Beranda » Regional » Hasil Autopsi Bangkai Kucing Dicekoki Ciu Positif Mengandung Alkohol

Hasil Autopsi Bangkai Kucing Dicekoki Ciu Positif Mengandung Alkohol

Hampir 1 (satu) bulan menunggu hasil autopsi kepolisian tentang kucing yang diduga telah dicekoki miras jenis ciu, akhirnya menemui titik terang.

Dikutip dari Detik, hasil autopsi dari laboratorium menemukan adanya kandungan alkohol pada bangkai kucing yang diklaim oleh pelaku diberi air kelapa.

“Kami sudah mendapatkan hasil autopsi bangkai kucing dan uji laboratorium serta keterangan dari dokter. Diterangkan bahwa adanya iritasi pada saluran pernapasan, adanya perlemakan hati dan ginjal yang bisa diakibatkan oleh adanya alkohol,” kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendi Septiadi.

Disamping kandungan alkohol, ditemukan juga beberapa bekas luka lebam di tubuh bagian leher, dan patah pada bagian ekor dari kucing tersebut yang diketahui disebabkan oleh penganiayaan.

Walau demikian, polisi belum bisa memastikan apakah kandungan alkohol tersebut berasal dari ciu atau bukan.

“Penyebab kematian bisa karena adanya cairan alkohol, tapi kalau ciu belum kita pastikan karena ciu itu jenis miras yang kandungannya itu adalah alkohol”, ujarnya.

Hendi juga menambahkan bahwa tidak ditemukannya sejenis racun tikus pada bangkai tersebut seperti yang diklaim oleh pelaku perekam aksi keji tersebut.

Tapi polisi tetap akan mendalami kasus tersebut dengan memeriksa para saksi atau orang-orang yang berada di lokasi kejadian

“Kalau terkait apakah akan menjerat pelaku ke ranah pidana atau tidak, kita lihat dulu hasil pendalaman. Ini statusnya masih penyelidikan. Awalnya itu menjadi perhatian kita terkait statement tulisan yang disebarkan melalui IG Story“, tambah Hendi.

Cerita Singkat Viralnya Kucing Dicekoki Miras Jenis Ciu

 

Instastory video kucing dicekoki minuman keras

Kasus ini berawal dari video instastory yang diunggah oleh akun Instagram @Azzam_Cancel, di mana pada video tersebut menunjukkan seekor kucing terbaring lemas serta terdapat caption “Percobaan ciu terhadap kucing anggora”.

Sontak video instastory tersebut memancing amarah netizen, khususnya para Komunitas Pecinta Hewan. Bahkan Komunitas bernama Cat Lovers In the World (CLOW) berencana melaporkan pelaku perekaman ke polisi.

Melihat semakin banyak netizen yang marah membuat Azam mengunggah video klarifikasinya di channel YouTube Azzam Cancel.

Di video tersebut, Azam mengaku bahwa sebenarnya dia dan kedua temannya ingin membantu hewan tersebut yang sebelumnya telah memakan tikus yang sudah diracun.

Saat ini pelaku perekam video yang bernama lengkap Ahmad Azam tidak dijatuhi hukuman pidana dan hanya diberi pembinaan saja karena tidak menemukan unsur pidana. Tapi entah bagaimana nasibnya setelah ditemukannya kandungan alkohol pada bangkai kucing tersebut.

Loading...