Beranda » Dewas TVRI: Liga Inggris Tidak Sesuai Dengan Kehidupan Bangsa dan Negara

Dewas TVRI: Liga Inggris Tidak Sesuai Dengan Kehidupan Bangsa dan Negara

Belakangan ini setelah ramainya pemberitaan tentang dicopotnya Helmy Yahya sebagai Direktur Utama TVRI, kini Dewan Pengawas (Dewas) TVRI mengungkap alasan pencopotan.

Dikutip dari Liputan6. Dari beberapa poin yang dijelaskan oleh Dewan Pengawas, salah satunya adalah karena penayangan Liga Inggris yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.

“Tupoksi TVRI sesuai visi-misi TVRI adalah TV publik, kami bukan swasta, jadi yang paling utama adalah edukasi, jati diri, media pemersatu bangsa, prioritas programnya juga seperti itu. Realisasinya sekarang kita nonton Liga Inggris,” ujar Ketua Dewas Arief Hidayat.

Arief juga mengakui bahwa banyak pihak yang menyukai penayangan Liga Inggris oleh TVRI, tapi menurutnya TVRI kini menayangkan terlalu banyak program asing.

“(Liga Inggris) mungkin banyak yang suka. Ada Discovery Channel, kita nonton buaya di Afrika, padahal buaya di Indonesia barangkali akan lebih baik. Kemudian siaran film asing cukup banyak, ada yang bayar, ada yang gratis,” anggapnya.

Arief menilai bahwa TVRI mendadak berubah menjadi televisi swasta yang mengejar rating semata.

“Seolah-olah Direksi mengejar rating dan share seperti TV swasta. Kita ada APBN harus bayar keluar negeri dalam bentuk hal ini BWF, Discovery, dan Liga Inggris, artinya uang rupiah kita APBN dibelanjakan keluar yang Presiden menyatakan dibatasi dan ini terjadi,” tambahnya.

Dicopotnya Helmy Yahya Sebagai Direktur Utama TVRI

Helmy Yahya

Seperti yang sudah kita ketahui, Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) memberhentikan Helmy Yahya dari jabatan sebagai Direktur Utama (Dirut). Pemberhentian ini dilakukan 1 bulan setelah pengumuman penonaktifan sang Dirut.

Berdasarkan Keputusan Dewan Pengawas LPP TVRI Nomor 1 tahun 2020, Dewas menambahkan beberapa poin yang membuat penonaktifan pada Desember 2019 lalu meningkat menjadi pemberhentian.

Poin pertama dalam keputusan tersebut terkait siaran Premier League. Dewas menganggap Helmy Yahya tidak memberikan penjelasan mengenai besarnya biaya pembelian hak siar liga sepak bola Inggris tersebut dari pelaksanaan tertib administrasi anggaran TVRI.

Sebagaimana diketahui, penetapan anggaran sepenuhnya atas persetujuan DPR dan dengan pelaksanaan yang diatur dalam ketentuan yang berlaku.

Loading...