Tamat Tahun Ini! Djarum Akhiri Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis

Djarum memastikan tidak ada Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2020

Bakti Olahraga Djarum Foundation (BODF) mengumumkan tahun ini menjadi tahun terakhir diselenggarakannya Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis (AUBB). Ajang pencarian bakat bulu tangkis usia dini ini tidak akan diselenggarakan pada tahun 2020.

Hal tersebut dinyatakan oleh Program Director BODF, Yoppy Rosimin, dalam acara konferensi pers, Sabtu (7/9) siang di Hotel Aston, Purwokerto. Acara tersebut dilaksanakan jelang rangkaian kedua audisi umum tahun ini, yang bakal diselenggarakan mulai Minggu (8/9) hingga Selasa (10/9) mendatang di GOR Satria, Purwokerto.

“Sesuai dengan permintaan pihak terkait, pada audisi kali ini kita menurunkan semua brand PB Djarum. Karena dari pihak PB Djarum sadar untuk mereduksi polemik itu kita menurunkannya. Kedua, kaos yang dibagikan kepada anak-anak tidak akan kami bagikan lagi seperti sebelumnya, dan mereka akan memakai kaos asal klubnya masing-masing, dan itu sudah lebih dari cukup. Kita sudah memutuskannya, tidak ada deal-dealan lagi, diterima atau tidak, kita sudah memutuskan seperti itu,” ungkap Yoppy, dikutip dari situs resmi PB Djarum.

Yoppi Rosimin saat mengumumkan nasib Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2020

Tujuan penghentian ini tak lain untuk meredam suasana pasca polemik beberapa waktu lalu. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kita hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik,” jelas Yoppy.

Namun demikian, Djarum tetap menjaga komitmennya dalam mendukung kemajuan bulu tangkis dalam negeri. Djarum Foundation memastikan audisi Beasiswa Bulutangkis edisi tahun ini tetap akan digelar hingga babak akhir di Kudus bulan November mendatang, sembari mendiskusikan format ke depannya.

“Saya belum tahu berhentinya untuk sementara atau selamanya. Sekarang, tinggal diserahkan ke publik. Mungkin ada yang bisa menggantikan audisi Djarum Beasiswa Bulu Tangkis mengadakan ajang serupa,” ujar dia melanjutkan, dikutip dari BolaSport.com.

Sementara untuk pencarian bibit baru kemungkinan BODF  akan kembali ke cara konvensional. “PB Djarum akan datang ke turnamen-turnamen daerah dan melihat pemain potensial. Kalau ada, ya kami berikan penawaran,” ucapnya

KPAI Menggugat Nama Djarum

Berakhirnya AUBB tidak lepas dari polemik antara BODF dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pada bulan Agustus lalu, KPAI mendesak BODF menghentikan kegiatan AUBB

Dalam rilis pers yang dikeluarkan KPAI di situs resminya, desakan tersebut dilakukan karena ada dugaan eksploitasi anak dalam ajang tahunan tersebut.

“Kami sepakat bahwa pengembangan bakat dan minat anak di bidang olahraga bulutangkis harus terus dilakukan, tetapi tidak boleh ada eksploitasi anak,” kata Ketua KPAI Susanto dalam jumpa pers seusai pertemuan kementerian/lembaga di Jakarta, Kamis (1/8).

Susanto mengatakan anak yang memiliki bakat harus difasilitasi dan mendapatkan pemenuhan hak untuk berkembang dengan baik. Pernyataan tersebut sekaligus untuk membantah pemberitaan yang seolah-olah menyebutkan KPAI meminta audisi beasiswa bulutangkis tersebut dihentikan.

“Bukan audisinya yang kami minta dihentikan, tetapi eksploitasi anaknya. Kami sepakat bahwa terjadi eksploitasi anak dalam audisi tersebut,” kata Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty.

ABBD diduga melanggar pasal 35 ayat 1 huruf (c), pasal 37 dan 47 Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.