Kabinet Jepang Pertimbangkan Membantu Kyoto Animation

Ketua Kabinet Sekretaris Jepang Yoshihide Suga
Yoshihide Suga, menjabat Ketua Kabinet Sekretaris Jepang

Melansir dari NHK, pada hari Senin (29/7) lalu menyebut bahwa ketua Kabinet Sekretaris Jepang Yoshihide Suga menyebut bahwa pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan untuk membantu Kyoto Animation setelah kebakaran pada 18 Juli lalu.

Yoshihide menyebut dalam konferensi pers pada Senin lalu bahwa setiap partai, maupun nonpartisan dalam diet tengah mengusulkan langkah-langkah untuk memberikan dukungan kepada para korban serta perusahaan animasi asal Kyoto tersebut. Usulan dalam bentuk proposal tersebut mencakup saran keringanan pajak untuk sumbangan, serta memberikan dukungan berupa pelatihan bagi para animator. Ia sendiri menyebut bahwa proposal tersebut tengah dipertimbangkan dengan langkah-langkah yang konkret, namun terlebih dahuu ia ingin menilai pandangan dari tiap-tiap lembaga pemerintah terkait hal ini. Misalnya mengenai langkah-langkah kompensasi bagi korban tewas atau terluka, atau membangun kembali manajemen Kyoto Animation.

Jepang sendiri, ujar Suga, akan membahas dukungan ke Kyoto Animation melalui Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang. Selain itu, Jepang tengah mempertimbangkan mengenai penerimaan dana bantuan dari dalam maupun luar negeri.

Kronologi: Bagian Interior, Pekerja Tewas Sebelum Terbakar

Cuplikan streaming NST yang membahas bagaimana peristiwa KyoAni membakar korban, Jumat (19/7)

Seorang netizen facebook Ally Sandrana memposting cuplikan gambar yang merupakan potongan kecil dari acara NST (Nスタ) dari Tokyo Broadcasting System (TBS). Acara talkshow berita tersebut menerangkan kronologi pembakaran yang berlangsung di lantai 1 (kantor administrasi). Namun, gedung tersebut memiliki tangga spiral yang dekat dengan sumber api yang terletak di pintu masuk gedung sehingga asap karbon monoksida (CO) dari pembakaran tersebut masuk melalui ruang tangga dan memenuhi ruangan studio hingga meracuni staf KyoAni di lantai 2 dan 3 (workshop) hingga tewas sebelum waktunya.

Melalui wawancara terhadap saksi mata, para korban mencoba menaiki atap namun terkunci hingga berberapa korban juga melompat melalui jendela di lantai 2 dan 3 dan mengalami retak atau patah tulang. Presiden KyoAni Hideaki Hatta mengakui bahwa studio pada sebelum peristiwa akan kedatangan tamu sehingga pintu masuk tidak dikunci.

Seperti yang sudah diberitakan bahwa 34 orang menjadi korban dari peristiwa tersebut. Telah diestimasikan bahwa korban yang tewas adalah sebagai berikut:

  • Lantai 1 berkisar 2 orang
  • Lantai 2 berkisar 11 orang
  • Lantai 3 berkisar 19 orang dan semuanya terjebak di tangga ke atap,
  • Satu orang tewas ketika menaiki tangga dari Lantai 2 ke Lantai 3.

NHK juga melaporkan bahwa para korban yang tewas mempunyai rentang usia 20-60 Tahun.  Adapun angka korban pembakaran studio tersebut meliputi:

  • Korban 20 tahun: 15 orang,
  • Korban 30 tahun: 11 orang,
  • Korban 40 tahun: 6 orang,
  • Korban 60 tahun: 1 orang.

Dan info terkini, Seseorang meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit terdekat. Hatta mengatakan bahwa salah satu stafnya ada yang harus diamputasi karena terluka parah.

Kyoto Animation: Tidak Ada Novel Yang Dicuri

Hideaki Hatta Kyoto Animation
Presiden Kyoto Animation Hideaki Hatta, saat ditemui dalam Jumpa Pers hari Jumat (19/7).

Melalui Yomiuri Shimbun, Presiden dari KyoAni Hideaki Hatta membantah tuduhan tersangka mengenai novel yang dicuri. Hatta menuturkan melalui wawancara bahwa KyoAni tidak pernah melakukan pertemuan ataupun persetujuan apapun dengan tersangka sebelumnya. Bahkan, sekian surat yang diterima tidak menyertai nama tersangka didalamnya disamping surat-surat yang berisi ancaman mati yang dibaca beberapa waktu sebelum kejadian.

Studio 1 KyoAni Akan Dirubuhkan

Studio Kyoani Dibakar

Melanjutkan wawancaranya di Kantor Kyoto Animation di Uji, Kyoto, Hideaki Hatta juga menyatakan bahwa studio utama KyoAni yang berlokasi di Rokujizo, Fushimi-ku, Kyoto akan dirubuhkan. Ia juga mempunyai rencana bahwa lokasi tersebut akan dijadikan sebuah taman dengan monumen. Untuk menekan polemik-polemik yang ada, Hatta juga menyatakan bahwa dirinya “Harus bergerak cepat dalam menjaga staff dan kolega” dalam peristiwa ini.

 


Apakah nantinya pemerintah Jepang akan sepenuhnya membantu Kyoto Animation untuk bangkit? Kita lihat saja nanti.