCool! Jangan lupa untuk akses terus Nawala Karsa untuk informasi pop kultur dan teknologi terkini, serta Indonesian Otaku untuk dosis harian wibu kalian!

Loading...