Beranda » Regional » Rumah Komando Pasukan Katak Dirampok, Pelaku Tewas Di Tempat

Rumah Komando Pasukan Katak Dirampok, Pelaku Tewas Di Tempat

Entah apa yang terpikirkan bagi para perampok satu ini ketika mereka dengan nekat mencoba merampok salah satu rumah anggota Komando Pasukan Katak (KOPASKA).

Nasib Sial Pelaku Perampokan Rumah Komando Pasukan Katak (KOPASKA)

Dikutip dari MerahPutih. Dua dari tiga pelaku yang bernama Nadi Binto dan Abdul Ajis, warga Socah, Pasuruan, Jawa Timur, tewas di tangan anggota KOPASKA.

Lantaran mereka nekat menodongkan senjata pada warga dan mengancam akan menembak salah satu warga setelah kepergok melakukan perampokan.

Tapi aksi tersebut berhasil digagalkan oleh korban perampokan yang merupakan salah satu anggota KOPASKA yang menjabat sebagai Paopsjar Sekopaska, Mayor Laut (P) Tunggul Waluyo setelah melepaskan beberapa tembakan.

Alhasil dua dari tiga pelaku perampokan tewas, sementara seorang lainnya berhasil kabur. “Jadi pelakunya ada tiga. Yang satu tewas di lokasi. Yang dua berhasil kabur. Tapi, akhirnya satu di antaranya akhirnya juga meninggal dunia,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.

Kronologi Kejadian

AKBP Shinto menjelaskan keterangan dari beberapa saksi-saksi, tiga pelaku masuk ke dalam rumah anggota pasukan katak di Jalan Simorejo, Surabaya, Jawa Timur pada hari Rabu dini hari dan berusaha membawa kabur kendaraan korban yang menjabat sebagai Paopsjar Sekopaska.

Korban yang mengetahui pencurian tersebut langsung berteriak “Maling” hingga warga pun berdatangan. Namun salah satu tersangka Abdul Ajis mengeluarkan senjata jenis pistol sehingga membuat warga ketakutan.

Melihat itu, Mayor Laut (P) Tunggul Waluyo ikut mengeluarkan sepucuk senjata pistol sambil melepaskan tembakan peringatan, tapi tidak digubris pelaku.

“Akhirnya korban melakukan tembakan. Satu meninggal di lokasi. Yang dua kabur. Tapi, akhirnya kita dapat informasi jika yang kabur akhirnya meninggal dunia,” tambahnya.

Pelaku Masuk Dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)

AKBP Shinto juga menegaskan bahwa apa yang dilakukan korban dengan melepaskan tembakan telah sesuai prosedur. Karena berusaha melindungi diri korban.

Dari keterangan AKBP Shinto, diketahui pistol milik pelaku ternyata adalah senjata jenis airsoft gun yang biasa dipakai untuk menakut-nakuti korbannya.

Abdul Ajis juga ternyata masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi yang telah puluhan kali melakukan aksi curanmor. Bahkan seorang anggota polisi sempat tertembak oleh Ajis saat terjadi baku tembak di Suramadu tahun lalu hingga menewaskan seorang petugas Jasa Marga.

Loading...