Beranda » Pop Kultur » Kebijakan Baru Twitter Tahun 2020, Selamat Tinggal “Konten Mesum”

Kebijakan Baru Twitter Tahun 2020, Selamat Tinggal “Konten Mesum”

Twitter, platform jejaring sosial micro blogging telah mengeluarkan kebijakan baru. Kebijakan baru Twitter yang mulai berlaku pada 1 Januari 2020 akan memiliki larangan pada konten mesum atau seksual dan gore.

Walau platform dengan 321 juta pengguna aktif ini sempat toleran terhadap konten 21+, kebijakan baru ini juga melibatkan pekerja seksual aktif dan bintang porno. Termasuk juga performer artist bergaya “dominatriks” karena memicu seksualitas dan sedikit kekerasan.

Konten 21+ termasuk konten yang disebutkan pada kebijakan tersebut, sebenarnya diizinkan namun dengan flag “media sensitif”. Maksudnya disini yaitu jika konten foto maupun video muncul, terdapat notifikasi dan atau “tanda” bahwa harus di klik terlebih dahulu.

Hal ini juga dapat dibatasi secara demografik usia pengguna sehingga pengguna dibawah umur tidak dapat mengakses konten yang dianggap “sensitif”, atau bahkan membutuhkan age checking untuk mengakses konten tersebut. Namun tetap “kebobolan” jika sang pengguna konten tersebut menggunakan virtual private networks (VPN)

Twitter sendiri mendefinisikan konten porno pada platform ini sebenarnya hanya bermaksud untuk “menimbulkan gairah seksual” seperti kartun, hentai, atau anime tak hanya citra manusia secara 2D, namun komodifikasi hewan dengan fitur mirip manusia (anthro cartoon / furry).

Selamat Tinggal Konten Mesum Di Twitter!

Sebenarnya, dibalik kebijakan yang akan terbit di tahun depan muncul berbagai kekhawatiran yang sering terjadi di ranah sosial media. Maraknya kekerasan verbal, kasus stalking, atau bahkan penculikan pada media sosial influencer kerap kali trending di lini sosial ini.

Pasalnya, konten-konten kekerasan mesum atau seksual secara nyata maupun berbau fiksi menunjukkan perilaku yang menyimpang di sosial media seperti Twitter. Sehingga memicu netizen untuk mengarah ke perbuatan negatif.

Efek yang berimbas dari konten-konten yang mendukung kekerasan ini tidak terkecuali pada para illustrator hentai yang menggambarkan konten seksual yang mengandung kekerasan.

Menindaklanjuti fenomena ini, Twitter berhak untuk menghapus konten yang berbau perilaku-perilaku yang menurut mereka melanggar norma atau sensitif. Seperti menunjukkan kekerasan seksual dan gore.

Dan bahkan, Twitter berhak memberlakukan perma-ban tidak terkecuali pada akun-akun yang mendistribusikan konten yang dilarang sesuai kebijakan mereka.

Loading...