Beranda » embedded content » Di Balik Layar ‘Petualangan Cinta Demi Kehidupan Beragama yang Tentram’

Di Balik Layar ‘Petualangan Cinta Demi Kehidupan Beragama yang Tentram’

Mengingat kembali acara pasar doujin di Indonesia, Comic Frontier 11 yang digelar pada 18-19 Agustus lalu di Kartika Expo Center, Balai Kartini menyisakan cerita tersendiri. Hal ini dikarenakan acara tersebut mengundang bintang tamu yang cukup terkenal oleh warganet. Atau istilah yang cukup nyantol di kepala: meme-able.

Setelah Yozhman, dan Excel Coananda dengan Risa Comics-nya, Ada kreator yang lebih mengundang mata netizen untuk menertawakan dirinya sendiri. Karyanya yang memang disengaja untuk dibuat low-cost bermodalkan aplikasi bawaan Windows yaitu MS Paint.

Kami telah mewawancarai Inan; Komikus yang bermodalkan MS Paint dan mengunggahnya ke laman facebook yaitu “Komik MS Paint Demi Kehidupan Agama yang Tentram“, yang kini meraup 15.142 like sejak dirintis ketika Ramadhan 2017 lalu. Pada saat Inan ‘manggung’ di Comic Frontier 11, Dia membawakan materi storytelling yang berjudul Petualangan Cinta. Kamu bisa menonton video berikut bila penasaran.

Setelah aksi Inan di panggung yang berbuah manis di akhir, Akhirnya penulis sempat mewawancarainya. Walaupun jujur bagi penulis karena kali pertama menjadi pewawancara hingga grogi, Kamu bisa melihat bagaimana usaha penulis mewawancarai Inan pada video diatas, atau kalian bisa membaca transkrip dibawah.

Transkrip

Sesuai lansiran video tersebut beginilah wawancara penulis dengan Inan, sang kreator dari Komik MS Paint Demi Kehidupan Beragama Yang Tentram:

Komik MS Paint

Chairul Amin, Pewawancara dan Penulis Artikel (CA):
“Karena kita akan membicarakan karya Mas… Sebenarnya, garis besar karya Mas ini tentang apa?”

Inan, Narasumber: Komikus “Komik MS Paint” (IN):
“Basically tentang shitpost. Karena berbentuk Komik, jadi kesannya “Komik Berbalut Shitpost” begitu.”

CA: “Dengan judul “Demi Kehidupan Beragama Yang Tentram”, Boleh gak dijabarkan apa maksud dari judul ini?”

IN: “Sebenarnya, ketika lagi bikin komik itu situasi politik sedang panas. Dan saya begah dibuatnya. Terutama yang ngobrolin politik di sosmed. Jadi saya bikin saja komik yang tak ada hubungannya dengan politik, moral dan apapun itu.”

CA: “Dengan media berupa aplikasi MS Paint, ya. Tapi kenapa?”

IN: “Awalnya iseng-iseng aja gambarnya, nyoba hal baru kek “Gimana kalo gambar pakai tangan kiri?” lalu dicoba dengan MS Paint biar cepat. Hasilnya dilihat bikin lucu gitu entah kenapa. Lalu kasih tulisan-tulisan, akhirnya jadi komik. Komik yang pertama kali saya dibuat dengan cara begitu adalah ‘Ada Apa dengan Ayat-Ayat Cinta'”

CA: “Sepanjang rilisan Komik Mas Inan (Komik MS Paint) yang kita pernah baca, karakternya kadang berpusat kepada Eko dan Yanto. Boleh kenalkan siapa mereka atau apakah ada karakter lain?”

IN: “Sebenarnya karakternya agak-agak bertambah, gitu. Eko awalnya karakter yang cuma tinggal nama, badannya gak pernah dilihatin entah kemana. Yanto awalnya dari ide saya yang ingin membuat karakter yang mati lalu hidup lagi, yang akhirnya jadi ciri khas dia.

Maka, hal inilah jadi dasar saya membuat karakter yang berdasarkan gimmick (ciri khas). Semisal Anton, karakter yang digambarkan lagi pacaran dengan Tina, gitu. Ditambah rivalnya si Firman yang rada Soy Boy.”

CA: “Karena kita sudah lihat Storytelling yang Mas Inan lakukan di Panggung barusan, Saya teringat dengan Fajar Sahrul (Seseorang yang viral karena “Pertaubatan Mulyono”) sih. Saya jadi curiga, Apa Mas Inan terinspirasi dari Fajar Sahrul atau lebih dari itu?”

IN: “Sebenarnya saya bikin hal itu nggak beneran terinspirasi oleh Fajar Sahrul, sih. Walau Saya pernah baca juga komiknya Fajar Sahrul sekitar 2015-an. Jadi hal begitu bisa dikatakan tidak sengaja.”

CA: “Sesuai judul komik Mas Inan dengan tujuan yang gak ada kaitannya terhadap hal politik dan lainnya. Saya lihat komik Mas Inan ini banyak inside jokenya di sana. Nah, Apakah Mas Inan selalu memakai inside joke atau memang nargetin inside joke dalam Komik MS Paint ini?”

IN: “Sebenarnya untuk urusan joke, Saya agak berpindah-pindah, sih. Guna memasukkan inside joke di dalamnya untuk menarik fans yang setia. Kan dalam komiknya itu sendiri muncul perbedaan antara fans yang biasa dengan fans setia, gitu. Dengan hal itulah sekali saya buat komik dengan inside joke, mereka nyantol.”

Crossover

CA: “Saya mau bilang selamat lagi, deh pada Mas Inan (makin lucu aja). Sampai-sampai Komik MS Paint yang Mas Inan buat pernah crossover dengan Design Student Daily dan Wibuverse. Tapi, gimana caranya Mas Inan bisa kerjasama dengan mereka?”

IN: “Mengenai Design Student Daily, sih. Karena saya juga punya koneksi gitu dari Facebook. Juga saya juga bekerja sebagai Editor (di Kisai Entertainment) juga karena di Facebook. Apalagi saya juga dapat kerjasama crossover dengan artist lain termasuk komikusnya Rika (Klub Tawuran Rika), dan itu juga lewat Facebook.”

CA: “Tadi bahas Rika dari Klub Tawuran Rika juga ya? Kalau boleh tahu gimana ceritanya sampai bisa crossover gitu?”

IN: “Ketika saya di Bandung pernah jalan-jalan bareng Komikusnya. jadi berasa familiar satu sama lain.”

Mengenal Inan Lebih Dalam

CA: “Sekarang kita mulai bahas profil Mas Inan, ya. Akhir-akhir ini melihat profil Facebook Mas Inan pekerjaannya adalah editor di Kisai Entertainment. Bagaimana ceritanya Mas bisa kerja di sana?”

IN: “Sebenernya singkat saja ceritanya, dapat lowongan jadi editor di Kisai melalui Facebook. Saya iseng coba masuk dan melalui banyak tahapan di sana seperti revisi, interview hingga akhirnya lulus. Sekarang saya sudah 4 bulan (6 bulan menurut rilisan artikel ini, red) dan itu pengalaman yang menyenangkan buat saya.”

CA: “Selain Komik MS Paint, Mas Inan pernahkah berkarya secara profesional atau personal begitu? dalam komik?”

IN: “Belum, sih. Ini pertama kalinya bikin komik juga. Tapi saya punya rencana untuk bikin komik serius (yang tentunya bukan yang MS Paint ini).”

CA: “Sekarang menurut pandangan Mas Inan sebagai editor komik, adakah keterkaitan antara Comifuro dengan Perkomikan di Indonesia?”

IN: “Well, menurutku ini mirip event komik yang Saya paling sering datang. Bukan cuma jualan, ini lebih ke acara kumpul-kumpul antar komunitas. Saya merasakannya mulai tahun-tahun ini dan hal itu juga membuat saya bisa kenal siapapun.”

CA: “Karena Mas bilang ini adalah acara kumpul komunitas, gimana komentarnya mengenai Comifuro 11 yang diadakan kali ini?”

IN: “Seru, sih. Walaupun agak sepi kelihatannya. Dibandingkan bulan lalu (CF 10) dan tahun kemarin (CF 8-9), Namun kupikir ya masih rame-rame aja sekarang.”

CA: “Pertanyaan terakhir. Mas bisa kasih pesan dan kesan mengenai Comifuro 11?”

IN: “Maju terus. Semoga perkomikan Indonesia nggak ada ‘senpai-senpaian’ atau ‘kouhai-kouhaian’, kita semua setara di sini. Hingga kita bisa menjunjung semangat berkomunitas yang baik sampai gak ada drama segala macam.”

EKOOOOOOOO!!!!!

Dan percakapan itu mengakhiri sesi wawancara saya dengan Inan, komikus dari Komik MS Paint demi Kehidupan Beragama yang Tentram. Dan semoga semangat industri perkomikan Indonesia akan terus maju sesuai yang didoakan.

Omong-omong, kala ribut di tengah wawancara tadi bukan karena saya lho, itu salah Eko! EKOOOOOOOOOOOO!!!!!!

 

Loading...