Beranda » RCTI+, Aplikasi Video Terbaru MNC Group Resmi Diluncurkan!

RCTI+, Aplikasi Video Terbaru MNC Group Resmi Diluncurkan!

Setelah dikenalkan pada awal Agustus lalu, MNC Group resmi meluncurkan aplikasi OTT terbaru RCTI+, Jumat (23/8) malam. Acara peluncuran RCTI+ dilakukan tepat setelah penampilan Taemin, personel ShiNEE di acara ulang tahun RCTI ke 30.

RCTI+, sebelumnya direncanakan bernama FTA+, adalah aplikasi video on demand terbaru MNC di lini konten digital. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat menyaksikan siaran RCTI, MNCTV, GTV dan iNews secara live streaming. Tidak berhenti sampai di situ, RCTI+ juga menghadirkan katalog konten lawas dan konten eksklusif seperti exclusive clip, bloopers dan lainnya.

RCTI+ Memakan MNC Now?

Hadirnya RCTI+ sedikit banyak membuat warganet bertanya akan nasib MNC Now, aplikasi OTT milik MNC yang lebih dulu beredar. Apalagi fitur yang disediakan cukup mirip karena sama-sama bermain di ranah video.

Jika melihat lebih lanjut antara kedua aplikasi tersebut, dapat dipastikan keduanya tidak akan saling memakan. MNC Now akan lebih diarahkan sebagai perpanjangan layanan TV berbayar milik MNC, seperti MNC Vision, MNC Play dan K-Vision. Melalui fitur Pay TV Connect, pelanggan TV berbayar MNC dapat menyaksikan lebih banyak konten di MNC Now.

Sementara bagi pengguna RCTI+, pengguna akan lebih dimanjakan dengan konten khas dari keempat stasiun televisi unggulan MNC tersebut. Konten eksklusif dari program-program in-house MNC akan lebih banyak tayang di aplikasi ini. Tidak menutup kemungkinan layanan interaktif yang ada di RCTIMobile.com akan turut digabungkan ke aplikasi ini.

Tahunnya MNC Genjot Iklan Digital

Tahun 2019 menjadi titik balik MNC Group dalam menggenjot pemasukan. Menyadari tren periklanan di televisi yang akan melandai, MNC secara cerdik telah melakukan berbagai strategi demi menjaga laba.

Di ranah televisi, MNC memulai langkah berani dengan melakukan pengacakan siaran di satelit Palapa D. Ramainya pembajakan dan nihilnya pemasukan dari siaran free-to-air satelit memaksa MNC mengubah status RCTI, MNCTV dan GTV menjadi saluran premium. Praktis, sejak 1 Mei, ketiga siaran tersebut hanya bisa disaksikan melalui beberapa provider saja.

Lebih lanjut, MNC melalui MNC Vision Network (IDX: IPTV) mengakuisisi K-Vision, salah satu TV berbayar tanah air. Popularitas K-Vision di masyarakat menengah ke bawah diyakini mampu mengisi pasar MNC Vision yang selama ini sulit dipenuhi. Berbeda dengan MNC Vision yang menyewakan perangkat, K-Vision mendistribusikan perangkatnya dengan sistem jual putus.

Sementara di lini digital, MNC mempunyai banyak lini yang diyakini akan semakin menjanjikan keuntungan. Bergabungnya Hits Records sebagai salah satu Multi Channel Network resmi YouTube memungkinkan MNC menggenjot pemasukan iklan. Tidak hanya melalui AdSense namun juga dari jasa monetisasi konten untuk beberapa akun YouTube lainnya.

Di ranah aplikasi, MNC membagi bisnisnya ke dalam dua antarmuka. Di ranah web-based, MNC akan mengoptimalkan pemasukan dari ketiga situs berita (Okezone.com, iNews.id dan Sindonews.com), situs berbagi video MeTube.id dan situs interaktif (RCTIMobile.com, MNCTVmobile.com dan GTVmobile.com). Selain penempatan iklan, MNC dapat pula melakukan penjualan produk eksklusif di situs interaktifnya.

Di ranah aplikasi, MNC memiliki aplikasi VOD MNC Now dan RCTI+ serta game online melalui Letang Games di Tiongkok. Melalui aplikasi VOD-nya, MNC akan menggenjot pemasukan melalui iklan dan penyediaan konten berbayar.

Tahun ini MNC telah menjadi pelopor untuk dua langkah radikal: pengacakan di satelit dan peluncuran aplikasi khusus untuk stasiun televisinya. Patut diamati sejauh mana strategi ini dapat meningkatkan pendapatan bagi MNC. Karena jika langkah tersebut berhasil, bukan tidak mungkin sejumlah konglomerasi media lain akan mengikuti langkah yang sama.

Leave a Comment

Loading...