Beranda » Pop Kultur » Pendeta Nagasaki Melarang Turis di Jepang Masuk Kuil di Tsushima

Pendeta Nagasaki Melarang Turis di Jepang Masuk Kuil di Tsushima

Bagi turis mancanegara di Jepang, berkunjung ke kuil Shinto merupakan momen Jepang banget yang dirasa tidak boleh dilewatkan. Namun, bagaimanakah jika komplek kuil tersebut tidak ingin menerima turis lagi dikarenakan perilaku tidak menyenangkan semata?

Pendeta Watatsumi: Turis Tidak Menghargai Kesucian Kuil!

SoraNews24 menyoroti kasus diatas yang terjadi di Kuil Watatsumi, tepatnya di pulau Tsushima, prefektur Nagasaki. Seorang pendeta disana menyayangkan akan perilaku tidak sopan yang ditunjukkan banyak pelawatnya. Ia memutuskan dalam Twitternya untuk mengumumkan kepada seluruh turis luar negeri untuk tidak diperbolehkan mendatangi kuilnya.

Hal ini menyusul berbagai insiden soal tingkah laku sebagian besar turis luar, termasuk mengeluarkan kata-kata tidak wajar, mencuri jimat dan perilaku agresif oleh pemandu tur. Ia juga menambahkan sekitar 30-40 bus pariwisata berhenti di sekitar kuilnya, membuat kawasan tersebut penuh sesak dengan turis setiap harinya.

 

Pelarangan ini meskipun berlaku bagi semua turis datang dari luar Jepang, pendeta tersebut menekankan aturan ini pada turis-turis Korea Selatan. Satu pengunjung, yang kebetulan adalah seorang influencer YouTuber, sengaja memfilmkan beberapa daerah terlarang dan orang dalam kuilnya tanpa izin. Ia menambahkan bahwa turis pun didapati duduk sambil makan siang di tepi jalan, yang notabene ditandai oleh garis putih membatasi antara tanah kawasan kuil dan jalan tersebut.

Maklum, Kuil Watatsumi berada di pulau Tsushima, yang berada diantara dua selat, yaitu Selat Korea dan Selat Tsushima. Bagi para pelancong dari Korea, mengunjungi Tsushima bukanlah hal sulit saking dekatnya pulau tersebut dengan perbatasan negaranya. Kuil tersebut merupakan salah satu tempat wisata yang menjadi rekomendasi dari pariwisata pulau Tsushima.

Kenakalan Turis di Kuil Bikin Resah!

Selain kejadian diatas, pendeta kuil Watatsumi tersebut mengunggah beberapa bukti foto perbuatan tercela turis di kuilnya. Salah satunya adalah tindakan vandalisme yang diperbuat turis Korea Selatan, contohnya menulis nama mereka di papan jimat.

Di samping itu, Ia juga menemui sebanyak 40 pemandu tur yang dirasa berlaku tidak sopan dalam kawasan kuilnya. Beberapa diantara mereka pun bahkan memandu para turis selama 10-20 menit tentang kuil tersebut, namun dijelaskan di tempat yang sangat terlarang.

Atas perilaku di atas, kuil tersebut tidak akan persilakan masuk untuk para turis mancanegara yang ingin mengunjunginya. Ia menyebutkan bahwa ketika  mereka memikirkan hal ini menyangkut kebencian atau pelanggaran HAM, Ia membuka siapa saja untuk mendiskusikan larangan tersebut. Ia tidak ingin banyakanya orang yang mengunjungi tempat suci tersebut memberi dampak tidak baik kepada kesucian kuil Watatsumi.

Tsushima (masih) Diperebutkan Jepang dan Korea

Perseteruan politik antara Korea Selatan dan Jepang terkait klaim beberapa pulau di dalam perbatasan kedua belah negara masih berlangsung hingga kini. Mengutip dari The New York Times, banyak kasus pencurian artefak yang terjadi di pulau Tsushima oleh pihak tidak bertanggung jawab, namun ditemukan kembali di Korea Selatan pasca insiden tersebut.

Korea Selatan mengklaim pulau Tsushima seharusnya dimiliki oleh Korea dengan nama Daemado, meskipun tidak memiliki bukti otentik. Apalagi tindak patriotisme Jepang yang diperlihatkan langsung kepada jirannya membuat Korea berang saking sejarah perang mereka antar kedua negara, yang memang sudah sejak zaman dulu terjadi.

Sumber: Hachima Kikou via SoraNews24

Loading...