Netizen Kenang ‘Bikun’ Universitas Indonesia Sebelum Diganti Transjakarta

Mulai hari Kamis (1/8), pengoperasian Bis Kuning atau Bikun di UI (Universitas Indonesia) akan dialihkan kepada Transjakarta. Nantinya, perusahaan transportasi milik DKI Jakarta ini dapat melayani lebih dari 40 ribu mahasiswa Universitas Indonesia beserta masyarakat umum.

Hal ini telah disepakati oleh Pemprov DKI Jakarta beserta Universitas Indonesia (UI) pada hari Selasa (7/9) lalu. “Mulai Agustus mendatang, kawasan UI akan dilayani angkutan publik, Transjakarta,” ujar Direktur Utama Transjakarta, Agung Wicaksono, di Kampus UI, Depok, mengutip dari Liputan6.com.

Agung menjelaskan, nantinya layanan bus Transjakarta rute Lebak Bulus-UI dan Manggarai-UI akan diperpanjang hingga ke dalam kompleks Kampus UI Depok. “Layanan Transjakarta di area UI gratis bagi setiap orang,” ucapnya. Bus yang digunakan nantinya merupakan model Metrotrans yang merupakan bus Non-BRT, yang artinya tidak turun di halte bus Transjakarta pada umumnya.

Bus Transjakarta yang akan disediakan nantinya adalah 35 unit, dengan 3 bus cadangan apabila jadwal keberangkatan mengalami keterlambatan dan sebagaimana lainnya. Selain itu, Transjakarta berniat untuk menambah jalur menuju Universitas Indonesia (UI) dari Kampung Rambutan via Lenteng Agung dan via Bogor, serta trayek Margonda-UI.

Rektor UI, Muhammad Anis mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kerja sama dengan PT Transjakarta.

UI mengapresiasi bentuk kerja sama yang terjalin antara pendidikan tinggi dengan pihak industri hingga pemerintah. Seperti jalinan kerja sama yang terlaksana hari ini, menunjukkan adanya dukungan positif dari penyedia moda transportasi Ibu Kota, Transjakarta terhadap dukungan transportasi atas kegiatan civitas akademika UI,” jelas Anis.

Posted by Nathaniel Bagas Pranadhitama on Monday, 29 July 2019

Mengenai livery bus pengganti Bikun sendiri, Transjakarta akan membuat livery yang serupa dengan yang telah digunakan Bikun era manajemen Aerotrans dan Kramatdjati. Akun Instagram official milik Universitas Indonesia sendiri telah melakukan polling untuk memilih mana livery yang pantas digunakan dan hasilnya adalah sebagai yang ada diatas.

Transjakarta di Universitas Indonesia Ramah Disabilitas

Kepala Divisi Corporate Secretary and Humas PT Transjakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan, untuk opsi pertama desain bus berwarna kuning di seluruh bodi dengan hiasan simbol grafis khas Transjakarta dan logo Universitas Indonesia di samping kanan dan kiri.

Bus Metrotrans milik Transjakarta yang berbentuk Bus Lowdeck

Diungkapkan Nadia, dua opsi desain bus ini sekarang sedang dibahas di lingkungan UI untuk dapat dipilih satu desain yang akan direalisasikan. Keseluruhan bus sudah dilengkapi dengan OBU (On Board Unit) untuk menginformasikan lokasi dan keadaan sekitar bus ke ruang pusat kendali (command center) Transjakarta.

“Metrotrans ini nanti memiliki kapasitas 41 tempat duduk dan 27 penumpang posisi berdiri, serta satu ruang pengguna kursi roda. Jadi ini sangat ramah disabilitas,” tuturnya.

Saat ini, lanjut Nadia, bus tersebut sedang melakukan uji coba rute selama tujuh hari guna mempelajari ritme perjalanan sebagai bahan evaluasi untuk memastikan keseluruhan rute dapat dilayani dengan baik.

Netizen Kenang Bikun UI Sebelum Transjakarta Mulai Melintas Bulan Agustus Ini

Netizen bernama Andreas Lucky Lukwira yang merupakan lulusan dari Universitas Indonesia angkat bicara mengenai kepergian Bikun yang telah lama melayani para mahasiswa UI. Sebuah esai ia muat melalui laman shitposting UI Shitposting.

Terimakasih Kramatdjati Bandung sebagai bis kampus UI selama beberapa tahun ini.

Saya pertama kali merasakan naik bis kuning 2004 lalu saat mahasiswa baru program Sarjana Kriminologi. Waktu itu bis kuning UI masih swakelola oleh kampus sendiri, bisnya non AC dan jadul2 (kalau ga salah rata2 Hino AK Kompor dan Nissan). Bisnya jauh dari kata terawat, bisa jalan dan ngerem aja menurut saya sudah hebat.

Justru bis PNJ yang agak baru meski cuma 1 unit yang baru, Hino RG Body Skania Restu Ibu, tp cukup nyaman untuk ukuran zaman itu. UI sendiri punya 1 unit bis kuning yang jadi favorit yakni bis no 07, bis low deck eks Jepang. Selain bisnya nyaman, konon drivernya termasuk favorit mahasiswa (ada piagam dari penghargaan yang dia pajang di bisnya).

Mendekati lulus, sekitar 2008/2009 Bis kuninh ada kemajuan dengan hadirnya pihak ketiga sebagai pengelola bis kuning. Waktu itu yang menang tender Aerortrans (atau Aerowisata). Sebuah lompatan kualitas dari yang tadinya bis non AC seadanya, headway yang berantakan (apalagi jam makan siang dimana sebenarnya banyak mahasiswa butuh angkutan) menjadi bis AC yang dikelola anak perusahaan Garuda Indonesia.

2015 saya berkesempatan kuliah lagi disana. Meski ga rutin naik bis kuning, saya gampang mengenali PO apa yang saat itu menjadi pengelola bis kuning: Kramat Djati (kebetulan 2011 saya sempat bekerja disana). Kramat Djati nerjunin armada2 eks bis wisata/malamnya dengan karoseri terbaik di Indonesia: Adiputro.

Kramat Djati emang terkenal dengan kenyamanan sebagai jualannya. Jauh sebelum bekerja disana, saya sudah menjadikan PO ini pilihan utama untuk pulang kampung sejak lama, tepatnya sejak saya kecil sekitar awal 1990an.

Hari ini (31 Juli 2019) menjadi hari terakhir Kramat Djati Bandung mengaspal sebagai bis kuning UI, besok (1 Agustus 2019) armada dari Transjakarta akan menggantikan armada bikun UI.

Terimakasih Kramat Djati Bandung yang pastinya sudah memberikan banyak layanan (dan juga mungkin kenangan) bagi banyak mahasiswa UI. Saya sendiri meski bukan pengguna rutin, sering dengan bangga mendahului bikun mereka dengan berjaketkan Kramat Djati, yang pastinya ga mungkin terjadi lagi moment tersebut.

Terus terbang tinggi telur terbangku, teruslah menjadi Transportasi Terpercaya.

Andreas Lucky Lukwira
Kriminologi 2004
Kramatdjati 2011
Kriminologi 2015

 


Bagaimana pendapat kalian mengenai kepergian Bikun Universitas Indonesia? Apakah penggantian Bikun dengan Transjakarta akan efektif? Kita lihat saja.