Nex Parabola, TV Satelit Emtek Pengganti Nexmedia

Gantikan Nexmedia, Emtek Hadirkan Nex Parabola

Elang Media Teknologi (Emtek) akan menghadirkan TV berbayar satelit Nex Parabola pada bulan September nanti. Nex Parabola akan menggantikan Nexmedia yang berhenti beroperasi pada bulan Agustus ini.

Hal ini terungkap dalam e-mail yang dikirimkan TV berbayar terestrial itu kepada pelanggannya. Dalam e-mail tersebut, pelanggan Nexmedia ditawari paket berlangganan Nex Parabola sebesar Rp1 juta selama 12 bulan.

Saat tulisan ini diturunkan, belum diketahui apakah Nex Parabola akan menyediakan layanannya sendiri atau bekerja sama dengan provider yang sudah ada.

Merek dagang Nex Parabola sendiri sudah didaftarkan hak ciptanya ke Kemenkumham pada pertengahan Juli 2019. Adapun logonya, didaftarkan bersama merek dagang, hanya mengubah kata media (dengan huruf kecil) dengan parabola (dengan huruf kapital).

Nexmedia Pamit

Sebelumnya, pada akhir Juli 2019, Nexmedia mengumumkan pengakhiran layanannya secara resmi. Berkenaan dengan berakhirnya layanan tersebut, Nexmedia menggratiskan seluruh salurannya kepada pelanggan hingga 31 Agustus.

Nexmedia akan menghentikan siaran pada 31 Agustus.

Presiden Direktur PT Mediatama Anugrah Citra (Nexmedia) Junus Koswara menjelaskan penghentian siaran Nexmedia merupakan imbas dari rencana perseroan yang tengah mengkonsolidasikan layanan konten/siaran berbayar yang dimiliki.

Menurut Junus, perseroan akan fokus bertransisi ke layanan over the top (OTT). Adapun, layanan OTT merupakan layanan dengan konten berupa data, informasi atau multimedia yang berjalan melalui jaringan internet.

“Sejak beberapa waktu lalu, kami sudah memperkenalkan layanan berbayar melalui platform OTT Vidio Premier. Kami yakin OTT adalah platform yang lebih tepat dalam memberikan berbagai layanan kepada pengguna,” tutur Junus kepada Tirto.id.

Di sisi lain, izin frekuensi terestrial yang selama ini digunakan Nexmedia telah dicabut. Dilansir dari IndoTelko.com, hal tersebut terjadi karena pemerintah akan mengalokasikan frekuensi yang tersebut untuk keperluan lain.

“Kita sudah informasikan ke mereka jauh-jauh hari kalau frekuensi yang sekarang digunakan akan dialokiasikan untuk peruntukan yang lain, dan perusahaan tersebut sudah diinfokan sejak jauh-jauh hari,” ungkap Ismail kepada IndoTelko melalui pesan singkat (29/7).

Bertalian dengan kabar di atas, sejumlah provider TV satelit mulai mengubah status siaran SCTV dan Indosiar. Sebelumnya, kedua saluran ini dapat disaksikan secara gratis tanpa pengacakan di beberapa provider.

Melalui akun media sosialnya, Ninmedia menyatakan perubahan status siaran SCTV dan Indosiar menjadi free-to-view. Artinya, kedua siaran ini hanya dapat disaksikan melalui frekuensi Ninmedia menggunakan perangkat yang disediakan provider tersebut. Perubahan status ini efektif berlaku mulai 2 September 2019.

Sahabat Ninmedia, dengan adanya pembatasan hak siar Dari Pihak SCTV dan Indosiar, maka mulai hari Senin (02/9) siaran…

Posted by Ninmedia Indonesia on Friday, 30 August 2019

Meskipun belum menyatakan secara resmi, provider KVision juga telah mempersiapkan hal yang sama. Pada tanggal yang sama, siaran kedua stasiun televisi milik Emtek itu juga akan berganti status menjadi free-to-view. Perangkat dekoder KVision dan Garmedia diperlukan untuk menyimak saluran tersebut di frekuensi milik KVision.

Namun demikian, saat tulisan ini diturunkan, kedua saluran tersebut masih dapat disaksikan secara gratis di satelit Palapa D. Pengecualian siaran gratis diberlakukan saat penayangan acara olah raga tertentu seperti Liga 1 dan UEFA Champions League.

Emtek akan menjadi grup media kedua setelah MNC Group yang mulai memonetisasi siarannya melalui satelit. Berbeda dengan Emtek, MNC Group justru mengacak permanen siarannya di satelit Palapa D.