Apa Yang Kami Dapat Ketika Comic Frontier 13 Berlangsung? (Hari Pertama)

Kemarin (7/9) adalah waktu dimana pasar kreator yang terkemuka di Indonesia, Comic Frontier (CF/Comifuro) 13 resmi dimulai.

Sebagai media partner yang telah dipercayai sejak edisi acara sebelumnya, kami mengakui bahwa acara yang berlangsung di Kartika Expo Center, Balai Kartini tersebut tidak bosan ketika memberi kejutan di dalamnya. Berikut poin-poin dimana kami menangkap momen baik tersebut.

“Duaarr Mabarr!” Live Gaming CTR di Comifuro!

Komunitas PlayStation Indonesia (KPSI) yang didukung oleh LINE OpenChat telah menggelar demo live gaming Crash Team Racing (CTR) Nitro-Fueled, sebuah gim balap side-story dari Crash Bandicoot yang menjadi andalan konsol PlayStation di Comifuro 13.

Gim tersebut dimainkan dengan PlayStation 4 (PS4) dan Panitia Comifuro, KPSI hingga Naocchi selaku MC dari Comifuro 13 menjadi pemain pembuka. Sedari CTR mempunyai fitur multiplayer hingga 4 pemain sejak PlayStation 1, gim ini masih mempertahankan fitur tersebut walaupun tidak memerlukan perangkat tambahan seperti Multitap. Hal tersebut dikarenakan koneksi PS4 kini memakai Bluetooth dan menjadi nirkabel.

Selanjutnya, beragam pemain baru dipilih secara random dengan cara menari yang unik dan selanjutnya ‘mabar’ sambil berkompetisi. Dan selanjutnya masing-masing akan dihadiahi bingkisan dari LINE OpenChat.

Penulis adalah salah satu dari pemain yang juga ikut mabar ini walaupun kalah terakhir karena sejujurnya Penulis sudah lama tidak main CTR, dan baru pertama kali menyentuh PS4 sama sekali.

Circle Kok Bubar Mulu, Ya?

Itulah anekdot yang disentilkan melalui workshop “Etika Membangun Circle” dari Afdhal Gamalsyah P. Sosok yang dikenal karena D-Art Magz hingga Creatrip ini membahas bagaimana circle lahir dan bubar dan hal-hal yang menjadi biang kerok atas kesemrawutan pendirian pelaku circle di Indonesia.

Afdhal Gamalsyah P, sedang ajarkan kuliah tentang circle melalui workshop ini

Dengan presentasi yang singkat dan intens tersebut ditambah curhat dan pengalaman Afdhal (terutama pernah terlibat langsung terhadap urusan dapur Comifuro) membuat workshop ini patut diperhitungkan terutama individu/kelompok yang beraspirasi untuk membuat circle

Kami juga meliput materi yang diungkapkan pada workshop tersebut melalui link berikut.

Viva, Zine Citypop Rimawarna Telah Tersedia di Comic Frontier 13

Fanzine yang erat membahas musik city pop dari Rimawarna, Viva: Sebuah Zine Tentang City Pop telah tersedia melalui booth “Rimawarna x Wibuverse” yang terletak pada blok A-6B di Comifuro 13.

Zine musik begini bisa hit beberapa niche sekaligus. Musik kena, penggemar budaya Jepang juga dapat. Mereka yang dari kedua latar hobi tadi biasanya mengenal city pop. Minimal pernah dengar Plastic Love-nya Mariya Takeuchi, lah atau dapat rekomendasi dari algoritma YouTube,” ujar Winsen Tandra, Pendiri dari circle Rimawarna. Materi yang dibawakan oleh zine ini membahas kelahiran sebuah genre city pop dan pengaruhnya dengan kehidupan urban Jepang, masa kejayaan, tokoh pionir hingga momen senyap pasca bubble economy yang terjadi.

Koloni Terbitkan Komik Terbaru Scrambled dan Red Velvet

 

Wawancara saat launching Komik Koloni

Setelah volume kedua dari Scrambled telah dilaunching sejak Comifuro 11 pada tahun 2018 kemarin, Kini Koloni mulai launching volume ketiga dari komik karya Rosalina “Lintankleen” Lintang pada ajang Talkshow pada Comic Frontier 13 kali ini. Komik yang awalnya di terbitkan melalui Instagram tersebut telah siap diterbitkan.

Namun, bersamaan dengan komik yang menceritakan tentang dunia remaja SMA yang ingin buat band,  Koloni juga dengan perdananya melaunching komik Red Velvet karya Adrian Adilia yang berkisah tentang Sena, seorang mantan anak geng motor yang kembali bersekolah setelah insiden yang menimpanya. Dan Nadira seorang anak cerdas yang sering dirisak di lingkungan sekolahnya.

Komik ini sebelumnya telah terbit di Comico dan Tapas pada 2018 lalu. Melalui talkshow tersebut ide Red Velvet ini sudah lama dipikirkan dikala tengah bersibuk dengan pekerjaan kantoran. Ide karakter, terutama Nadira terinspirasi dari pengalaman pribadi Adrian waktu SMA.

Moesia Luncurkan Majalah Amazin

Excel Coananda, saat mengumumkan pemenang fan art Lingkarya Moesia

Lingkarya yang menaungi Risa Comics, Gula Comic, Onion, Kagamin dan lainnya ini mulai melangkahkan kakinya kepada zine dengan memproduksi majalah Amazin secara perdana di Comifuro 13. Majalah tersebut berisi tentang antologi sebuah komik dari IP terkait dengan tema berbeda. Harga majalah tersebut adalah 60 ribu Rupiah. Excel Coananda selaku pendiri Lingkarya Moesia mengatakan bahwa Majalah tersebut bertujuan untuk lebih mengenalkan tokoh-tokoh mereka kepada pemirsa.

Demikian di tengah talkshow yang berlangsung, Majalah ini Moesia juga membawakan maskot Mutia Sirkula. Disamping mengumumkan pemenang fan art mengenai Moesia yang diumumkan Excel, Ia juga mengenalkan karakter baru berupa VTuber bernama Mint-chan.

Nusaimoe Mulai Masuki Fase Knock-Out

Meka Medina (Founder Nusaimoe) dan M. Ferdiansyah (Media Formasi)

Lomba maskot moe Indonesia, Nusaimoe dalam musim ini telah siap untuk memasuki fase ‘Knock-out’ untuk mencari pemenang sejati.  Setelah melalui fase divisi yang lumayan sengit untuk dapatkan 4 besar tiap klasemen, Akhirnya maskot-maskot yang bersiap ‘baku hantam’ untuk menjadi juara musim 2019 ini telah ditentukan lawannya setelah live drawing yang diadakan di booth Nusaimoe kala Comifuro 13 sedang berlangsung.

Maskot Nusaimoe yang terpilih dalam fase Knock-out

Adapun maskot yang siap bertarung dan berkemungkinan kuat sangat menarik perhatian di awal tanding yaitu:

  • Akine vs Nero
  • Virnita vs Mutia
  • Cecilia vs Lucielle
  • Cempaka vs Mao
  • Aimi vs Koshka
  • Altea vs Tiara
  • Viarinne vs Shimako
  • Kaori vs Juwita
  • Hibi vs Riho
  • Vidia vs Risa

Dan hal ini mengakhiri laporan hari pertama kami untuk Comic Frontier 13. Menyenangkan, bukan? Kami akan tetap meliput di hari kedua dari acara ajang unjuk gigi kreator Indonesia ini dan nantikan artikel terkait sesaat lagi, ya!