Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Kunai, Senjata Andalan Naruto

wiranto ditusuk

Pada pukul 11.55 WIB, Menkopolhukam Wiranto ditusuk pada saat ia berada di Pandeglang, Banten, saat meresmikan sebuah gedung kampus oleh pasutri yang diduga merupakan teroris afiliasi ISIS.

Mengutip informasi Kepolisian, kejadian tersebut terjadi didepan Pintu Gerbang Lapangan Alun-Alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Wiranto beserta para Rombongan hendak meninggalkan Helipad pada Lapangan Alun-Alun Menes.

Pelaku laki-laki dengan identitas SYAHRIL ALAMSYAH alias ABU RARA, menusuk Wiranto secara membabi-buta hingga menyebabkan tiga korban terluka di bagian bawah perut hingga punggung. Tak hanya Wiranto, seorang warga setempat bernama Fuad, serta KOMPOL Dariyanto (Kapolsek Menes) turut terluka akibat insiden tersebut.

Selain Syahril, seorang pelaku bernama FITRI ANDRIANA BINTI SUNARTO juga menjadi pelaku dalam insiden tersebut. Keduanya menggunakan senjata Kunai, yang umumnya digunakan oleh para Ninja seperti yang ada pada serial Naruto.

Mengenal Kunai, Senjata Ninja Penusuk Wiranto

Wiranto Ditusuk Kunai
Bentuk Kunai yang digunakan oleh pasutri terduga teroris ISIS saat menyerang Wiranto

Dalam serial Naruto, penggunaan Kunai sendiri cukup sering digunakan oleh para Shinobi untuk menyerang musuhnya, disamping menggunakan Shuriken dan senjata lainnya.

Kunai sendiri merupakan senjata ninja yang digunakan untuk menggali tanah ataupun melubangi sebuah dinding. Fungsinya sendiri sangat berbeda dengan yang telah ditunjukkan di serial Naruto. Selain itu, Kunai dapat digunakan sebagai pisau untuk membela diri.

Penggunaannya, dikutip dari duniaku.com, sangat populer karena kemunculannya di serial Naruto sejak episode pertama. Kunai sendiri digunakan sebagai senjata bertarung dalam jarak dekat untuk sebagian karakter-karakter seri tersebut.

Sudah Diperingatkan Menhan Sebelumnya

Pasca kejadian Wiranto ditusuk oleh pasutri terduga teroris ISIS, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah mengingatkan sebelumnya mengenai bahaya ISIS. Walau ia menegaskan ancaman tersebut nyata, namun menurutnya, ancaman tersebut tak terlalu diindahkan.

“Kan sudah saya bilang waktu itu, orang belum ngomong, hati-hati ISIS masuk. Saya yang pertama kali bilang ISIS pertama masuk, kan,” kata Ryamizard kepada wartawan di Jayapura, Papua, pada Kamis (10/10/2019) dikutip dari Detikcom.

“Dari dulu saya bilang ancaman nyata itu ISIS, bencana alam, sudah 5 tahun lalu. Kadang-kadang kita nggak nyimak,” ujarnya.