Koloni Luncurkan Komik Gundala: The Official Movie Adaptation

Komik Gundala: The Official Movie Adaptation resmi diluncurkan, Minggu (1/9)

KOLONI, imprint m&c untuk komik lokal, bekerja sama dengan Gramedia dan Bumi Langit meluncurkan komik Gundala: The Official Movie Adaptation, Minggu (1/9). Bertempat di Cozyfield Cafe Gramedia Pondok Indah, acara ini dihadiri oleh kuartet komikus: Oyasujiwo, Ardian Syaf, Doni Cahyono dan Ecky.

Peluncuran Komik Gundala

Acara peluncuran komik ini dimeriahkan dengan aksi live drawing oleh para komikus. Salah satu komikus, Ardian Syaf, melukis salah satu adegan perkelahian Gundala pada sesi tersebut.

Komik yang diadaptasi dari film berjudul sama ini bercerita tentang Sancaka yang hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka bertahan hidup dengan memikirkan keselamatannya sendiri. Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negeri, Sancaka harus memutuskan, apakah hanya menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan bagi mereka yang tertindas.

Komik Gundala: The Official Movie Adaptation ini melengkapi film Gundala yang tayang di bioskop mulai 29 Agustus 2019. Film karya sutradara Joko Anwar ini sendiri mampu mencatat hasil yang memuaskan dengan lebih dari 500 ribu penonton dalam 3 hari penayangan. Tak hanya itu, film ini menuai pujian dari sejumlah kritikus film baik dalam maupun luar negeri.

Antusias Penonton Terhadap Film Gundala

Joko Anwar, sutradara film Gundala, mengatakan,”menonton film adalah pengalaman sinematis yang mengasyikkan. Komik Gundala: The Official Movie Adaptation dibuat agar pengalaman sinematis menonton film Gundala bisa dibawa pulang dan diingat kapan saja.”

Showcase Talenta Komikus Indonesia

Joko menambahkan, “komik ini benar-benar menjadi showcase untuk talenta-talenta komik terbaik Indonesia. Menggelegar di tiap halamannya. Kalau saya bisa menggambar seluar biasa ini, saya nggak akan bikin film.”

Gundala diciptakan oleh Harya “Hasmi” Suraminata ketika masih menjadi mahasiswa Akademi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta (sekarang ISI) pada 1969, ketika berusia 23 tahun. Pada masanya, Gundala dianggap sebagai terobosan di dunia komik Indonesia. Dikatakan demikian karena mengisahkan jagoan dengan penokohan yang unik, latar cerita khas Indonesia dan membawa unsur fiksi ilmiah. Hasmi telah menerbitkan 23 serial komik Gundala dan 1 komik strip Gundala.

Sebelum komik adaptasi film ini dirilis, penerbit Koloni telah lebih dahulu merilis ulang komik Gundala yang di-remaster pada Juli 2019.

Sementara film Gundala sendiri merupakan bagian pertama dari proyek kolektif film Jagat Sinema Bumilangit. Dalam jumpa pers pada (18/8), fase pertama Jagat Sinema Bumilangit akan berisi 8 film dengan 19 karakter utama. Dilansir dari CNBC Indonesia, beberapa perusahaan yang turut serta mendanai proyek ini antara Emtek, Mahaka Media dan VIVA.