Wawancara Sally Amaki di CSF 2019 Jakarta

Sally Amaki CSF jakarta 2019
Sally Amaki, anggota grup Idol 22/7 saat diwawancarai oleh sejumlah media di Mercure Hotel, Jakarta. (Foto: CSFJKT)

Member Idol Group 22/7 Sally Amaki akhirnya hadir di Jakarta, Indonesia dalam gelaran Creators Super Fest 2019 di Jakarta setelah sebelumnya hadir sebagai Virtual Youtuber 22/7 ‘Sakura Fujima’.

Kali ini, Nawala Karsa berkesempatan untuk melakukan tanya jawab dengan ‘Meme Queen‘ yang dikenal karena cuitan Twitter-nya yang gokil dan memeable tersebut. Wawancara yang turut dihadiri oleh media partner CSF Jakarta tersebut dilakukan di Mercure Hotel Gatot Subroto, Jakarta.

Senang dan Gugup di Proyek Anime Debut 22/7!

Nawala Karsa berkesempatan untuk memberikan pertanyaan pertama kepada Sally mengenai reaksinya bersama dengan anggota grup 22/7 saat mendengar project debut anime 22/7. Ia sendiri menyebut bahwa saat audisi Idol 22/7, pihak manajemen menyebut bahwa akan ada proyek anime dalam 22/7.

“Pada 22 Juli 2017, ada pengumuman bahwa Idol Group 22/7 akan memiliki seri animenya sendiri. Namun tanggal perilisannya saat itu belum diumumkan,” ujar Sally, “namun pada 20 September 2019 (proyek anime) tersebut diumumkan, jadi member yang lain tengah menunggu dan tengah bersiap untuk anime tersebut selama dua tahun.”

Ia sendiri menyebut bahwa ia beserta anggota 22/7 yang lainnya sangat gembira, namun, ada juga perasaan lain yang menyelimuti anggota 22/7 saat itu. “Kami juga gugup karena 2 tahun menunggu, jadi kami harus membuat anime ini jadi lebih baik dari ekspektasi banyak orang,” sebut Sally, “Jadi, ya. Kami sangat gembira mendengarnya (pengumuman debut anime tersebut).”

Saat ditanyai mengenai karakter Sakura Fujima yang ia perankan dalam Virtual Youtuber 22/7, ia menyebut bahwa Love merupakan kata yang menggambarkan pendapatnya mengenai karakter tersebut.

“Dia sangat lucu serta manis sekali, dan saat audisi karakter itu sudah di-screening,” sebut Sally, “dia bisa berbahasa Inggris serta dia lahir di Los Angeles, saya sangat terhubung dengan karakter ini dan terhubung dengan karakter fiksi itu adalah dream come true.”

Cerita dari anime tersebut, ujar Sally, salah satu bagiannya akan membahas tentang para gadis 22/7 sebelum meniti karir sebagai seorang Idol.

Dijuluki ‘Meme Queen‘, Apa Pendapat Sally?

Saat dijuluki sebagai Meme Queen oleh banyak penggemarnya, ia sangat tersanjung akan julukan tersebut. “Itu gelar yang begitu besar, jadi terima kasih.”

Ia menyebut bahwa ia overwhelming dengan julukan yang diberikan karena membuat cuitan tersebut, walaupun begitu ia turut senang dengan hal itu. “Aku hanya ingin membuat orang-orang senang dan mengenalku sebagai diriku,” ujarnya.

Sally sendiri memang dikenal dengan cuitan-cuitannya yang kerap kali mengundang banyak canda tawa. Penggunaan bahasa Inggris serta Jepang secara bilingual tersebut berhasil menarik perhatian warganet dari seluruh dunia termasuk Indonesia.

“Secara pribadi, aku suka saat voice actor menunjukkan kehidupan pribadinya di sosial media,” sebutnya, “itu membuatku merasa terhubung dengan mereka.”

Hal tersebut membuatnya memiliki goal atau tujuan untuk ‘membuat orang bahagia dan merasa disertakan dalam kehidupan dengan membagikan aktivitas harian dirinya’ dan membuat mereka tahu bahwa para voice actor mereka juga menghadapi kehidupan sosial yang sama dengan mereka.

‘Apakah kamu tertarik jadi Voice Actress Anime diluar Jepang?’

Jurnalis Indonesian Otaku Ade Naufal melakukan wawancara dengan Sally Amaki, dengan pertanyaan: Apakah ia mau menerima tawaran menjadi voice actress jika tawaran itu datang dari studio anime dari luar Jepang?

“Pastinya, tujuanku adalah untuk menjadi Voice Actress di Jepang,” ujar Sally, “namun jujur saja, aku menyukai voice acting secara umum. Jadi apabila ada tawaran voice acting di luar negeri, pasti akan aku terima.”

Pekerjaan Sebelum Memilih Voice Acting?

Sally Amaki CSF jakarta 2019
Sally Amaki saat kami temui di Hotel Mercure, Jakarta (Foto: CSFJKT)

Saat ini kita sudah mengetahui bahwa Sally Amaki kini merupakan seorang anggota Idol 22/7 serta menjadi voice actress. Lantas, apa pekerjaan yang sebelumnya pernah Sally pertimbangkan untuk dipilih?

“Orang tua aku meminta agar aku menjadi dokter,” jawabnya, “Namun aku juga sangat suka idol, jadi aku tak pernah memikirkan hal tersebut sebelumnya -menjadikan idol sebagai pekerjaan- tapi hal tersebut jadi seperti mimpi.”

Sally sendiri merasa bahwa impiannya telah tercapai disaat yang bersamaan saat ia menjadi seorang idol. Alasan ia memilih menjadi Voice Actress sendiri karena ia menyukai anime sejak kecil sejak sekolah menengah.

“Karena dulu berteman dengan tetangga disekitar sedikit sulit,” ujarnya, “jadi aku bolos sekolah lalu aku berada di kamar tidur. Lalu aku nonton anime Gintama di komputer, dan itu mengubah hidupku serta membuatku suka anime dan voice acting.”

Ia sendiri ingin menjadi orang yang memberikan kebahagiaan kepada orang lain. “Jadi, karakter anime memberiku kebahagiaan, maka menjadi seorang voice actress adalah hal terdekat yang dapat dilakukan.”

Setelah dikenal sebagai voice actress, Sally bahkan pernah mendapat apresiasi dari salah satu penggemarnya, dimana ia menyebut bahwa Sally memberikannya keberanian untuk melakukan voice acting di Jepang.

Sally Amaki Beradaptasi dengan Culture Shock

Jepang memang kental dengan kehidupan masyarakat yang homogen, dimana pada umumnya orang-orang Jepang hanya bertemu satu kaumnya sendiri. Tidak pernah bertemu dengan orang dengan agama, ras, dan suku yang berbeda.

Pindahnya Sally dari Amerika ke Jepang menjadi pertanyaan, apakah ada gap antara ia dengan masyarakat Jepang pada umumnya? Apakah hal semacam itu juga ada dalam dunia hiburan? Bahkan, apakah ada culture shock di masyarakat Jepang dengan yang lain?

Dalam wawancara-nya, Sally Amaki menyebut bahwa culture shock di Jepang sendiri adalah kebanyakan dari mereka tidak tahu soal meme pertamanya. “Jadi itu culture shock yang sangat besar,” sebut Sally, “mereka menyerapnya secara harfiah bukannya sebagai candaan. Jadi itu berat bagiku.”

Berteman dengan orang Jepang sangat bergantung pada komunitas sekitar. “Komunikasi adalah kuncinya, dan berteman dengan orang baru adalah awalnya,” sebut gadis kelahiran Los Angeles tersebut.

Apa Kartun atau Anime Kesukaan Sally Amaki dari Era 2000an?

Nawala Karsa sempat bertanya mengenai seri anime ataupun kartun kesukaan Sally Amaki. “Ada banyak, misalnya Bobobo-bo Bo-bobo, Naruto, Gintama, saya suka anime (jenis) Shonen sebab kakak saya juga menonton anime juga.”

“Ya ampun, banyak banget,” ujarnya saat mengingat judul-judul anime yang ia sukai. “Tapi Gintama adalah favoritku di tahun 2006,” timpalnya.

Kecintaannya pada seri Gintama terutama pada karakter Gintoki sendiri memang tak perlu dipertanyakan kembali. Hal tersebut dapat dilihat dari nama profil Twitter-nya yaitu ‘Gintoki/Kuroo Enthusiast.

“Kalau kalian lihat dia, dia nampak agung, dan dari situ kalian bisa liat bagaimana dia bisa begitu santai sampai ketika ada arc penting dalam anime, ia jadi begitu keren serta luar biasa,” ujar Sally Amaki saat di-wawancara oleh para awak media.