Beranda » Game & Tekno » Industri Game Mobile Dikuasai China, Kok Bisa?

Industri Game Mobile Dikuasai China, Kok Bisa?

Suka main Mobile Legends, PUBG Mobile, Honkai Impact, dan game lainnya? Pernah dipusingkan dengan tulisan China yang kadang-kadang muncul? Jangan kaget kalau game di atas memang produk dari industri game di China.

Disukai atau tidak, Tiongkok memang telah menguasai berbagai lini, tak terkecuali game. Industrinya terbukti kuat bahkan mampu mencengkeram negara lain, tak terkecuali di Indonesia.

Lantas, mengapa hal demikian bisa terjadi? Kami mencoba menyimpulkan beberapa poin menarik akan hal ini.

  • Pembatasan Itu Membebaskan
    Azur Lane, Salah satu game dari tiongkokTiongkok dikenal dengan proteksi bisnisnya demi kemajuan industri tempatan. Salah satunya, dengan membatasi lisensi game asing yang boleh beredar di sana. Bisa dibilang, PUBG Mobile hanya satu dari sedikit game yang bisa lolos dari pembatasan itu.

    Sulitnya akses masuk tersebut membuat pemain lokal membuat alternatif yang serupa untuk menutupi celah di pasar lokal. Baik dari segi gameplay maupun karakter di dalamnya. Jangan heran ketika menemui sejumlah karakter di Mobile Legends terlihat mirip dengan karakter game lain. Atau ketika mendapati game Azur Lane yang mirip Kantai Collection.

  • Semua Suka Nge-gameGamer di Asean Games 2018. Industri game di China mendapat untung dengan masuknya esports di Asean GamesBerbeda dengan produk digital lainnya, game cenderung lebih tahan lama di pasaran. Game play yang menarik dan bikin ketagihan membuat industri game seakan tidak pernah rehat.

    Hal ini didukung dengan usia gamer yang relatif luas, dari yang muda hingga yang tua. Gamer baru terus muncul, sementara gamer lama sulit untuk mundur. Di Tiongkok saja, ada lebih dari 800 juta orang yang mampu mengakses internet. Tentu saja dengan sebagian dari angka tersebut menyukai game.

    Potensi ini membuat para kreator game di sana mencurahkan kemampuannya pada industri game online. Tentu saja karena banyak potensi yang bisa dimaksimalkan yang tidak mungkin dilakukan di game offline.

  • Pasar Besar, Untung BesarTanpa harus menembus pasar luar negeri, industri game di Tiongkok saja sudah mampu menghidupi dirinya sendiri. Bagaimana tidak, potensi pasarnya memang sangat besar, dengan lebih dari 603 juta gamer di sana pada tahun 2018.

    Angka pengguna yang besar ini dapat dikapitalisasi dengan berbagai hal. Mulai dari penggunaan item berbayar, iklan dalam game, dan lainnya, membuat industri game tumbuh subur.

    Dikutip dari China Daily, pendapatan di industri game ditaksir mencapai 116.31 miliar Renminbi (setara Rp 229 triliun) pada semester pertama 2019. Angka ini naik 10.8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

  • Kucuran Dana Tak Henti
    Tencent, salah satu konglomerat asal China.
    Industri game yang sangat menjanjikan dari sisi pengguna dan laba tentu membutuhkan sokongan dana yang besar pula. Melihat bisnis game yang semakin hari semakin subur, sejumlah konglomerat tak ragu mengucurkan dananya di industri ini.

    Tak pelak nama besar seperti Tencent dan Netease mengucurkan dana yang seakan tak habis-habis untuk menyebarkan game yang dinaunginya. Bahkan grup usaha MNC milik Hary Tanoesudibyo pun turut meramaikan pasar mobile game di sana melalui Letang Games.

  • Tidak Mau Hanya Jago KandangPasar lokal yang sedemikian besar ternyata tidak cukup bagi industri game di Tiongkok. Pasar mancanegara, terutama Asia Tenggara, menjadi primadona selanjutnya.

    Seperti yang telah dibahas sebelumnya, dana yang besar tadi mampu dimanfaatkan secara maksimal untuk mempromosikan game secara lebih masif. Tidak mentok di negara asal, tapi juga mampu menjangkau negara lainnya, tak terkecuali Indonesia.

Ini baru beberapa poin dari banyak alasan yang membuat industri game di China mampu menguasai dunia. Dengan usaha yang tidak setengah-setengah, mereka mampu menjadi yang terdepan.

Lantas, bagaimana fenomena ini bisa terjadi di Indonesia? Secara khusus kami akan membahasnya pada artikel selanjutnya. Jadi jangan ketinggalan update-nya di akun media sosial Nawala Karsa Indonesia.

Loading...